Jebol, 13 Tenaga Kesehatan RSUD Padang Panjang Positif Covid 19

484
RSUD
RSUD Padang Panjang (

ARRUSNews – Sempat bertahan denga status nol kasus  pasien positif Corona Virus Disease (Covid 19), pertahanan Kota Padang Panjang akhirnya jebol. Sebanyak 13 orang tenaga kesehatan RSUD setempat dipastikan positif terinfeksi  Covid 19.

Dari riwayatnya, ke 13 tenaga kesehatan ini pernah melakukan kontak dengan  Ny. NS (29 tahun), asal Panyalaian Tanah Datar, seorang positif covid-19 yang kini dirawat di RSUP M. Jamil Padang. Pasien NS ini, semula pernah dirawat di RSUD Padang Panjang, sebelum di rujuk ke RSUP M Djamil.

“Kini 13 tenaga kesehatan ini dikarantina di RSUD Padang Panjang.  Sejak hasil tesnya diketahui senja tadi, mereka diminta  melakukan isolasi di RSUD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Nuryanuwar di Padang Panjang, Kamis (30/4) malam.

Disebutkan, kepastian ini didapat setelah keluar hasil tes  swab dari 70 orang tenaga kesehatan yang diperiksa Laboratorium Unand. Menurutnya, semua mereka yang 70 orang itu pernah berkaitan dengan riwayat NS yang pernah masuk IGD RSUD Padang Panjang, Jum’at, (24/4). Sebelumnya NS juga pernah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kebun Sikolos Padang Panjang.

“Dari perjalanan yang dilalui NS itu, dilakukan pemeriksaan kepada 70 orang tenaga kesehatan yang pernah kontak dekat dengannya jarak kurang dari satu meter. Hasilnya telah keluar 13 orang positif ringan tanpa ada gejala. Semuanya tenaga kesehatan dari RSUD, tidak ada yang dari Puskesmas Kebun Sikolos. Tapi bisa juga mereka terpapar dari suami NS yang kini juga positif Covid-19 dirawat di M. Djamil,” katanya.

Sementara itu Direktur RSUD Padang Panjang dr. Ardoni mengatakan,  sebetulnya sejak hasil swab NS dinyatakan positif, tenaga kesehatan dan petugas yang sebelumnya kontak dengan NS dan keluarga sudah dilakukan karantina di lokasi yang sudah disiapkan Pemko dan tidak pulang ke rumah.

“Kini tenaga kesehatan  yang 13 orang itu dikarantina di RSUD Padang Panjang sejak hasil tesnya diketahui senja tadi. Mereka dikarantina di ruangan isolasi RSUD mulai malam ini,” kata Direktur RSUD Padang Panjang dr. Ardoni di Padang Panjang, Kamis (30/4) malam.

Ardoni mengatakan, pihaknya  akan menelusuri riwayat (tracking) kontak fisik tenaga kesehatan yang 13 orang itu setelah mereka kontak fisik dengan NS.

Disamping itu, juga akan dilakukan desinfeksi / seterilisasi terhadap seluruh ruangan yang pernah dilalui 13 tenaga kesehatan  itu, setalah kontak fisik dengan NS positif Covid awal.

Pihak Rumah Sakit juga akan melakukan isolasi terhadap petugas yang pernah kontak fisik dengan 13 orang tenaga kesehatan yang kini positif Covid pula.

Tentu di luar dugaan hasil swab ini, ulas dr. Ardoni. Karena jauh sebelumnya, Pemko Padang Panjang sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga dan melindungi masyarakat dari penularan Covid  melalui berbagai upaya, termasuk melakukan pemeriksaan setiap orang yang masuk Padang Panjang. Bahkan melakukan karantina  terhadap orang yang baru datang.

Mencermati hasil swap 13 tenaga kesehatan positif ini, Walikota Padang Panjang Fadly Amran menghimbau warganya untuk tetap menaati aturan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), yang sedang berlangsung. Masyarakat juga diminta jujur memeriksakan kesehatannya. Baik di pemeriksaan batas kota maupun ketika berobat ke rumah sakit atau Puskesmas.

Untuk menjaga segala kemungkinan, agar mata rantai Covid 19 ini bisa diputus, Walikota Fadly Amran minta, agar semua yang pernah kontak fisik dengan tenaga kesehatan yang 13 orang itu, tetap mengisolasi diri di rumah.

Walikota juga minta Dinas Kesehatan untuk melakukan tracking, terhadap siapa saja yang pernah kontak fisik dengan 13 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid ini.

 Sumber: Relis/Redaksi

 

Facebook Comments

loading...