Bupati dan Wakil Bupati Solok Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2021 Secara Virtual

Pembekalan
Dari kediamannya, Bupati Solok H. Epyardi Asda, M. Mar mengikuti pembekalan kepemimpinan kepala daerah yang diselenggarakan Kemendagri secara virtual dari tanggal 13 sampai 17 September 2021.

ARRUSNews – Guna meningkatkan kualitas seorang pemimpin dalam suatu daerah perlu adanya pembekalan kepemimpinan dalam pemerintahan.

Untuk mewujudkan itu, Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan pembekalan kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2021 Gelombang III dan IV, yang diikuti secara Virtual oleh Bupati/wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2020.

Terkait pembekalan kepemimpinan yang dibuka Mendagri Tito Karnavian tersebut, Bupati Solok H. Epyardi Asda, M. Mar dan Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu, SH mengikuti dari kediamannya masing masing dari tanggal 13 sampai 17 September 2021.

Kepala Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setia Budi sebagai Panitia Pelaksana menjelaskan, dalam teknisnya, kegiatan dilaksanakan dengan metode Virtual Syincrhonous Learning, yaitu pembelajaran yang dilakukan dengan metode tatap muka (virtual) dengan skenario pembelajaran tatap maya tahap pertama selama 5 hari, proses coaching penyusunan rencana aksi Bupati/Walikota selama 2 minggu, paparan rencana aksi Bupati/ walikota dan pembelajaran tatap maya tahap kedua selama 3 hari.

” Gelombang III terdiri dari Bupati/wakil serta Walikota/wakil walikota Non petahana yang telah dilantik pada periode sampai juli 2021 sebanyak 137 orang,” sebut Teguh Setia Budi.

Menurut Teguh Setia Budi, Pemerintah Daerah dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas daya saing daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil
Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu, SH fokus mengikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2021 Secara Virtual dari kediamannya

Pemimpin daerah dalam kaitan itu, dituntut harus reaktif adaptis, responsif, inovatif dan kolaboratif dalam mencari solusi dan menyikapi setiap persoalan di daerahnya.

Dalam Pemilihan kepala Daerah tahun 2020, ulas dia, telah berjalan dengan sukses serta telah menghasilkan 261 pasangan Bupati/wakil Bupati dan walikota/wakil walikota diseluruh Indonesia yang memiliki latar belakang yang berbeda, baik dari aspek pendidikan, sosial, maupun pengalaman politik.

Teguh Setia Budi memaparkan, dalam kegiatan Kepemimpinan ini, seorang kepala Daerah harus sepenuhnya mengacu kepada regulasi dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Oleh sebab itu, para Bupati/wakil Bupati serta Walikota/wakil walikota perlu pembekalan kepemimpinan pemerintahan.

Mengiringi pembukaan, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan kegiatan pembekalan kepemimpinan Pemerintahan ini, adalah program Reguler yang diselenggarakan Kemendagri sebagai Pembina dan pengawas pemerintah Daerah.

Dalam kaitan itu, Kepala daerah dituntut harus mengerti dan memahami tugas pokok dan fungsinya dalam konteks memimpin pembangunan daerah.

Mendagri Tito mengharapkan kepala daerah harus Menjadi seorang Leader, harus memiliki Power, Follower dan Konsep yang jitu.

” Kemudian kepala daerah harus memahami UUD No 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah, karena aspek yang menyangkut pemerintahan daerah tercantum disana,” tegasnya.

Terakhir, Mendagri Tito Karnavian mengucapkan selamat mengikuti kegiatan pembekalan, mudah mudahan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman positif bagi semua.

Reporter: Ismardi

Facebook Comments

Artikel sebelumyaKeindahan Goa Kelelawar Pandayo Regut Minat Wako Padang Untuk Mengembangkan
Artikel berikutnyaOver Kapasitas, Tempat Pembuangan Sampah di TPA Regional Payakumbuh Mendesak Dikembangkan