Gubernur IP: Cegah Warga Keluar Masuk Sumbar, Kendaraan Suruh Kembali Saja

1216
Irwan
Gubernur Irwan Prayitno Kunker ke Dharmasraya dalam rangka peninjauan Pos Covid-19, Minggu (26/4)

ARUSNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Pemerintah Kabupaten Dharmaraya sepakat memutus mata rantai penularan Covid-19. Bagi warga dan kendaraan keluar masuk Sumbar disuruh kembali saja. Apalagi kasus terjangkit positif diwilayah Sumatera Barat belakangan ini terus bertambah.

“ Perlu segera diberlakukan pelarangan bagi warga keluar masuk Sumbar selama 11 hari kedepan, dimulai pada hari Senin (27/4/20),” tegas Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dihadapan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Ketua DPRD Pariyanto, Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, serta pejabat teras lainnya ketika mengunjungi pos pengamanan Covid-19 berada di Perbatasan Sumbar-Jambi, tepatnya di Sungai Rumbai Minggu (26/4/20).

Ditegaskan, bagi  mereka nekat ingin masuk atau keluar dari Sumbar, maka kita suruh balik saja.

“ Kecuali kendaraan kargo, membawa sembako, alat kesehatan dan sejenisnya. Sebab dalam kontek sekarang ini, sangat penting dibatasi itu orang keluar masuk,” tegas Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Ia juga menyebutkan, kapan perlu semua personel Pemkab ditarik, sehingga Penjaga pos diserahkan sepenuhnya kepada pihak Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan.

Sedangkan tahap berikutnya, selepas tanggal 7 Mei hingga akhir bulan, masih ada masuk dan keluar dari Sumbar, maka diberikan sanksi tegas. Selain disuruh putar balik, mereka juga akan didenda.

“Karena kita tidak ingin main-main dalam menangani Virus Corona ini. Apabila tidak diberlakukan ketegasan seperti ini, maka penyebaran Covid-19 akan terus mewabah dan menyerang warga Sumbar,” terangnya lagi.

Perlu juga dijelaskan, kata Irwan, bahwa sikap tegas pemerintah itu, demi keselamatan masyarakat dan kita bersama, agar tidak terpapar virus menakutkan ini.

” Miris kalau melihat data, bahwasanya lonjakan angka masyarakat Sumbar terpapar Covid-19 telah mencapai 102 orang, dengan meninggal dunia sebanyak 11 orang,” katanya.

Irwan Prayitno
Gubernur Irwan Prayitno Kunker ke Dharmasraya dalam rangka peninjauan Pos Covid-19, Minggu (26/4)

Maka dari itu, peran Pos perbatasan Sumbar dengan Jambi, terletak di Kabupaten Dharmasraya, dan pos perbatasan Sumbar dengan Riau, terletak di Kabupaten Limapuluh Kota, harus aktif, dan tidak satupun perlakuan istimewa terhadap siapapun, tambahnya.

Didisisi lain,  sesuai dengan data dikeluarkan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal,  hingga Sabtu ( 25/4/20) warga memasuki wilayah Sumbar melalui 10 pos sejak akhir Maret lalu, mencapai 122.326 orang. Dengan rata-rata 4.531 orang tiap hari. Adapun warga telah dikarantina sudah mencapai 243 orang. Sebanyak  127 orang telah selesai masa karantina, sedangkan sisanya sebanyak 115 orang masih menjalani proses karantina.

Saat Kunker tersebut Irwan juga meninjau RSUD Sungai Dareh, yang telah memiliki ruang isolasi. Sehingga pasien positif dapat ditangani di daerah sesuai dengan protap kemenkes, pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyampaikan,  Pemeritah Kabupaten Dharmasraya, tentu akan taat dan patuh, atas aturan Pemerintah Provinsi Sumatera tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk perintah tutup perbatasan.

Hal ini juga telah sesuai dengan Permenhub No : 25 tahun 2020. Maka ketegasan akan diberlakukan dengan tidak ada lagi pelintasan orang dan kendaraan keluar masuk Sumbar, kecuali kendaraan kesehatan, kargo dan kendaraan logistik.

” Adapun tindakan tegas dalam rangka menutup pintu batas masuk wilayah Sumbar ini, semata dalam rangka memutus mata rantai pandemik covid-19 saat ini” pungkas Sutan Riska.

Reporter: S Hanif

 

Facebook Comments

loading...