Antisipasi Covid 19, Gusmal: Pemkab Solok Bentuk Karantina Bagi ODP dan PDP

533
Gusmal
Bupati Solok H. Gusmal ketika mengikuti video conference bersama Gubernur Sumbar, di gueshouse Arosuka

ARRUSNews – Pemerintah Kabupaten (Solok terus mengerahkan segala daya upaya dalam melakukan antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19). Langkah cepat dilakukan, menurut Bupati Solok H. Gusmal dengan membentuk  karantina ODP (Orang dalam Pantauan) dan penderita Covid ringan.

 Data hari ini (Kamis-red), untuk ODP berjumlah 100 orang. PDP sebanyak 1 orang yang secara kurva masih menunjukan kenaikan. Dalam kaitan itu,  Pemkab Solok akan melakakukan karantina local untuk mengantisipasi penyebarluasan pandemi covid 19,” kata Gusmal.

Hal itu di ungkapkan Bupati Solok Gusmal ketika melakukan video Conference dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno terkait penanganan  Coronavirus Disease (COVID 19), Kamis (0/4)di Guse House Arosuka.

Dikatakan, tujuan karantina lokal adalah isolasi terhadap masyarakat yang berstatus ODP dan perawatan pasien PDP. Untuk  lokasi karantina, dipersiapkan 3 lokasi dengan kapasitas 114 orang. Lokasi pertama di Alahan Panjang Resort, dengan kapasitas 34 orang. Kemudian Panti Andam Dewi di Sukarami, kapasitas 40 orang, dan Gedung Pemuda Lubuk Selasih kapasitas 40 orang.

“ Untuk panti Andam Dewi,  merupakan milik Dinas Sosial Propinsi Sumatera Barat dan Gedung Pemuda dibawah Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumbar. Karena merupakan asset Pemerintah Propinsi Sumbar, Bupati Solok sudah mengajukan permohonan peminjaman kedua asset tersebut utnuk karantina local,” papar H. Gusmal.

Gusmal
Bupati Solok Gusmal ikuti video conference dengan Gubernur Sumbar

Secara teknis,perencanaan koordinasi pelaksanaan dan pengawasan, pihaknya sudah membentuk tim kerja karantina lokal penangulangan pendemi covid 19 di kabupaten Solok. Bupati berharap tim dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sehingga sesuia dengan harapan.

Sedangkan pembentukan  RS khusus Covid 19, Pemkab Solok juga telah mempersiapkan  RSUD Arosuka.

“ Ada ada ruang isolasi untuk 6 orang pasien dan sedang di kembangkanm menjadi 16 orang pasien,” papar H. Gusmal.

Terkait penanganan Pendatang di Nagari, Bupati Solok menyebutkan sampai keadaan Sabtu (11/4), jumlah pendatang dari luar Kabupaten Solok sudah mencapai 5. 147 orang.

Untuk  mendeteksi warga yang masuk dalam kondisi sakit ke kab. solok, sebut Gusmal, pihaknya  sudah membuat 4 posko covid 19 di gerbang pintu masuk kab. Solok, yakni di Sungai Lasi, Kacang, Lubuk Selasih dan Paninggahan.

Disisi lain, Pemerintah Kabupaten juga telah mengeluarkan  kebijakan, dengan mengintruksikan Walinagari untuk membentuk satuan tugas efektif percepatan penangganan covid 19 melalui intruksi Bupati Solok nomor 167/DPMN-2020 tanggal 27 maret 2020.

Kemudian  melakukan pengawasan dan pelaksanaan karantina mandiri bagi pendatang, melalui intruksi bupati solok nomor 100/212/KSD-2020 tanggal 3 april 2020. Instruksi tersebut diantaranya; memastikan semua pendatang dari luar daerah kabupaten Solok yang melakukan isolasi mandiri, telah sesuai dengan protokol isolasi diri dalam penanganan covid 19

“ Kita juga tidak membenarkan keluar rumah selama 14 hari, kecuali ada keperluan yang sangat mendesak, tetapi dengan tetap mengunakan masker,” sebut Gusmal.

Pihaknya juga melakukan pembatasan jam operasional warung rumah makan, warnet dan tempat berkumpul lainya, agar menutup pada pukul 21.00 wib. Himabaun Bupati Solok tertung dalam surat nomor 300/71/SATPOL PP dan damkar-2020 tanggal 2 april 2020.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...