Gelar Rakor, Bupati Dharmasraya Jelaskan Mekanisme Penyaluran Bantuan Terdampak Covid 19

414
Rakor
Rapat koordinasi dengan Forkopimda, bupati Sutan Riska sampaikan teknis penyaluran BLT

ARRUSNews – Menjelang dilakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, pemerintah kabupaten Dharmasraya melakukan Rapat Koordinasi dengan para Camat dan Wali Nagari, Selasa (21/4) di gedung auditorium  setempat.

Rakor yang dipimpin Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, juga diikuti Kapolres Dharmasraya, Dandim, Kejaksaan Dharmasraya

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, Pemerintah daerah melalui dana desa/nagari akan memberikan BLT senilai Rp 600.00 /kepala keluarga/bulan selama tiga bulan kedelapan.

Ditegaskan,  kriteria pembagian BLT dampak Covid-19 ini, akan dibagikan untuk masyarakat yang tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah pusat, seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta berentuk bantuan lainnya.

Hal ini bertujuan, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pemberian bantuan tersebut. Makanya  Wali Nagari sebagai ujung tombak Pemkab dalam pendataan, agar menyampaikan data yang jelas dan pasti. Sehingga BLT dapat disalurkan kepada warga yang berhak untuk menerima.

“Kebijakan pemerintah dalam memberikan BLT, bertujuan untuk dapat  membantu dan menyentuh masyarakat terdampak. Terutama bagi pelaku ekonomi memiliki dampak serius akibat Pandemi Covid-19 ini,” tegas bupati.

Untuk mekanisme pendataan, kata bupati, pemerintah nagari dapat melakukan pendataan melalui kepala jorong dan kader dasawisma. Setelah itu, data yang telah ada, direkap, dan kemudian dimusyawarahkan di tingkat nagari bersama unsur-unsur terkait, seperi Bamus, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur terkait lainnya.

Setelah itu, dibuatkan kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh seluruh pihak terkait, dan kemudian wali nagari membuatkan Surat Keputusan (SK), sebagai rujukan atas penyaluran BLT tersebut, pungkasnya.

Rerpoter: S Hanif

Facebook Comments

loading...