Bupati Hendrajoni Serahkan Benih Jagung dan Resmikan Gedung BPP

70
Pesisir Selatan
Bupati Hendrajoni memotong pita menandai diresmikannya pemakaian gedung baru Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), di Kecamatan Pancungsoal

ARRUSNews – Bersamaan dilakukan peresmian pemakaian gedung baru Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan Pancungsoal, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni sekaligus menyerahkan bantuan benih Jagung kepada masyarakat setempat, Minggu (19 Juli 2020).

 

Penyerahan bibit dan peresmian gedung BPP tersebut, turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan setempat, Nuzirwan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Efrianto, Camat Pancungsoal, Yusri Afnidal, Wali Nagari Tluk Ampalu Indrapura, Darwin, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Mengiringi kegiatan itu, Bupati Hendrajoni menyebutkan, potensi pengembangan tanaman jagung di Kabupaten Pesisir Selatan sangat bagus dan tersebar pada 15 kecamatan di daerah berjuluk sejuta pesona itu.

“Potensi ini tersebar di semua kecamatan. Khusus bantuan yang disalurkan saat ini, bakal dikembangkan pada Tujuh kecamatan, yakni Linggo Sari Baganti, hingga Silaut,” ujarnya.

Melaui bantuan bibit dan peresmian gedung BPP, Hendrajoni berharap tingkat kesejahteraan petani dan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan di bidang pertanian akan semakin baik kedepannya.

“Menyangkut jaminan harga pasar untuk hasil produksi jagung manis, kami bakal berupaya untuk mencarikan penyalurannya, tentunya dengan harga yang ideal Rp 3.500 perkilogram,” ucapnya.

Prasasti
Peresmian gedung BPP ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh bupati Pesisir Selatan Hendrajoni

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan setempat, Nuzirwan mengatakan, bahwa bantuan bibit Jagung yang disalurkan itu berasal dari provinsi dan juga pusat.

Sedangkan untuk bantuan gedung BPP, sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018/2019, dengan total anggaran Rp1,073 miliar.

“Kami berharap melalui keberadaan gedung baru ini, maka bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat secara luas,”tuturnya.

Menurutnya, bantuan bibit yang  bersumber dari pusat dan provinsi itu, bakal disalurkan pada masyarakat yang tergabung dengan kelompok tani di Tujuh kecamatan setempat.

Kata dia, bantuan bibit Jagung ini bakal dikembangkan pada lahan seluas 9.526 hektare dengan jumlah per hektarenya mencapai 15 kilogram.

” Bantuan diantaranya bersumber dari pusat seluas 7.551 hektare, terdiri dari dua varietas, Bisi 18, dan NK 212. Dari provinsi 1.975 hektare, masing-masingnya sebanyak 15  kilogram per hektare. Ini tersebar pada Tujuh kecamatan yang tersebar di 15 kecamatan setempat,” katanya.

Sementara itu, Afrizal Kirun, tokoh masyarakat setempat yang juga merupakan utusan dari gabungan kelompok tani se Kenagarian Indrapura dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, telah mengguncang perekonomian masyarakat.

“Namun hal itu tidak memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat petani, terutama sekali petani sawit yang ada di kecamatan Pancungsoal. Sebab, hal itu terlihat dari tingkat kemacetan cicilan pinjaman masyarakat petani terhadap Bank,” ujarnya.

Ia mengaku, saat ini tengah melakukan kerjasama pemasaran Jagung manis dengan pengusaha. Sehingga jika ada petani yang mengeluh dengan anjloknya harga, pihaknya siap untuk membantu mencarikan solusi melalui jaringan yang ada.

“Saya ingin kesejahteraan petani bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya petani Jagung. Sebab, potensi ini sangat mudah untuk dikembangkan di Pesisir Selatan, khusunya di Kecamatan Pancungsoal,” ucapnya.

Wali Nagari Teluk Ampalu Indrapura, Darwin, pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada pemerintah daerah atas bantuan benih Jagung sekaligus pembangunan gedung BPP saat itu.

“Keberadaan gedung BPP merupakan harapan dan kebutuhan masyarakat Pancungsoal selama ini. Oleh karena itu, nagari menghibahkan tanah untuk pembangunan gedung tersebut,” katanya.

Ia juga berharap kepada kelompok tani yang ada di daerah setempat, khususnya di Kecamatan Pancungsoal agar bisa memiliki SK tingkat kabupaten, bukan hanya SK tingkat Wali Nagari.

“Tujuannya agar kelompok tani tersebut bisa mendapatkan program pusat, bukan hanya bantuan dari daerah,” tuturnya penuh harap.

Reporter: Okis Rockin

 

Facebook Comments

loading...