Cepat Tanggap, CV Lambau Tujuh Dharmasraya Langsung Bersihkan Ruas Jalan Tertimbun Tanah Urug

Dharmasraya
Tenaga kerja harian lepas CV Lambau Tujuh, sedang membersihkan badan jalan kawasan Dharmasraya ditutupi tumpahan tanah urug

ARRUSNewsMenyusul munculnya pemberitaan tentang badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan Dharmasraya ditutupi tumpahan tanah urug yang diduga berasal dari aktivitas CV Lambau Tujuh, pimpinan perusahaan, Yoan Oktavianus, cepat tanggap.

Yoan Oktavianus yang saat itu mengaku  sedang berada di Kota Padang, langsung memerintahkan karyawannya membersihkan ruas jalan yang membentang di antara Jorong Ganting, Kenagarian Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, hingga Nagari Tebing Tinggi, serta Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya tersebut.

Melalui manager lapangan, Yoan Oktavianus  mengerahkan seluruh tenaga kerja harian lepas  CV Lambau Tujuh membersihkan jalan yang membentang di kawasan Kabupaten Dharmasraya.

“Setelah membaca berita dikeluarkan media online ini, saya langsung perintahkan seluruh tenaga harian lepas melalui manager lapangan untuk turun membersihkan jalan tersebut. Selain di kerok memakai alat cangkul dan sapu, juga dikakukan penyemprotan menggunakan mobil damkar,” terang pimpinan CV Lambau Tujuh, Yoan Oktavianus kepada media ini, di Pulau Punjung Kamis (11 Maret 21).

Jalan
Tenaga kerja harian lepas CV Lambau Tujuh, sedang membersihkan badan jalan ketika direkam lensa media ini.

Ia juga menyebutkan, selama pelaksanaan proyek pengambilan tanah urug berlangsung. Pihak perusahaan tidak ingin merugikan orang lain. Maka dari itu, kedepan sebagai pimpinan perusahaan, akan turun langsung mengontrol setiap kegiatan. Sehingga, dapat terpantau dengan baik, dan berjalan lancar.

Selanjutnya, managemen perusahaan juga telah menambah tenaga harian lepas untuk ditempatkan di setiap titik tertentu, agar permasalahan dapat diatasi dengan cepat.

“Mulai sekarang, hingga proyek selesai, pihak perusahaan juga telah menyediakan satu unit mobil Tanki, dan Satu unit mobil L-300, untuk melakukan penyemprotan dan penyiraman jalan setiap saat, agar kabut tanah tidak lagi beterbangan,” tambah Yoan Oktavianus, yang akrab di panggil Adek itu.

Anak mantan Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri Sungai Dareh, yang juga merupakan Puti Bulian, Rajo Sungai Kambut itu, menyebutkan, bahwa Ia akan merasa berdosa, sekiranya tidak tanggap atas keluhan orang kampungnya. Sebab, disepanjang jalan yang dilalui oleh truk pengangkut tanah itu, hampir 99 persen merupakan rumah keluarganya.

” Maka dari itu, tidak mungkin keluhan keluarga, akan saya abaikan. Karena sakitnya keluarga, merupakan sakit saya, dan keresahan keluarga, barang tentu keresahan saya juga,” pungkasnya.

Reporter: S. Hanif

Facebook Comments