Pemkab Solok Siapkan Rp 10 Milyar, Gusmal: Putus Mata Rantai Penyebaran Corona

3053
Bupati Gusmal pimpin rapat forum diskusi politik tahun 2020, tentang pelaksanaan Pilkada serentak dan antisipasi terhadap penyebaran Covid 19, Kamis (26/3)
Bupati Gusmal pimpin rapat forum diskusi politik tahun 2020, tentang pelaksanaan Pilkada serentak dan antisipasi terhadap penyebaran Covid 19, Kamis (26/3)

ARRUSNews – Bupati Solok H. Gusmal menegaskan, upaya mencegah virus corona atau covid-19 harus dilakukan cara memutus mata rantai penyebarannya. Karena itu, pihaknya melalui surat edaran dan himbauan langsung ke masyarakat,  terus mengingatkan agar tidak berkumpul serta menjaga jarak antar sesama.

Penegasan itu dikatakan Bupati Gusmal dihadapan rapat forum-forum diskusi politik tahun 2020, tentang pelaksanaan Pilkada serentak dan antisipasi terhadap penyebaran Covid 19, Kamis (26/3) di gueshouse Arosuka.

Dihadiri Ketua DPRD Jon Firman Pandu, Wakil Ketua DPRD Renaldo Gusmal dan Lucky Efendy, Waka Polres Kompol Harianto, MH. MM, Dandim 0309/Solok Letkol Arm Reno Triambodo, S.Sos. M.I. Pol, Kajari Solok Donny Haryono Setiawan, serta kepala Kepala SKPD, Bupati Gusmal  mengungkapkan tercatat sudah  26 orang pasien dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Solok.

Situasi ini, kata dia, menjadikan Kab. Solok menjadi daerah siaga bencana covid-19. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya (Pemkab Solok), telah membuat posko di daerah perbatasan untuk memeriksa setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Kab. Solok serta melakukan penyemprotan dibeberapa tempat umum.

Gusmal juga melarang bentuk perkumpulan yang ada di tempat ibadah (seperti majlis taklim, tabligh akbar dan dzikir bersama. “ Untuk penanganan covid-19 ini, pemerintah daerah akan menggunakan dana tak terduga  APBD Kab. Solok sebanyak Rp 10 milyar,” jelasnya.

Bupati Gusmal sekaligus menghimbau para perantau agar dapat menunda kepulangan, minimal hingga masalah penyebaran wabah Covid-19 ini selesai dan benar-benar tuntas.

Menyambut itu, Ketua DPRD Kab. Solok Jon Firman Pandu menyerukan agar setiap orang bisa mengisolasi diri sendiri untuk memutus mata rantai covid-19. Pihaknya serta merta mengapresiasi kebijakan Bupati Solok yang tanggap terhadap penyebaran covid-19 ini.

Hal senada disampaikan Kajari Solok, agar semua ikut membuka kesadaran masyarakat supaya lebih serius dalam menghadapi dan mengantisipasi Covid-19.

Donny Haryono Setiawan menyarankan segera membentuk Satgas untuk mencegah masyarakat melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang. “ Diharapkan Rumah sakit dan Dinas Kesehatan dapat bekerjasama untuk meningkatkan pelayanan bagi pasien yang suspect ccovid-19,” pintanya.

Kesiapsiagaan yang sama juga disampaikan Dandim 0309/Solok dan Waka Polres Solok. Bersama Pemerintah Kabupaten Solok, jajarannya terus melakukan koordinasi dan melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang antisipasi covid-19 ini. “ Kita malah sudah melakukan edukasi membuat handsanitizer sendiri karena kelangkaan di pasaran, “ papar Dandim Solok.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor   : Melatisan

Facebook Comments

loading...