Chek Posko Perbatasan, Bupati Gusmal: Jangan Ada Pengendara Luar Kota Masuk Solok

1215
pantau
Bupati solok H. Gusmal melakukan pencecekan posko pantai perbatasan di Sungai Lasi

ARRRUSNews– Untuk memastikan kesiapan Posko Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 di kawasan perbatasan daerah, Bupati Solok H. Gusmal kembali melakukan pengecekan terhadap petugas yang melakukan penjagaan.

Langkah itu dianggap penting karena Posko Pantau perbatasan sangat menentukan terlaksananya Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) ang dilakukan Sumatera Barat.

” Pengecekan dan pemantauan pada posko perbatasan Kab. Solok dengan Kota Sawahlunto dan posko perbatasan Kab. Solok dengan Kota Padang, penting dilakukan, mengingat posko perbatasan menjadi pintu masuk bagi orang yang masuk ke Kab. Solok,” sebut Bupati Gusmal, Selasa (28/4) di Arosuka.

Dikatakan, pengecekan petugas bukan hanýa soal kesiapan phisik petugas, tetapi juga memonitoring  pemakaian dan kelengkapan APD bagi para petugas yang melakukan pemeriksaan pengendara. ” Ternyata ada masalah teknis yang kita temui, termasuk soal insentif dan kosumsi petugas. Ini yang perlu kita benahi, sehingga petugas dapat melakukan pemeriksaan yang maksimal terhadap pengendara dan menumpang,” ujarnya.

Gusmal juga mengingatkan, jangan ada pengendara yang lolos dari pemeriksaan dan pantauan, terutama mereka yang berasal dari luar kota. “ Petugas harus melakukan pemeriksaan yang ketat bagi masyarakat yang masuk ke kawasan Kab. Solok. Langkah ini terkait dengan pelaksanaan PSBB,” jelasnya.

Bupati
Bupati Solok H. Gusmal memberi arahan kepada petugas Posko Pantau Perbatasan di Lubuk Selasih

Selepas pemantauan ke posko perbatasan, Bupati Gusmal juga meninjau Posko utama yang berada di Kantor Bupati Solok. Gusmal kembali mengingatkan petugas  untuk dapat  memenuhi dan melengkapi kebutuhan petugas yang ada di posko perbatasan, terutama kebutuhan APD, hand sanitizer, handscoon, maupun masker.

Terkait  Edaran Bupati Solok No. 800/1091/BKPSDM-2020 tentang pelaksanaan aktivitas kerja ASN  yang berdomisili di luar Kab. Solok,  khusus bagi pejabat eselon II dan III, untuk sementara waktu diwajibkan menetap di Kab/Kota Solok. “ Kita pesankan  kepada petugas posko perbatasan untuk  memonitor pejabat eselon II dan III yang masih menetap dan berulang ke luar daerah. Mereka yang tidak mengindahkan himbauan Bupati, akan dikenakan sanksi,” tegasnya.

Reporter: Aznul Hakim

Editor   : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...