Dikibuli Karyawannya, Pengusaha Sembako di Riau Rugi Sebesar Rp 3,7 M

Sembako
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto gelar konferensi pers di Mapolda Riau terkait pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan yang merugikan pengusaha Sembako, Rabu (08/09/21).

ARRUSNews – Kasus Tindak Pidana Penipuan Penggelapan yang merugikan pengusaha Sembako sekitar Rp3,7 Milyar berhasil diungkap jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Informasi yang diperoleh, sejak bulan Mei 2021 lalu, korban yang merupakan pengusaha sembako ditipu oleh anak buahnya sendiri yang diduga bekerjasama dengan kelompok lain.

“Ini Kasus Penggelapan atau Penggelapan dalam jabatan. Tersangka dijerat dengan Pasal 374 atau 378 KUHPidana. Korban pengusaha Sembako atas nama Sumarni alias Mimi, dirugikan sekitar Rp3,7 Milyar. Terlapor, adalah karyawannya sendiri berinisial FT dan teman-temannya,” ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Rabu (08/09/21).

bukti
Sejumlah barang bukti yang disita petugas Kepolisian dari tersangka

Didampingi Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan dan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau Kompol Ernis Sitinjak,  Kombes Sunarto mengungkapkan, kasus ini terkait barang-barang dagangan milik UD Jaya Mandiri yang berlokasi di Jalan Dharma Bakti Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

“Korban mulai mengetahui adanya kejahatan ini pada tanggal 19 Agustus 2021 lalu. Supir UD Jaya Mandiri memberitahukan kepada korban tentang kecurigaannya terhadap Sales mereka berinisial FT, perihal adanya orderannya fiktif yang dibuat FT,” papar  Kabid Humas Polda Riau.

Faktanya, tanggal 23 Agustus 2021, FT memesan sembako lagi dari Gudang UD Jaya Mandiri atas Pemesanan dari pihak Toko berinisial Jo, yang mengaku dari Kabupaten Siak. Setelah barang sembako dimuat, FT menyuruh supir untuk mengantarkan sembako tersebut ke gudang milik HD.

Pemesanan berlanjut, pada tanggal 24 Agustus 2021, FT kembali memesan sembako dari gudang UD Jaya Mandiri, juga atas pesanan dari Jo di Siak. Lalu, FT menyuruh supir untuk mengantarkan sembako tersebut ke gudang HD.

Curiga dengan aksi tersangka, suami korban, P Manurung dan saudaranya, A Manurung, membuntuti mobil truk tersebut menuju gudang HD.

Ternyata Gudang itu bukan di Kabupaten Siak, melainkan di Jalan Riau. Disitu, mereka mendapati beberapa orang sedang membongkar atau memindahkan barang sembako dari 3 (tiga) unit mobil pick up milik korban Sumarni ke dalam gudang milik HD.

Langsung, suami korban menyuruh para pekerja Gudang untuk mengembalikan barang-barangnya yang telah dimasukkan ke dalam gudang  ke dalam mobil dan membawa kembali barang-barang tersebut  ke gudang UD Jaya Mandiri.

“ FT mengaku, selama ini bekerja sama dengan HD untuk menjual barang-barang sembako milik UD Jaya Mandiri kepada HD dengan harga murah (dibawah harga modal, red) dan menyuruh supir UD Jaya Mandiri mengantarkan barang-barang sembako ke gudang HD, sesuai 46 faktur penjualan,” papar Kombes Narto, panggilan familiar Kabid Humas Polda Riau ini.

Diterangkan, FT membuat faktur penjualan palsu agar pemilik UD Jaya Mandiri tidak mengetahui barang-barang sembako tersebut dijual kepada HD dengan harga murah.

Ternyata, FT malah tidak menyerahkan uang pembayaran barang-barang sembako sesuai 46 faktur penjualan sejumlah kurang lebih Rp3,4 Milyar kepada pemilik UD Jaya Mandiri. Ia malah menyuruh HD mengirimkan uang pembayaran barang-barang sembako itu ke rekening orang tuanya, berisinial NS.

“ FT mengaku, dirinya menggunakan uang hasil pembayaran barang-barang sembako tersebut untuk keperluan pribadi dan keluarganya,” sambung Sunarto.

Hasil pemeriksaan, aksi ini ternyata sudah berlangsung sejak bulan Mei 2021.  HD, Pemilik Gudang Jalan Riau ini, mengajak FT untuk bekerja sama menjualkan barang-barang sembako dari UD Jaya Mandiri kepada dirinya dengan harga murah dan membuat faktur barang fiktif dan akan dibayarkan secara bertahap kepada FT.

Setelah disepakati kerja sama tersebut, FT memesan/order barang-barang sembako kepada korban untuk diantarkan ke bebarapa toko yang berada di Kabupaten Siak dan Pelalawan.

Kemudian, FT menyuruh supir mengantarkan barang-barang tersebut ke gudang milik HD di Jalan Riau Ujung Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

Setelah menerima barang-barang tersebut, HD menyuruh FT untuk membuat faktur penjualan fiktif agar tidak diketahui oleh pemilik UD Jaya Mandiri bahwa barang  tersebut dijual kepada HD dengan harga murah.

Diketahui, sejak bulan Mei 2021 hingga 24 Agustus 2021, FT telah membuat orderan fiktif sesuai 76 faktur penjualan agar dapat membawa barang-barang dari gudang UD Jaya Mandiri. Lalu, menyuruh supir mengantarkannya ke gudang HD di Jalan Riau.

Untuk sebanyak 46 faktur pembelian tersebut, HD telah mengirimkan uang secara bertahap ke rekening NS, orang tua FT, yang totalnya kurang lebih sejumlah Rp1,4 Milyar selama periode 01 Juni 2021 sampai dengan 01 Agustus 2021.

Ironisnya, FT tidak menyerahkan uang tersebut kepada korban, baik untuk pembayaran barang sembako sesuai 76 faktur penjualan.

“Barang Bukti yang kita amankan antara lain: Rekening Koran Bank BRI atas nama NS, Ibu FT. 76 Faktur Penjualan, 1 (Satu) unit Handphone Merk VIVO, 2 (Dua) unit Handphone Merk OPPO, 2 (Dua) buah cincin emas dan 1 (Satu) buah gelang emas,” terang  Sunarto.

Reporter: Dino Aritaba

[

Facebook Comments

Artikel sebelumyaIkat Kerjasama dengan Tanah Datar, Pemko Bengkulu Bakal Terapkan Program Tahfiz
Artikel berikutnya41 Personel Polda Riau Berprestasi, Kapolda Beri Penghargaan