Kesulitan Bibit, Tangis Ketua Keltan Mutiara Lumpur Tumpah Dihadapan Wagub Sumbar

Ketua
Didampingi Ketua Keltan Mutiara Lumpur, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi melakukan peninjauan sektor pertanian di Nagari Ampiang Parak Timur, Kecamatan Sutera Pesisir Selatan,

ARRUSNews – Ketua Kelompok Tani (Ketan) Mutiara Lumpur Nagari Ampiang Parak Timur, Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan, tiba-tiba menangis. Zainal Sikumbang tidak dapat menahan air matanya ketika melaporkan kondisi kelompok tani yang dipimpinnya kepada Wakil Gubernur Sumbar  Audy Joinaldy. Minggu (8 Agustus 2021).

Dihadapan  Wakil Gubernur Sumbar yang melakukan  peninjauan sektor pertanian di Pesisir Selatan, Ketua Keltan Mutiara Lumpur itu terbata-bata menyampaikan kesulitan yang di hadapi oleh kelompok taninya.

Dijelaskan Zainal, sejauh ini, kelompok tani yang dipimpinnya sudah berhasil membuat kolam terpal seluas 720 m2. Namun karena kesulitan  bibit dan pakan, ulas Ketua Keltan itu, pihaknya merasa susah berkembang.

Mendengar keluhan Zainal, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi langsung meminta Plh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Desniarti, diminta memberikan penjelasan dan membantu usaha budidaya ikan kelompok tani semaksimal mungkin.

“Kita  di propinsi tidak memiliki kewenangan budidaya perikanan air tawar. Karena kewenangan itu ada di kabupaten kota dan pusat. Namun, kita di propinsi akan berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi kebutuhan kelompok tani di Ampiang Parak Timur ini,” terang Desniarti yang ikut mendampingi Kunjungan Wagub Sumbar.

Pada peninjauan tersebut,  Audy melihat,  setidaknya terdapat tiga potensi utama dari Nagari Ampiang Parak Timur, yaitu perikanan darat, sawit dan gambir.

Untuk setiap komoditi ini, Wagub Sumbar berjanji akan memberikan dukungan yang diperlukan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Disebutkan, untuk budidaya bidang perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan diminta pro aktif ke kabupaten kota dan pusat, agar perikanan darat berkembang disini.

“ Untuk Sawit,  kita minta agar masyarakat membentuk kelompok dengan lahan minimal 50 hektar, memiliki alas hak, supaya bisa mendapatkan program replanting. Insya Allah kita fasilitasi semaksimal mungkin,” sebut Wagub  Sumbar, Audy.

Reporter: Ismardi/rel

Facebook Comments

Artikel sebelumyaBerkembang, Sentra Tenun Lintau Mampu Tingkatkan Taraf Ekonomi Masyarakat
Artikel berikutnyaPenanganan Covid-19 di Sumbar, Hercules Antarkan Bantuan Panglima TNI