Baznas Kabupaten Solok Dorong UPZ Nagari Tingkatkan Potensi Zakat

63
Rumah
Survey rumah tak layak huni oleh Baznas Kab. Solok

ARRUSNews —Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Solok terus mendorong Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di Nagari untuk menghimpun zakat dari masyarakat yang ada di nagari masing-masing. Alasannya, karena zakat tersebut akan disalurkan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan di nagari tersebut.

Ketua Baznas Kabupaten Solok Drs. H. Sukardi menyebutkan, dari 74 nagari yang ada di kabupaten Solok, sudah terbentuk sebanyak 64 UPZ nagari, masih ada 10 nagari lainnya yang belum terbentuk.

Sepuluh nagari tersebut adalah nagari Aia Batumbuk, Koto Gaek Guguk, Garabak Data, Sungai Abu, Sungai Durian, Koto Laweh Sungai Lasi, Batu Bajanjang Lembang Jaya, Salayo Tanang Bukit Sileh, Batu Banyak dan Simanau.

“Dari 64 UPZ nagari yang telah terbentuk, nagari Sulit Air merupakan potensi pengumpul zakat tertinggi. Hingga bulan Mei 2020, sudah menghimpun zakat sebanyak Rp. 95 Juta, berikutnya UPZ nagari Gantung Ciri dengan jumlah Rp. 17,1 Juta dan Supayang dengan potensi zakat sebesar Rp.9,3 juta,” beber Sukardi di Kotobaru, Kamis (11/6)

Dijelaskan Sukardi, dari jumlah yang dihimpun oleh UPZ nagari tersebut, Baznas akan mengembalikan kepada nagari dalam bentuk program bantuan kepada masyarakat yang ada di nagari tersebut dengan jumlah 200 persen dari jumlah yang dikumpulkan. “Semisal untuk Nagari sulit Air, dengan jumlah zakat yang dihimpun sebesar Rp. 95 juta tersebut, akan dikembalikan ke nagari sebesar Rp. 200 juta, bahkan lebih,” ujarnya.

Pengembalian tersebut diberikan dalam bentuk program bantuan seperti bedah rumah tidak layak huni, bantuan modal usaha produktif, bantuan berobat untuk lansia dan keluarga miskin, beasiswa untuk siswa dari keluarga miskin dan bantuan lainnya. Sedangkan untuk data calon penerima bantuan, selain diusulkan oleh wali nagari, pihak Baznas juga melakukan seleksi ketat secara administrasi dan kelayakan penerima bantuan.

“Selain validasi data secara administrasi, kami juga melakukan ferivikasi ke lapangan dan melihat kondisi calon penerima bantuan. Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan bernilai guna bagi penerima,” ujar Sukardi didampingi kepala sekretariat Fahmi Nurdin Taher.

Baznas
Ketua Baznas Kab. Solok H. Sukardi

Untuk bantuan bedah rumah tidak layak huni, akan dibantu oleh Baznas dalam bentuk bahan bangunan senilai Rp. 20 juta. Sedangkan upah, dilakukan secara swadaya oleh masyrakat sekitar. “Kami memang tidak membantu dalam bentuk upah tukang. Hal ini untuk mendorong dan menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotongroyong masyarakat yang ada di sekitar lokasi tersebut,” ucapnya.

Selain itu, guna menopang ekonomi pemilik rumah tak layak huni tersebut, Baznas Kabupaten Solok juga membantu dalam bentuk moda usaha produktif. Bantuan tersebut juga tidak diberikan dalam bentuk uang cash, namun dalam bentuk barang sesuai dengan usaha yang diinginkan oleh yang bersangkutan dengan nilai Rp. 5 Juta. “Kalau usahanya peternakan, kami belikan ternak, seperti itik, ayam dan kambing. Bisa juga usaha lainnya seperti peralatan bengkel, isi warung dan lainnya sesuai dengan usaha penerima bantuan,” tambahnya.

Untuk bantuan rumah tidak layak huni pada tahun 2020 ini dialokasikan sebanyak 22 rumah di 22 nagari. Dengan artian 1 nagari hanya mendapat jatah 1 rumah yang dibantu. “Hingga saat ini baru 2 unit rumah yang sudah dilaksanakan rehab. Masing-masing 1 rumah di nagari Tanjung Bingkung dan 1 rumah di nagari cupak nilainya 20 juta. Sedangkan untuk bantuan modal usaha produktif belum kami serahkan. Keterlambatan ini karena kondisi pandemi Covid-19 yang membuat kita harus melakukan pembatasan,” ujarnya.

Sukardi mengatakan, besarnya pengembalian bantuan yang disalurkan ke nagari dari pada setoran zakat yang diserahkan oleh UPZ ke Baznas tersebut, lebih kepada bentuk motivasi agar masyarakat di nagari, lebih giat menyalurkan zakatnya kepada UPZ yang ada di nagari tersebut.

Keberhailan dalam pengelolaan zakat itu pulalah yang menghantarkan Baznas Kabupaten Solok berhasil meraih penghargaan pengelolaan zakat terbaik pada tahun 2019 bersama Kota Padang, Pessel dan Bukittinggi.

“ Sampai saat ini, potensi pengumpulan zakat yang terbanyak masih bersumber dari ASN dengan jumlah sebesar Rp. 4,1 milyar. Kami targetkan tahun ini bisa menghimpun zakat sebesar Rp.7,2 milyar,” tutup.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments