Cegah Penyebaran Corona, Rudi Apriasi: Mari Bersama Jaga Daerah Perbatasan

411
Ketua DPC Partai Demokrat Pasaman, Rudi Apriasi tengah memantau petugas pencegahan penyebaran covid 19 di lapangan
Ketua DPC Partai Demokrat Pasaman, Rudi Apriasi tengah memantau petugas pencegahan penyebaran covid 19 di lapangan

ARRUSNews Sebagai tindakan memutus mata rantai penyebaran virus corona, setiap elemen masyarakat harus bahu membahu  melakukan pencegahan penyebaran virus corona di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Pasaman.

Ketua DPC Partai Demokrat Pasaman, Rudi Apriasi menghimbau agar Pemkab Pasaman dan stakeholder terkait untuk  memastikan daerah perbatasan Kabupaten Pasaman dengan Provinsi Riau (Rumbai,Nagari Muara Tais) dalam kondisi aman.

Semua juga harus terdata dengan baik  untuk diteruskan ke Puskesmas asal domisili perantau dalam rangka menindaklanjuti dengan pendataan dan pengawasan.

“Perantau yang melewati perlintasan ini rata-rata 50 orang perhari, dengan daerah tujuan berbagai kecamatan di Kabupaten Pasaman,” terang Rudi.

Rudi Apriasi yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Pasaman itu menyampaikan,  melalui peninjauan dilapangan, ada sekitar 34 orang petugas yang disiapkan untuk pengawasan daerah perbatasan Pasaman.

” Semua petugas senantiasa siap siaga untuk perbatasan. Mereka terdiri dari Satpol-PP berjumlah 6 orang, anggota BPBD sebanyak 9 orang, dari Dishub sebanyak 9 orang, dari Polri berjumlah 2 orang, dari TNI 3 orang serta dari Tenaga Kesehatan dengan jumlah 5 orang,” terang Rudi, Rabu (1/4).

Rudi menuturkan, masih ada beberapa kendala yang dihadapi para petugas dalam pengabdiannya yang berisiko dilapangan.

Dari pantauan, sebut Rudi, pihaknya mendengar kendala yang dihadapi petugas, diantaranya tempat istirahat yang baru tersedia 1 rumah. Sementara petugas  masih butuh rumah atau tenda tempat istirahat tambahan

“ Petugas membutuhkan tenda khusus kesehatan untuk pemeriksaan, sehingga disaat ada yang terpapar tidak menular dengan petugas lain. Kita akan teruskan persoalan ini ke Dinas Sosial Pasaman,” tegas Rudi Apriasi.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah kebutuhan APD (Alat Perlindungan Diri) berupa Baju, Masker, Kacamata, handscoon, sepatu boot & handsanitizer). Petugas juga butuh jaringan WiFi yang dimohonkan untuk segera difasilitasi oleh Diskominfo Pasaman.

“ Guna wifi untuk pelaporan setiap 1 x 4 jam, karena terlalu jauh jarak tempuh ke pusat sumber sinyal yang hanya ada pada Bukit Tujuh Mapattunggul,” beber Rudi Apriasi.

Anggota DPRD Pasaman itu juga menghimbau kepada pemudik yang sudah sampai di kampung halaman, agar melaporkan segera keberadaannya ke pemerintahan setempat (Jorong/bidan) dan secara sadar harus mengisolasi dirinya selama 14 hari. Karena tidak dapat dipastikan para pemudik terpapar virus corona atau tidak.

“Dibutuhkan juga kesadaran mahasiswa yang telah pulang kampung untuk menjadi promotor keselamatan bersama. InsyaAllah, Bersama kita bisa untuk cegah penyebaran corona,” pungkas Rudi Apriasi.

Reporter:  M. Afrizal

Facebook Comments

loading...