Dharmasraya Miliki Pasar “Ritel Modern” di Pulau Punjung

766
pasar baru
Dikembangkan menjadi pasar ritel modern dengan sistem berdagang zig-zag, Pasar Baru Pulau Punjung tampil mengesankan

ARRUSNews – Dikembangkan menjadi pasar semi ritel modern (pasar swalayan) dengan sistem berdagang zig-zag, Pasar Baru Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya,  Sumatera Barat, tampil mengesankan dan ramah lingkungan.

Kebijakan ini menyusul munculnya ide  brilian dari Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku, yang langsung sambut Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Kumperdag) dengan penataan modern.

Bekerjasama dengan pemerintahan Nagari IV Koto Pulau Punjung, pasar Baru Pulang Punjung ditata sesuai protokoler kesehatan dalam penanganan Covid-19. Konon, aktivitas pasar modern ini  dilaksanakan selama masa berlakunya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.

“ Pasar Ritel Modern Pulau Punjung memiliki standar pelayanan dengan acuan operasional sesuai protokoler kesehatan. Secara berangsur, penataan pasar seperti itu telah disadari oleh masyarakat setempat. Walaupun dibeberapa titik masih terlihat kerumunan pembeli,” kata Kadis Kumperdag Dharmasraya Drs Zubrizal ketiak dihubungi melalui ponselnya Minggu (3/5/20).

Dikatakan, secara bertahap, upaya pemberlakuan  sosial distancing di pasar Pulau Punjung sudah mengkristal, dengan sistem menjaga jarak aman dengan orang sekitarnya.

“ Walaupun baru perdana penerapan pasar ritel modern di Pasar Pulau Punjung ini,” terang Zubrizal.

Pasar
Suasana nyaman dengan menjaga sosial distancing dengan sistim berdagang zig-zag di pasar Baru Pulau Punjung

Pengoperasian pasar dan tempat fasilitas umum, kata dia, tentu sesuai juga dengan norma dan kaedah aturan pembatasan jumlah pengunjung. Termasuk kerumunan masa, sesuai protokoler kesehatan, agar mencegah penyebaran virus Corona.

Melirik kondisi, situasi, serta kepatuhan pengunjung dipasar, kedepan akan dilakukan evaluasi, terutama terhadap lokasi parkir dan kerumunan pembeli.

Sesuai dengan pantuan lapangan Diskumperdag, ada beberapa yang harus di evaluasi, seperti parkir kendaraan roda dua masih terlihat menumpuk. Begitu juga cara berbelanja warga masih berkerumun, belum mengedepankan budaya antri.

Zubrizal sekaligus menghimbau kepada seluruh pengunjung pasar Pulau Punjung agar selalu menjaga jarak antara sesama, minimal 1 meter.

“ Maka dari itu, pemerintah membuat terobosan sistem berdagang zig-zag, agar antara pedagang dengan pembeli memiliki jarak sesuai dengan protokoler kesehatan,” jelasnya.

Reporter : S Hanif

 

Facebook Comments

loading...