dr. Bakhrizal: Sembilan Guru di Payakumbuh Terkonfirmasi Posisitif Covid 19

48
Payakumbuh
Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal didampingi Kalaksa BPBD Yufnani Away dan Kadiskominfo Jhon Kendi, Kadis Pendidikan Agustion, Kakankesbanpol Budhy D Permana, dan Kacabdisdikwil IV Provinsi Sumbar Asricun saat video conference bersama awak media via aplikasi zoom, Minggu (23 Agustus 2020)

ARRUSNews – Sejak seminggu terakhir, jumlah warga Kota Payakumbuh terkonfirmasi Covid 19 kian bertambah. Dari hari ke hari, angkanya cenderung naik.

Terbaru, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh mengumumkan penambahan sebanyak 9 kasus positif Corona.

” Penambahan sembilan kasus konfirmasi positif hari ini, seluruhnya adalah guru,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal saat video conference bersama awak media via aplikasi zoom, Minggu (23 Agustus 2020) di Payakumbuh

Didampingi Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kadiskominfo Jhon Kenedi, Kadis Pendidikan Agustion, Kakankesbanpol Budhy D Permana dan Kacabdisdikwil IV Provinsi Sumbar Asricun, Kadis Kesehatan Payakumbuh itu menjelaskan, penambahan sembilan kasus positif hari ini, diantaranya 2 orang guru SMKN 1 Payakumbuh inisial S (59) warga Parambahan Baso dan RM warga Tanjuang Gadang Sungai Pinago.

Kemudian 3 orang guru SMAN 3 Payakumbuh. Mereka, AN (56) warga Koto Tuo Limo Kampuang, YF warga Tigo Koto Dibaruah dan MK warga Taram.

Lalu 2 orang guru SMA Achmad Muchtar, yakni MD (25) warga Rambatan dan VA (23) warga Limbukan.

Selanjutnya, 1 orang guru SDN 42 Payakumbuh RM (28) warga Payobasuang dan 1 orang guru SMAN 4 Payakumbuh warga Padang Karambia.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu (22 Agustus) juga ada warga Payakumbuh terpapar positif 2 orang, Jumat (21 Agusitus) terpapar 4 orang, Kamis (20 Agustus) terpapar 1 orang, Rabu (19 Agustus) terpapar 3 orang, Selasa (18/Agustus) terpapar 1 orang, Senin (17/Agustus) nihil dan Minggu (16 Agustus) terpapar 1 orang.

” Artinya, dalam sepakan ini sudah 21 orang warga Kota Payakumbuh yang terkonfirmasi positif Covid 19,” jelas Kadis Kesehatan Payakumbuh itu.

Ia menyebutkan, sepekan terakhir ini merupakan masa yang menegangkan bagi Kota Payakumbuh terkait penyebaran Covid-19. Selain penyebaran terus meningkat, yakni mencapai 21 orang dalam sepekan, Corona pun sudah menyerang Wakil Wali Kota Erwin Yunaz dan merenggut nyawa salah seorang kepala sekolah di “Kota Randang” ini.

dr. Bakhrizal sekaligus menerangkan, second wave (gelombang kedua) inilah yang dikhawatirkan Wali Kota Riza Falepi sebagai ketua tim gugus tugas sebelum proses belajar mengajar (PBM) tatap muka diperbolehkan kembali.

“Hari ini kita mendapatkan jawaban mengapa PBM tatap muka masih ditunda. Gelombang kedua penyebaran Covid-19 didominasi oleh insan pendidikan. Coba bayangkan kalau sekolah dibuka kembali dan anak-anak didik terpapar, bisa sangat sulit tracing kasusnya dan kita menghentikan penyebaran Covid-19,” kata Bakhrizal.

Langkah kedepan yang akan diambil Pemko Payakumbuh akan segera dibahas dalam rapat pada Senin (24/8) depan. Apakah kembali mengaktifkan posko, membatasi izin keramaian, dan kebijakan lainnya.

Reporter: Diko Rahmad

Facebook Comments

loading...