Hasil Swab Tes Keluar, Perantau Paninggahan Solok Positif Corona

1326
Covid 19
Covid 19

ARRUSNewsSeorang perantau asal Paninggahan, kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang meninggal dalam perjalanan pulang ke kampung dari Tangerang, dinyatakan positif terjangkit Corona.

Dari informasi yang diperoleh, perantau Paninggahan yang awalnya menderita penyakit kanker itu, SR (26), dinyatakan terkonfirmasi positif  Covid 19 dari hasil Rapid tes dan Swab test yang dikirimkan pihak rumah sakit daerah Bob Bazar, Lampung Selatan yang sempat merawat bersangkutan. Hasil Rapid tes dan Swab test tersebut diterima setelah penguburan dilakukan seperti biasa.

Perantau itu, SR (26) yang sebelumnya bermukim di Tangerang, dibawa pulang oleh pihak keluarga karena menderita penyakit kanker dan telah tiga kali masuk Rumah Sakit di Jakarta. Terhadap alasan itu,  SR dibawa pulang ke kampung Paninggahan melalui jalan darat pada tanggal 7 April 2020.

Sesampai di Bakauheni,  kondisi yang bersangkutan tambah parah dan dibawa ke Rumah Sakit Derah Dr.H.Bob Bazar SKM, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Diperkirakan, dalam perjalanan menuju rumah sakit pasien meninggal dunia.

Karena SR  berasal dari daerah pendemi Covid-19, pihak Rumah Sakit melakukan Rapid Test. Kemudian juga diambil sampel Swab test, untuk diperiksa lebih lanjut ke Palembang (LitbangKes). Sementara pasien yang telah selesai proses penyelenggaraan pemakaman dan dimasukan  ke dalam peti, dibawa pulang ke Paninggahan.

Terhadap kasus perantau Paninggahan ini, ketua Umum Posko Utama Penanganan Pencegahan Covid 19 (PPC) yang juga wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, Rabu (15/4), menampik pihaknya telah kecolongan.

Persoalannya, kata Yulfadri Nurdin, saat pengiriman jenazah, dokter Rumah Sakit Derah Dr.H.Bob Bazar, Kabupaten Lampung Selatan, hanya melampirkan surat penyakit Kanker.

Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin mengaku, begitu mendapat informasi terkait adanya perantau yang meninggal dalam perjalanan pulang dari Jakarta, dirinya langsung turun ke nagari Paninggahan untuk memastikan keberadaan jenazah SR.

“Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan. Ternyata dokumen yang dilampirkan hanya menyatakan menderita Kanker. Sementara hasil Rapid testnya baru keluar tiga hari setelah pasien dimakamkan,” beber Yulfadri.

Sementara itu, Camat Junjung Sirih Herman  dari keterangan tertulisnya tertanggal 14 April 2020 menyampaikan   kronologis kepulangan SR yang diantarkan dari Tangerang oleh 9 orang pihak keluarganya.

” Sebanyak 6 orang telah kembali ke Tangerang. Sementara anak balitanya,  Suami dan Ibu Almarhumah tinggal di kampung, Dusun Data, Jorong Parumahan, Nagari Paninggahan,” tulisnya.

Dipaparkan Camat Junjung Sirih, yang mengangkat peti jenazah sebanyak 7 orang, salah seorang  diantaranya Jon Guru. Tiga hari setelah dimakamkan, pada tanggal 13 April 2020 keluar hasil Swab Test  SR di Palembang dengan hasil positif Covid-19. Balai Penelitian Palembang mengirim hasilnya ke RS Daerah Dr.H.Bob Bazar SKM Kalianda. Seterusnya pihak Rumah Sakit memberikan informasi ke Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar meneruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Solok. Dinkes Kabupaten Solok melalui Kabid P2P drg Aida Herlina mengabarkan ke Puskesmas Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih yang diterima oleh Armi,A.Md.

Menyikapi kejadian itu, Camat dan Forkopincam Kecamatan Junjung bersama Puskesmas dan Wali Nagari Paninggahan langsung  mendatangi lokasi dan memberikan arahan kepada keluarga dan warga sekitar keluarga almarhum.

Pada malamnya,  tanggal 13 April, pihak kecamatan mengadakan rapat dengan  Forkopincam, Kepala Puskesmas dan Dokter Puskesmas, Wali Nagari; Pendamping Desa, Kasi Trantib-PB dan Kasi Pemerintahan di Kantor Camat Junjung Sirih.

” Rapat di kecamatan mengambil sikap untuk melakukan pemeriksaan Rapid Tes terhadap keluarga almarhumah dan pembawa peti jenazah,” terang Herman.

Rapid Tes ini  dilakukan oleh Tim dokter dari RSUD Arosuka pada Rabu tanggal 15 April 2020. Kemudian pihak keluarga harus menjalani isolasi mandiri sampai pada tanggal 24 April 2020 mendatang.

” Untuk Pengawasan Isolasi dilakukan pihak  nagari dan  Puskesmas Paninggahan. Teknis pelaksanaannya diserahkan kepada Wali Nagari dan dipantau oleh Bidan setempat,” beber Herman dalam laporannya.

Bergerak Cepat

Merespon peristiwa itu, Tim gugus tugas PPC Kabupaten Solok langsung bergerak cepat dengan melakukan tracking terhadap keluarga dan warga lainnya yang melakukan kontak langsung. Tidak hanya kepada mereka yang kontak langsung dengan keluarga SR, tracking juga dilakukan terhadap mereka yang ikut melakukan prosesi pemakaman.

“Tracking ini penting, agar bisa dilakukan isolasi terhadap keluarga dan warga yang melakukan kontak langsung. Kami juga melakukan Rapid Test terhadap keluarga almarhumah dan pembawa peti jenazah oleh Tim dari RSUD Arosuka,” kata kadis Kesehatan kabupaten Solok dr. Maryetti Marwazi, Rabu (15/4).

Menghadapi peristiwa itu, Wabup Yulfadri Nurdin, yang  memimpin rapat evaluasi Tim Gugus Tugas PPC bersama Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho, Kapolres Solok Kota AKBP Ferri Suwandi  Kajari Solok serta Asisten Koordinator (Askor) Bidang Pemerintahan Edisar Dt. Manti Basa dan kepala SKPD lainnya, menyebutkan kasus warga Paninggahan menjadi pengalaman bagi semua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

Ia meminta semua pihak yang terlibat secara teknis dalam penanganan covid-19, mulai dari Dinas kesehatan, Forkopimcam junjung Sirih, wali Nagari Paninggahan dan jorong untuk menerapkan protokol kesehatan dalam menangani covid-19.  “Kita tidak ingin pandemi Covid 19 ini meluas. Forkopimcam harus memberikan pemahaman dan pengawasan kepada masyarakat. Agar Covid-19 ini tidak menyasar warga lainnya,” ucap Yulfadri.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...