826 KK Warga Saniang Bakar Terima Bantuan Beras, Bupati Solok: Warga Agar Disiplin Patuhi PSBB

238
beras
Menyertai penyerahan bantuan beras bagi 826 KK masyarakat terdampak Covid 19 di nagari Saningbakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Bupati Solok H. Gusmal menyerahkan secara simbolis kepada Wali nagari setempat, Senin (18/5).

ARRRUSNewsWali Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak Candra Bahar berterima kasih kepada Pemkab Solok yang telah menyerahkan bantuan beras masing-masing sebanyak 10 Kg kepada  826 KK masyarakat terdampak covid 19 di nagari tersebut.

” Mudah-mudahan ini dapat bermanfaat untuk meringankan bebanwarga yang terdampak Covid 19,” ucap Wali Nagari Saningbakar,  Candra Bahar mengiringi penyerahan bantuan beras secara simbolis oleh Bupati Solok H. Gusmal di kantor wali nagari setempat, Senin (18/5).

Ikut mendampingi Bupati Solok, Ketua PMI Desnadefi Gusmal, Assiten II Medison, Staf Ahli Bupati Abdul Manan, Kadis Koperindag Eva Nasri, Kadis Perikanan Admaizon, Kabag PEM Syahrial, Kabag Humas Syofiar Syam dan Camat Singkarak Sujanto Amrita.

Terhadap itu, Bupati Solok H. Gusmal menyampaikann soal pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan (Covid-19), juga berdampak pada ketidakmampuan masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi,  yang kemudian juga mempengaruhi aspek sosial lainnya.

” Hal itulah yang kemudian mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan berupa beras,” jelasnya.

Dikatakan Gusmal, bantuan beras tahap pertama  didistribusikan pemerintah kepada masyarakat dan nanti dilanjutkan tahap  kedua menjelang lebaran. ”  Kalau dikalkulasikan, sekitar 70 persen masyarakarat akan mendapat bantuan beras tersebut dari jumlah penduduk yang ada di kab. Solok,” terang Gusmal.

Terkait upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid 19, Bupati Solok menyampaikan kepada pemerintah Nagari dan Kecamatan serta masyarakat, hingga sekarang pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih dalam melaksanakan PSBB. PSBB ini tidak sama dengan lockdown. Kalau lockdown semuanya tertutup, tidak boleh keluar masuk baik orang maupun barang. Kalau PSBB pembatasan keluar masuk orang, sedangkan untuk barang kebutuhan pokok tidak di batasi.

” Inti dari PSBB adalah,  bahwa setiap orang diharapkan tetap berada di rumah saja (stay at home). Peraturan  PSBB ini yang dipakai oleh pemerintah untuk memutus mata rantai Covid 19,” jelasnya.

Disisi lain, Gusmal meminta masyarakat untuk jujur kepada petugas Tim Gugus Tugas kalau ada kejadian tentang gejala Covid 19. Pihaknya tidak mau lagi ada kejadian seperti di kecamatan Kubung, dimana seorang masyarakat positif covid 19, tetapi karena ketidakjujuran keluarganya, setelah meninggal disarankan untuk di swab, rupanya hasil swabnya positif covid 19.

Dampak ikutannya, orang yang selalu kontak dengan pasien meninggal, tentu juga terpapar Covid 19. Intinya, tegas Gusmal,  kalau ada dinas kesehatan bertanya,  tolong di jawab jujur saja.

” Saya minta pak wali nagari untuk tetap mendisiplinkan, melakukan pengawasan pada setiap orang masuk. serta membatasi aktivitas dan komunikasi dengan orang yang belum kita kenal,” kata Bupati Solok.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...