Berumur Dua Hari, Komunitas Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19 Langsung Eksis

606
Pertemuan antara Anggota DPRD Dharmasraya bersama komunitas Dharmasraya peduli dampak Covid-19
Pertemuan antara Anggota DPRD Dharmasraya bersama komunitas Dharmasraya peduli dampak Covid-19

ARRUSNews – Kendati baru berumur dua hari, Komunitas Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19, benar-benar menunjukkan empatinya. Paguyuban yang terlahir dari kumpulan warga Group WhatsApp “Menuju Dharmasraya 2020,” langsung eksis dalam konteks solidaritas untuk memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease  (Covid-19).

Diprakarsai tokoh muda Dharmasraya, Pandong Spendra Nabries dan Irzon Efendi, bersama para aktivis lainnya, langsung mendapat respon positif dari para petinggi daerah mekar itu.

Terbukti, Pimpinan dan anggota DPRD Dharmasraya, serta para pimpinan partai politik (Parpol), sepakat menanggalkan warna baju politiknya untuk bersama-sama menyelamatkan masyarakat dari dampak virus Corona.

Sambutan positif itu mengkristal ketika dilakukan audiensi Komunitas Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19 dengan jajaran wakil rakyat yang terdiri dari Ir H Adi Gunawan. MM, Irmon. S.Hut, Ampera Dt Labuan Basa, Cecep Nurzaman. S.Pd, Saparman, serta pimpinan berbagai Parpol, seperti Henki Purnanda, Mulyadi. S. Ag, Indra, dan Fadly, Selasa (31/3) di salah satu ruangan kantor DPRD Dharmasraya.

Dalam pertemuan tersebut, semua sepakat melakukan sosialisasi dalam rangka menggugah kesadaran masyarakat untuk mengisolasi diri, sehingga tidak tertular dan tidak menularkan virus Covid-19 kepada orang lain.

“Kita bersama komunitas Dharmasraya peduli dampak Covid-19, perlu menanamkan kesadaran kolektif bagi masyarakat, agar mereka yang tidak taat terhadap himbauan pemerintah agar mengisolasi diri, terhindar dari dampak Covid-19 ,” sebut Adi Gunawan.

Menurutnya, gerakan penanggulangan bersama Covid-19, dengan saling menguatkan. Baik pemerintah maupun gerakan dilakukan komunitas, fokus dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona.

“ Selain itu, juga perlu secara bersama mengawal anggaran dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Termasuk, selalu memviralkan segala kegiatan dilakukan untuk menggugah hati masyarakat agar mendukung program dilaksanakan,’ beber Mantan Bupati Dharmasraya itu.

Sementara itu, Irzon Efendi, yang akrab dipanggil Andi Pitopang,  memandang perlu pemahaman gerakan bersama dalam mencegah penyebaran lebih luas wabah virus Covid-19, serta beberapa istilah yang harus diketahui seperti self distancing, self isolation, self quarantine, atau bahkan lockdown dan banyak lagi sebutan lainnya.

Self distancing adalah memastikan jarak aman kita dengan orang lain. Penyederhanaan praktik “berjarak” dari sekitar. Self isolation kurang lebih sama artinya dengan self quarantine, yaitu membatasi diri sendiri untuk tak berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan lockdown merupakan upaya untuk membatasi interaksi satu komunitas dengan komunitas lain.

“Tentu saat lockdown diterapkan, arus keluar dan masuk kawasan dibatasi. Hanya kebutuhan darurat dan atau medis yang masih diizinkan. Tujuan dari semua itu,  adalah untuk meminimalkan kontak dekat akan memungkinkan .saling terpapar cipratan cairan sistem pernapasan orang lain,” terangnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan keterangan para ahli medis penanganan virus Covid-19, penyebarannya melalui cipratan (droplet) cairan pernapasan.

” Karena itu perlu dilakukan isolasi diri bagi mereka yang baru pulang dari daerah terpapar. Itu harus dilakukan demi menyelamatkan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Terpenting lagi, jangan beranggapan mengisolasi diri sebuah aib dalam kampung. Tetapi untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19,” pungkas Andi Pitopang.

Reporter: S Hanif.

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...