Distribusikan APD, Edisar: Kita Akan Perkuat Tim Gugus Tugas Nagari

599
edisar
Asisten Koordinator Bidang Pemerintahan Setda Kab Solok Edisar Dt. Manti Basa, SH, MH serahkan APD pengadaan Dinas Kesehatan kepada pimpinan puskesmas, Selasa (14/4)

ARRUSNews – Sebanyak 202 APD komplit berikut 50 handscoon pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok didistrusikan kepada 19 Puskesmas guna melindungi tenaga kesehatan dalam upaya menangkal penyebaran corona virus disease (Covid 19) di wilayah kerjanya.

Penyerahan APD tersebut secara simbolis dilakukan Bupati Solok diwakili Asisten Koordinator (Askor) Bidang Pemerintahan Edisar Dt. Manti Basa SH, MH dihadapan jajaran Dinas Kesehatan Kab. Solok, Selasa (14/4) di Arosuka.

Mngiringi penyerahan APD itu, Askor Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Solok Edisar Dt. Manti Basa mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh tim gugus tugas yang berjuang melawan pandemik corona.

Edisar bahkan menilai, para Camat dan Kepala Puskesmas, merupakan ujung tombak kembar yang berada di gugus tugas kecamatan dalam mengantisipasi penyebaran pandemi Covid 19 diwilayah kerjanya.

Atas alasan itu, pihaknya meminta Camat dan Kepala Puskesmaa (Kapus) agar selalu membangun sinergi dan komunikasi dalam melaksanakan tugas memutus mata rantai corona virus disease (Covid 19).

” Terutama dalam menghimpun data perkembangan pandemi corona, termasuk data perantau, Kepala Puskesmas bersama petugas nagari dan kecamatan,  diharapkan melaporkan setiap perkembangan kepada Camat  dan Camat yang melaporkan ke Posko Utama pencegahan Covid 19 di Kabupaten,” jelas Edisar.

Dihadiri pejabat BPBD Abra Vestia dan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Solok dr. Maryeti dan Kepala Bidang PPM (Penanganan Penyakit Menular)  drg. Aida Herlina, Askor Bidang Pemerintahan Edisar menyampaikan dilemma yang terjadi saat pencegahan virus corona adalah soal perantau yang kurang responsif.

Dialog
Asisten Koordinator Bidang Pemerintahan Setda Kab Solok Edisar Dt. Manti Basa, SH, MH dialog dengan pimpinan puskesmas menjelang pendistribusian APD, Selasa (14/4)

Menurutnya, saat ini jumlah perantau yang pulang kampung sudah cukup tinggi. Keinginan warga rantau untuk pulang tidak bisa dicegah. Tetapi ketika dianjurkan melakukan karantina atau isolasi mandiri di rumah, masih ada yang tidak mengindahkan.

Mereka yang berasal dari daerah pandemi corona merasa tidak terjadi apa-apa. Merasa sehat-sehat saja. Tapi siapa yang dapat memastikan orang tersebut bersih dari virus, karena kenyataannya kini banyak terjadi orang tanpa gejala.

” Karena itu bupati Solok menginstruksikan, bagi perantau yang baru pulang kampung harus isolasi mandiri selama 14 hari,” jelas Edisar.

Untuk mengetahui siapa saja perantau yang pulang kampung dan melakukan pendataan, tentulah orang nagari bersangkutan. Karena itu diminta tim gugus tugas nagari dikoordinir wali nagari, tokoh masyarakat, para pemuda, ninik-mamak bersama pihak kepolisian dan petugas koramil mendata orang-orang ini.

Disebutkan Edisar, pihaknya lebih cenderung memperkuat tim gugus tugas nagari dalam memantau dan mendata perkembangan penduduk di nagari, melakukan sosialisasi terhadap upaya memutus mata rantai virus corona.

” Petugas kesehatan dan kepala Puskesmas harus lebih aktif memberikan penyuluhan tentang protokoler kesehatan selama pandemi covid 19 ini. Lakukan penyadaran tehadap perantau yang pulang agar mau melakukan isolasi,” jelas Edisar.

Pada kesempatan, Askor bidang Pemerintahan Edisar juga membuka sesi dialog dengan para kepala Puskesmas tentang pola penanganan perantau yang kurang mengindahkan himbauan pemerintah, termasuk soal kebutuhan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan masyarakat di nagari.

Untuk itu, Edisar sekaligus mendesak jajaran Dinas Kesehatan melakukan pendataan tentang berapa banyak APD yang diperlukan.

” Kita belum bisa menghitung kebutuhan itu. Kalau nanti dengan anggaran BTT bisa dilaksanakan, tentu kita upayakan. Sementara kita juga menghimpun bantuan dari pihak lain,” jelas Edisar.

Terkait distribusi APD yang diserahkan  Edisar kepada kepala Puskesmas, Kabid PPM Dinas Kesehatan Aida Herlina menyebutkan, jumlah APD komplit sebanyak 202 set, kemudian Handscoon sebanyak 50 set  yang dibagi menurut kebutuhan 19 Puskesmas di Kabupaten Solok.

” Sementara untuk kebutuhan masker, handsanitizer dan APD lainnya juga akan dilakukan nanti,” ucap Aida Herlina.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...