Nagari Jawi-Jawi dan Sungai Durian Siap Menjadi Kampung Tangguh di Kabupaten Solok

801
Laswir
Wali Nagari jawi-Jawi Laswir menyatakan kesiapannya mendukung program Kampung Tangguh di Kabupaten Solok

ARRUSNews Nagari Jawi-Jawi, Kecamatan Gunung Talang,  dalam wilayah hukum Polres Solok Arosuka bersama  Sungai Durian, kecamatan IX Koto Sei Lasi, untuk wiayah hukum Polres Kota Solok , disiapkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara dalam menanggulangi penyebaran Covid 19 di Kabupaten Solok.

 

Kesepakatan menjadikan nagari Sungai Durian dan nagari Jawi-Jawi menjadi Kampung Tangguh di Kabupaten Solok, terungkap dalam rapat persiapan yang diikuti Bupati Solok diwakili Asisten Koordinastor (Aksor) Bidang Pemerintahan Edisar, bersama Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho,  Kapolresta Solok AKBP Feri Irawan, Kadis Kesehatan Maryeti Marwazi, Kadis PMN Ferisnovel, Camat IX Koto Sungai Lasi dan Camat Gunung Talang, Wali Nagari Jawi-Jawi Laswir dan  Wali Nagari Sungai Durian Adesrizal serta  Forkopimcam setempat, Rabu (17/6) di ruang  Solok Nan Indah Arosuka

Setentang Program Kampung Tangguh Nusantara ini,  merupakan Program Nasional yang digagas dari Polda Jawa Timur, kemudian digelorakan di seluruh wilayah Nusantara.

Program Kampung Tangguh dinilai  cukup baik dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran covid -19, sehingga ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo sebelum akhirnya diperintahkan kepada Kapolri untuk mengikuti Kampung Tangguh Nusanatara ini

“ Konsep kampung tangguh menitik beratkan peran serta elemen masyarakat, sehingga penyebaran covid-19 dapat dicegah karena  mempunyai daya cegah penyebaran yang kuat,” papar Kapolres Solok AKBP Azhar Nugrogho.

Rapat
Rapat persiapan program kampung Tangguh di kabupaten Solok diikuti Kapolres Solok dan Kapolres Solok Kota, di Arosuka

Atas kesiapan kedua nagari tersebut, direncanakan program kampung Tangguh di Kabupaten Solok di lounching tanggal  1 Juli 2020,  bertepatan dengan hari Bhayangkara.

Menurut Kapolres Solok, ada 3 bidang persyaratan dalam kesiapan Kampung Tangguh Nusantara, pertama bidang kesehatan, dilengkapi dengan pembentukan Posko dan penerapan pola hidup sehat.

Kemudian Sosial ekonomi, dilakukan dengan pembangunan softskill ketahanan pangan, serta bidang keamanan, dengan penerapan  SOP pelanggaran kejahatan ringan, serta meningkatkan sistem kemanan kampung.

“Kampung tangguh ini memiliki konsep ketahanan pangan, dimana hasil budidayanya dapat di panen dibawah 75 hari,” sebut Kapolres Solok.

Tersebab tujuannya memutus mata rantai covid-19, sekaligus menumbuhkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya covid-19, pemerintah Kabupaten Solok menyatakan dukungan besar dalam proses pelaksanaan kampung Tangguh Nusantara ini.

Bupati Solok diwakili Askor Bidang Pemerintahan Edisar  menilai, Kampung Tangguh sekaligus akan membangun solidaritas antar warga, meminimalisir dampak sosial ekonomi karena covid-19. “ Kita siap mendukung program kampung tangguh nusantara ini. Pemerintah Kabupaten meminta Camat, walinagari serta perangkat nagari dan forkopincam, agar serius dalam menjalankan program kampung tangguh nusantara ini,” sebut Edisar.

Repoter: Aznul Hakim

Editor  : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...