Karena Covid-19, Sebanyak 251 Calon Haji Payakumbuh Ditunda Ke Tanah Suci

115
Kemenag
Kakan Kemanag Kota Payakumbuh Ramzah Husmen

ARRUSNews – Terganjal karena pandemi Covid 19, sebanyak 251 orang calon haji asal Kota Payakumbuh,  Sumatera Barat batal berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan rukun Islam kelima pada musim haji 2020 ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Ramzah Husmen mengatakan, keputusan itu setelah Video Confrance oleh Menteri Agama Fachrul Razi dengan jajaran Kemenag di masing-masing daerah.

“Semua calon haji sudah siap berangkat ke tanah suci. Semua administrasinya sudah selesai,”kata Ramzah Husmen didampingi Kasi Haji dan Umrah Jufrimal, Selasa (2/6).

Ia mengatakan, semua calon haji sudah melakukan pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH), paspor, latihan manasik secara mandiri, hingga suntik meningitis. Tinggal satu tahapan lagi yang belum diselenggarakan sebelum keberangkatan, yakni pelaksanaan manasik yang dilakukan secara resmi oleh Kemenag.

Ramzah menjelaskan, calon haji yang akan berangkat tahun ini bukan dibatalkan, tapi ditunda karena adanya bahaya Covid19 atau corona virus.

Pihaknya meminta, semua calon haji yang ditunda jadwal pemberangkatannya untuk bersabar, karena penundaan teraebut untuk semuanya bukan hanya bagi calon haji Kota Payakumbuh.

“Kami minta calon haji yang ditunda pemberangkatannya untuk bersabar, mungkin ini ada hikmahnya. Barangkali kalo tetap diselenggarakan akan ada dampak yang lebih besar lagi,” kata dia.

Kepastian penundaan keberangkatan itu, sudah disampaikan kepada calon haji, baik melalui KUA di masing-masing kecamatan, pengumuman di masjid, hingga lewat whatsapp grup calon haji.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memastikan bahwa penundaan keberangkatan calon jamaah haji pada tahun 1441 Hijriyah/ 2020 Masehi diambil karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum selesai.

Menurutnya, sesuai amanat undang-undang (UU), persyaratan melaksanakan ibadah haji selain mampu secara ekonomi dan fisik, juga harus memperhatikan kesehatan, keselamatan, dan keamanan jamaah haji harus dijamin serta diutamakan. Artinya harus dijamin keselamatan dan keamanan jamaah sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan saat di Arab Saudi.

Selain itu, keputusan tersebut diambil karena hingga saat ini Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji 2020.

Reporter: Diko Rahmad

 

Facebook Comments

loading...