Fatika Oktanas, Sosok Inspiratif Dari Pasaman

197
Fatika Oktanas
Fatika Oktanas

ARRUSNews – Sebilah kata dan tindakan inspiratif selalu memiliki dampak bagi orang sekitar. Inspirasi, seperti sebuah kata-kata dan tindakan yang meninggalkan jejak ingatan atau tiruan yang dilakukan oleh orang lain. Inspirasi selalu bermakna positif.

Kadang, inspirasi tidak serta merta dapat dilakukan oleh setiap orang. Berbeda dengan contoh negatif yang dapat dilakukan oleh banyak orang dan ditiru secara lebih mudah.

Inspiratif adalah sifat yang dimiliki oleh seseorang yang ide dan tindakannya membangkitkan orang lain untuk bergerak melakukan hal-hal baru dan mencapai tujuan yang baik. Menjadi pemuda inspiratif berarti sosok yang ide dan tindakannya berpengaruh terhadap orang-orang di sekitarnya. Ucapan dan tindakannya mampu mendorong orang lain berubah atau setidaknya membekas di orang-orang yang ingin melakukan hal baik dan perubahan diri.

Fatika Oktanas, bisa menjadi salah satu sosok menginspirasi kita semua. Semangat muda dan bergelora seakan sudah terpatri dalam diri lelaki Pemuda asal Lubuk Sikaping, Pasaman ini.

Kepeduliannya untuk mengembangkan dan menggali potensi bakat-bakat muda para remaja tempat kelahirannya salah satu buktinya. Fatik sapaan akrabnya, seolah mampu menggerakkan dan mengubah kebiasaan para remaja yang awalnya menghabiskan waktu dengan hal tidak bermanfaat menjadi pemuda yang optimis dan berkarya.

Fatika Oktanas lahir 27 Oktober 1986 di Lubuk Sikaping. Dikenal sebagai pekerja seni, penggerak pendidikan non formal bidang seni di Pasaman. Fatik adalah pemilik Encore School of Art, yang anak didiknya telah banyak berprestasi dan tampil di berbagai event di Sumatera Barat.

Fatika Oktanas
Fatika Oktanas

Dalam beberapa kesempatan ia juga terlihat sangat perhatian dalam pengembangan pemuda, mencintai organisasi dan mengorganisir suatu acara dengan ide ide yang cepat, tepat dan bertanggung jawab.

Pendidikan yang beragam dan berpindah-pindah. Mulai dari kota kelahirannya di Padang lanjut ke Bandung, Jakarta hingga mengenyam pendidikan di Kota Medan.

Pada awalnya, Fatika Oktanas memulai bidang seni digital dan hukum, akan tetapi sampai hari ini masih memilih untuk berkarya di bidang seni dengan komunitas yang didirikannya, Encore school of art.

Berjuang dengan gigih, Fatik sedari masa sekolah menengah atas sudah mulai berdikari, memulai mandiri dengan apa yang menjadi pilihannya. Bekerja part time sehabis sekolah hingga jam 8 malam dan mengisi band regular di sebuah cafe di Bandung bersama teman-teman band nya sampai jam 12 atau jam 1 dini hari.

Berkat etos kerja nan luar biasa, berbulan dan bertahun berlalu hingga akhirnya pulang ke Pasaman. Fatik pun membentuk band The Story (sampai saat ini adalah satu-satunya band Pasaman yang sukses menebus label nasional). Setelah satu dua tahun jalan band beraliran pop alternative ini memulai rekaman demo dan tampil di TV swasta nasional, salah satunya di acara live Inbox SCTV. Dan lagu lagu demo itu pun tersangkut pada produser, 3-4 tahun berjalan band ini pun mengalah dengan kerasnya keadaan industri musik Indonesia saat itu.

Beberapa tahun berselang, ia pulang kembali ke kampung halaman nya, beberapa tahun ini mulai banyak kegiatan seni yang bukan saja hanya menghibur tapi yang ia lakukan lebih dari pada itu. Pendidikan, tanggung jawab dan eksekusi baik pada komunitas Encore school of art membuat komunitas ini sangat populer diikuti belasan ribu followers di instagram Encore school of art.

Fatika juga dikenal sebagai Owner Encore Event Organizer, pada Tahun 2019 yang lalu Encore EO sukses menggelar sosialisasi Pemilu serentak bekerjasama dengan KPU Pasaman.

Encore tidak hanya fokus pada dunia musik, ada juga seni drama, marching band serta mengekspoler bakat muda di bidang tari dan puisi. Di tiap perayaan Anniversarynya, Encore milik Fatik juga selalu menampilkan karya-karya luar biasa dari generasi muda Pasaman.

Pria 33 tahun ini dikenal baik dan sangat peduli pada sekitar, walau terlihat pendiam. Banyak ide-ide terbaik ada dalam gagasannya di komunitas/organisasi.

Fatika Oktanas menyampaikan sedikit pandangannya terkait kondisi karakter anak muda zaman sekarang yang dinilainya kurang bersosial dan cenderung individualis.

“Kalau boleh ikut berkomentar soal anak muda zaman sekarang, kita berharap anak zaman sekarang Beretikalah dengan baik, dan utamakan diskusi dan berbicara face to face. Jangan kurang komunikasi, apa lagi komunikasi sepihak yang menyebabkan perpecahan. Kuncinya sekarang yakni ngobrol bersama cari jalan keluar, hingga apapun yang bakal ada menghadang di depan, bisa diselesaikan secara baik,” tutup Fatika Oktanas, Senin (13/4) di Pasaman.

Reporter: M. Afrizal

 

Facebook Comments

loading...