Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sawahlunto, Pemprov Sumbar Bakal Tingkatkan Akses Jalan

Ekonomi
Walikota Deri Asta menyampaikan kondisi Sawahlunto dalam kaitannya dengan dukungan ekonomi pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Sumbar, Rabu (10 Maret 2021) di Padang (Foto: istimewa)

ARRUSNews – Gendukung pertumbuhan ekonomi Kota Sawahlunto, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan membantu peningkatan akses jalan menuju kawasan ‘World Heritage versi UNESCO’ itu.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan, akses jalan menjadi sangat penting. Tidak hanya untuk mendukung pariwisata di Sawahlunto, juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“ Pemprov Sumbar melalui Dinas  PUPR segera mengkaji tindak lanjut dukungan peningkatan kualitas akses jalan tersebut,” kata Gubernur ketika  Rapat Koordinasi (Rakor) Pemprov Sumbar dengan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Sumbar,  Rabu (10 Maret 2021) di Padang..

Mahyeldi menjelaskan, dalam visi dan misi Pemprov Sumbar, itu misi nomor 6 berbunyi; meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“ Dukungan kita pada pembangunan akses jalan ke Sawahlunto itu sesuai dengan misi ke 6 Pemprov Sumbar ini,” tambahnya.

Sawahlunto
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta memaparkan rencana pembangunan dihadaan Gubernur pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pemprov Sumbar dengan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Sumbar, Rabu (10 Maret 2021) di Padang. (Foto: istimewa)

Strategisnya peran akses jalan dalam meningkatkan perekonomian suatu daerah, dicontohkan Gubernur Mahyeldi pada peningkatan dan pelebaran jalan di Muaro sampai ke Air Manis di Padang. Kawasan tersebut yang  awalnya sepi, setelah diperlebar dan diperbagus jalannya, maka  kini ramai dan malah pada waktu liburan terpantau sering macet karena begitu banyaknya arus kendaraan di sana.

Terkait status Kota Warisan Budaya Dunia versi UNESCO yang didapatkan Kota Sawahlunto, Gubernur Mahyeldi mengarahkan, agar Pemko dan Pemprov bersinergi dalam mempromosikan potensi wisata tersebut ke pasar internasional. Sebab Gubernur melihat, status dari UNESCO tersebut adalah peluang emas dalam menarik perhatian dunia pada pariwisata Sawahlunto.

“Ini butuh persiapan dan pengelolaan yang khusus, bagaimana menjual pariwisata ‘World Heritage’ di Sawahlunto ke level internasional. Ini koordinasi dan peran dari semuanya, Pemko, Pemprov, Pemerintah Pusat dan juga BUMN,. Tapi bagaimanapun kendalanya harus kita lalui, agar anugerah yang telah diterima sebagai Kota Warisan Dunia ini benar – benar terasa manfaatnya, ada dampak yang dirasakan oleh kota dan masyarakatnya,” kata Gubernur Mahyeldi.

Sementara, Wakil Gubernur Audy Joinaldy menyampaikan hal yang juga terkait status Kota Warisan Dunia yang diperoleh Sawahlunto dari UNESCO. Wakil Gubernur meminta agar produk UMKM Sawahlunto dapat dibranding dengan aura ‘World Heritage versi UNESCO’ tersebut.

“Kita yakin bahwa dengan adanya brand produk UMKM Sawahlunto adalah produk dari Kota Warisan Dunia UNESCO, itu berpengaruh besar dalam meningkatkan daya saing. Makanya saya minta Dinas terkait di Pemko dan Pemprov, bantu UMKM Sawahlunto membranding produk mereka dengan warisan dunia ini,” sebut Wagub Audy.

Visi dan misi Pemprov Sumbar ternyata tidak jauh berbeda dengan visi dan misi Pemko Sawahlunto, sehingga banyak visi dan misi yang sejalan. Hal ini dikatakan Walikota Sawahlunto Deri Asta sangat membantu dalam sinergi dan koordinasi antar Pemko dengan Pemprov.

“Kita optimis sinergi dalam bekerja membangun kota dan mensejahterakan masyarakat dengan dukungan dari Pemprov Sumbar, ini tidak terlepas dari banyak visi misi Pemko Sawahlunto yang sealur dengan visi misi Pemprov Sumbar. Tinggal bagaimana koordinasi dan kerjasama dapat terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Walikota Deri Asta.

Menyambut dukungan peningkatan akses jalan ke Sawahlunto oleh Pemprov, Walikota Deri Asta menyampaikan bahwa dengan itu sangat berarti sekali bagi Sawahlunto.

“Alhamdulillah, Pemrov telah nyatakan bersedia membantu. Tadi dalam usulan untuk peningkatan jalan itu kita ajukan akses jalan menuju Kota Sawahlunto dari daerah tetangga yakni Batusangkar dan Solok. Jika akses jalan itu diperlebar maka bus – bus pariwisata berukuran besar akan bisa masuk, dan tentunya masih banyak manfaat lain yang tidak kalah pentingnya yang bisa diperoleh nanti,” kata Walikota Deri Asta.

Sumbar
Peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Pemprov Sumbar dengan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Sumbar, Rabu (10 Maret 2021) di Padang

Masih dalam misi peningkatan infrastruktur, Walikota menyebut Pemko Sawahlunto juga mengajukan percepatan reaktifasi (mengaktifkan kembali) jalur rel kereta api Padang Panjang – Sawahlunto. Sebab reaktifasi rel tersebut akan sangat berarti dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Sawahlunto.

“Kereta wisata, terutama dengan Lokomotif Uap legenda E 1060 ‘Mak Itam” itu sangat menarik wisatawan ke Sawahlunto. Kita sangat meminta pada Pemprov dan PT. KAI serta Kementerian Perhubungan untuk mempercepat reaktifasi rel kereta api ini,” tutur Walikota Deri Asta.(**)

 

Facebook Comments