Jawab Pandangan Fraksi DRPD, Bupati Solok: APBD Perubahan 2021 Dipengaruhi Bencana non Alam Pandemi Covid-19

APBD
Plh. Sekdakab Solok Edisar dalam kapasitasnya sebagai Bupati, menjawab pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD tentang Ranperda Perubahan APBD tahun 2021

ARRUSNews– Bupati Solok diwakili Plh. Sekda Edisar menyampaikan, Rancangan Perubahan APBD Tahun 2021 mengalami penurunan baik dari segi pendapatan daerah maupun belanja daerah.

Penurunan pendapatan APBD terjadi karena adanya bencana non alam pandemi Covid-19, sehingga pendapatan dipengaruhi oleh pengurangan pendapatan daerah dari dana transfer pemerintah pusat, adanya rasionalisasi anggaran dan refocusing kegiatan yang imbasnya pada penyesuaian transfer ke daerah.

Hal itu disampaikan Edisar sebagai jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Nota Penjelasan Bupati Solok tentang Ranperda Perubahan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Solok tahun 2021, pada Rapat Paripurna DPRD setempat, Selasa (14/09/2021).

Dihadapan Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua Lucki Efendi dan dihadiri Forkopimda, Plt Sekwan Zaitul Ikhlas serta SKPD Pemkab Solok, Sekda Edisar menyampaikan, penurunan anggaran juga dipengaruhi oleh penyesuaian pendapatan yang bersumber dari PAD. Sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan covid-19 danĀ  Dampaknya mengakibatkan terjadinya pengurangan pendapatan transfer berupa Dana Alokasi Umum sebesar Rp 21 Milyar dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 450 juta.

Dikatakan kurang bergairahnya aktifitas ekonomi Kabupaten Solok akibat adanya kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat, membuat lemahnya ekonomi, sehingga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan daerah yang berasal dari pajak dan retribusi daerah.

” Pemerintah daerah berupaya menggali potensi sumber-sumber dengan mengevaluasi peraturan yang terkait dengan penetapan tarif dan retribusi daerah,” ungkapnya

Sekaitan dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), Plh Sekda Solok ini mengaku, sistim pembinaan dan pengawasan serta evaluasi secara berkala akan terus dipacu agar tercipta ASN yang berdaya guna dan berdaya saing.

Dengan pola pengawasan dan pembinaan tersebut, diharapkan dapat mendukung pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih baik dan akuntabel.

” Harapan kita Belanja Daerah Tahun 2021 dapat dikelola dengan maksimal dan memberikan dampak yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” terang Edisar.

Terkait dengan penanganan dampak dan pengendalian penyebaran virus Covid-19 dalam APBD Tahun 2021, pemerintah Kabupaten Solok berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendukung vaksinasi dan insentif tenaga kesehatan daerah, termasuk pengembangan sistem irigasi, penguatan/pengembangan koperasi dan UMKM.

Kemudian dilakukan stabilisasi ketersediaan barang kebutuhan pokok, juga lebih diprioritaskan kepada Sektor-sektor yang penting dan mendesak baik dibidang kesehatan, ekonomi maupun infrastruktur.

” Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah ini supaya dapat menekan dampak buruk yang ditimbulkan oleh pandemi ini,” sebut Edisar.

Menurut Plh Sekda, langkah yang dilakukan sesuai APBD tersedia, diharapkan perekonomian masyarakat dapat bangkit dan pulih.

” Dengan bergeraknya sektor ekonomi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan secara langsung berpengaruh pada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Solok,” tutupnya.

Reporter: Ismardi

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSosialisasi Pilkades, Kapolres Kampar Ingatkan Penyelenggara dan Calon Kades Agar Tidak Menghalalkan Segala Cara
Artikel berikutnyaWaspada DBD, Anggota DPRD Kota Solok Wazadly Himbau Masyarakat Menjaga Lingkungan