Bersama Anggota DPRD Tanah Datar, Warga Puncak Pato Lakukan Penyemportan Disinfektan

448
Petugas penyemprotan bersama anggota DPRD Tanah Datar Arianto tengah membuat cairan disinfektan
Petugas penyemprotan bersama anggota DPRD Tanah Datar Arianto tengah membuat cairan disinfektan

ARRUSNews – Diprakarsai anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar, Arianto, masyarakat Jorong Puncak Pato, Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, menginisiasi penyempritan cairan disinfektan sebagai langkah mensterilkan lingkungan dan fasilitas umum (fasum) dalam menangkap penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)

Upaya anggota DPRD Arianto membungkam virus Corona dengan penyemprotan disinfektan yang dilakukan Minggu (29/3), juga didukung penuh  Kepala Jorong Pato Don Doni, Ketua Pemuda Arif Rahman Hakim dan sejumlah relawan.

Arianto menyebutkan, pihaknya melaksanakan penyemprotan disinfektan dengan menyasar fasilitas umum seperti Masjid Mushalla, warung – warung serta rumah penduduk yang di datangi oleh perantau. Dengan usaha penyemprotan itu, diharapkan kawasan puncak pato dapat steril dari penyebaran virus corona.

“ Meski sampai sekarang belum ada warga Jorong Pato yang masuk dalam ODP atau PDP. Namun usaha pencegahan penting dilakukan. Sebagai bahan disinfektan, kita menggunakan  bahan sesuai anjuran Dinas Kesehatan. Kami hanya menggunakan bahan baku seperti pembersih lantai,pembersih toilet bahkan pemutih pakaian. ,”ujar Anggota DPRD itu.

Menurutnya, penyemprotan disinfektan  dilaksanakan secara bertahap  dengan menyasar fasilitas umum. Pihaknya menginformasikan kepada masyarakat jika menemukan ciri-ciri kasus, masyarakat dapat melaporkan langsung ke Puskesmas terdekat.

Dalam kesempatan itu, Arianto juga menghimbau masyarakat akan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) dengan mencuci tangan pakai sabun.

Untuk mencegah serta mengantisipasi penyebaran virus Corona, kata dia, diperlukan kesadaran masyarakat agar aktif menerapkan hidup sehat. Hal ini dapat dimulai dari rumah tangga dan keluarga. Selain dua hal diatas, diperlukan juga penerapan etika batuk atau bersin dengan memperhatikan orang-orang sekitar.

“ Hal lainya yang tak kalah penting, adalah mengurangi bepergian ke tempat yang ramai atau terdapat kerumunan massa. Mari kita bersama waspada, dengan menerapkan bersama upaya cegah dini dan antisipasi, sehingga penyebaranya dapat di blokir dan diantisipasi,” paparnya.

para relawan dan pemuda tengah melakukan penyemprotan rumah warga Puncak Pato
para relawan dan pemuda tengah melakukan penyemprotan rumah warga Puncak Pato

Sementara itu,  Bidan Desa Jorong Pato, Eva Emelia,Amd.Kep, juga telah menyampaikan kepada masyarakat, baik melalui surat himbauan maupun melalui Group Whatapp masyarakat Puncak Pato tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Terutama menjaga kebersihan lingkungan,  Bidan Desa setempat, juga menghimbau kepada masyarakat yang baru pulang dari luar daerah untuk melaporkan kepada Pemerintahan jorong dan Puskesmas terdekat.

Berdasarkan informasi dan data  Puskesmas Pembantu Jorong Pato,  jumlah perantau yang sudah melaporkan kedatangannya berjumlah 23 orang. Diantaranya 8 orang beralamat di Jorong Pato dan 16 orang beralamat di Jorong Lasuang Batu.

Para perantau tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Pakan Baru, Dumai, Batam, Jambi, Bandung, Depok, Bekasi dan Jakarta.

“ Untuk saat ini diperkirakan masih ada perantau yang masih dalam perjalanan menuju kawasan Puncak Pato Lintau,” ungkap Eva Amelia.

Untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diingini, setiap perantau yang sudah datang di kampung halaman agar tidak bersentuhan langsung dengan siapa pun terlebih dahulu.

Bidan Desa Eva Amelia menghimbau agar para perantau segera mandi, serta merendam pakaian yang dibawanya begitu sampai dikediaman. Kepada yang bersangkutan juga diharapkan untuk tidak bersosialisasi keluar rumah selama 14 hari kedepannya. Jika terjadi hal – hal yang mencurigakan, segera laporkan ke Puskesmas.

Reporter: Rudi Cader

Editor     : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...