Jumlah Warga Kab Solok Positif Covid 19 Menjadi 12 Orang

58
Covid-19
Kabag Humas Syofiar Syam menyebutkan, hari ini, Rabu (9 September 2020) bertambah 10 orang positif Covid-19 di Kab Solok

ARRUSNews – Daftar warga Kabupaten Solok yang terkonfirmasi kasus  Corona Virus Disease 19 (Covid 19) bertambah seorang lagi. Dengan penambahan itu, total warga daerah penghasil Markisa itu tercatat poaitif  Corona menjadi 12 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18 Juli 2020)  mengungkapkan, penambahan satu kasus Covid 19 berdasarkan hasil pemeriksaan  Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Padang terhadap 1684 sampel Swab yang diambil dari kegiatan Pool Tes Swab Kab. Solok. ” Dari 1684 sampel program Poo Tes,  hanya 1 kasus yang dinyatakan positif Covid 19,” terangnya.

Adapun pasien ke 12 positif Covid 19 tersebut, seorang Laki laki (50) hasil dari pemeriksaan pool tes di Nagari Sumani Kec. X Koto Singkarak. ” Pasien ini  terpapar Corona  karena sering melakukan perjalanan dinas ke luar Daerah,” jelas Kabag Humas Pemkab Solok itu.

Pasien baru ini merupakan OTG dan ikut melakukan tes swab bersama warga Nagari Sumani. Dari 1684 sampel hasilnya menunjukkan 5 orang  inkonklusif dan 5 pasien Invalid. ” Setelah dilakukan pemeriksaan ulang,  ternyata terkontaminasi satu pasien. yang bersangkutan  saat ini menjalani  isolasi mandiri dirumah dengan pengawasan tenaga kesehatan,” jelas Jubir Covid 19 Kabupaten Solok yang biasa disapa Adek ini.

Penggantian Istilah

Disisi lain, Adek menjelaskan soal penggantian istilah ODP, PDP, OTG dan kasus konfirmasi yang dilakukan kementrian Kesehatan sejak tanggal 13 Juli 2020 lalu.

Terkait istilah ODP, PDP, OTG dan kasus konfirmasi itu, telah diganti namanya menjadi kasus suspect, kasus probable, kontak erat dan kasus konfirmasi.

” Perubahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK 01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19,” jelasnya.

Dijelaskan, terhadap Kasus Suspect, kriterianya adalah: Kasus infeksi saluran pernafasan akut dimana dalam 14 hari sebelum sakit, orang yang bersangkutan berasal/tinggal didaerah yang sudah terjadi local transmission.

Dalam 14 hari terakhir pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif atau kontak dekat dengan kasus probable. Mengalami infeksi saluran pernafasan akut yang berat dan harus dirawat di RS dan tidak ditemukan penyebabnya secara spesifik dan meyakinkan bahwa ini bukan penyakit COVID-19.

Kemudian Kasus Probable, kriterianya adalah kasus klinis yang diyakini COVID-19, kondisinya dalam keadaan berat dengan ARDS atau ISPA berat serta gangguan pernafasan yang sangat terlihat, namun belum dilakukan pemeriksaan laboratorium melalui RT-PCR.

Terhadap Kontak Erat, adalah seseorang kontak dengan kasus konfirmasi positif atau dengan kasus probable. Sedangkan Kasus Konfirmasi, adalah seseorang yang sudah terkonfirmasi positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium RT-PCR. “ Ada 2 kriteria dalam kasus konfirmasi yakni kasus konfirmasi dengan gejala dan kasus konfirmasi tanpa gejala,” terang Adek.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...