Bawaslu Pesisir Selatan Catat Sejumlah Temuan Pengawasan Proses Verfak

123
Pesisir Selatan
Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Erman Wadison.

ARUSNews – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan mencatat adanya sejumlah temuan pengawasan selama proses verifikasi faktual (verfak) sebagai syarat dukungan calon perseorangan di daerah setempat.

 

Ketua Badan Pengawas Pemilu Pessel, Erman Wadison menyebutkan, temuan itu mulai dari petugas KPU yang tidak memantuhi protokol Covid-19, hingga adanya sejumlah petugas yang salah mengentri hasil verfak data dukungan calon.

“Kesalahan itu dilakukan oleh PPS atau verifikator yang ditunjuk oleh PPS,” ujarnya pada wartawan di Painan, Rabu (22 Juli 2020).

Bawaslu mencatat, para verifikator menggunakan alat pelidung diri (APD) saat proses verfak. Padahal, kata dia, itu diwajibkan dan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sedangkan untuk kesalahan entri, sering terjadi akibat salah tulis oleh petugas. Hal ini terjadi, karena petugas tidak teliti, dan mengakibatkan data yang seharusnya memenuhi syarat (MS), namun ditulis tidak memenuhi syarat (TMS).

“Makanya, kami minta penjelasaan dasar terhadap hal itu, karena berdasarkan hasil rekap kami di tingkat kecamatan MS menjadi TMS. Tapi itu sudah diperbaiki semuanya,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, terkait entri data setidaknya ada sekitar 16 syarat dukungan calon yang seharusnya MS, namun ditulis TMS yang menjadi temuan.

“ Dari 15 kecamatan yang sudah melakukan verifikasi faktual, hal itu banyak ditemukan di Kecamatan Koto XI Tarusan,” ungkapnya.

Reporter: Okis Rockin

Facebook Comments

loading...