KONI Kab Solok Serahkan Dana Pembinaan Atlit dan Pelatih Berprestasi

298
KONI
Ketua KONI Kabupaten Solok menyerahkan secara simbolis uang pembinaan untuk atlit dan pelatih berpretasi di sekretariat Koni setempat di Kotobaru, Selasa (12/05)-

ARRUSNews Para atlit dan pelatih berprestasi cabang olahraga yang bernaung dalam KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Solok mulai menirama uang pembinaan bulanan untuk triwulan 1, Selasa (12/05).

Uang pembinaan bulanan tersebut, direalisasikan KONI karena telah menyumbangkan medali  pada Porprov tahun 2018 silam.

“Untuk pembayaran triwulan 1 ini total alokasi dana yang kita sediakan sebesar Rp. 360 Juta. Dana tersebut dibayarkan sejak januari sampai Maret 2020,” kata

Ketua Koni Kabupaten Solok Rudi Horizon mengatakan, untuk pembayaran triwulan 1, total  dana yang dialokasikan sebesar Rp. 360 Juta. Dana tersebut dibayarkan sejak januari sampai Maret 2020.

Disebutkan Rudi, perhatian pemerintah Kabupaten Solok  untuk kesejahteraan atlit dan pelatih cukup besar selama ini. Selain bonus, sebanyak 25 orang atlet berprestasi bahkan sudah diterima sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemda Kabupaten Solok sejak tahun lalu. “Sedangkan untuk setiap bulannya, Atlit dan pelatih berprestasi juga menerima uang pembinaan,” ujar Rudi di sekretariat Koni setempat, Rabu (13/05).

Pembayaran uang pembinaan bulanan ini, kata Rudi, diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan para atlit dan pelatih selama masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi saat ini bulan Ramadan dan sebentar lagi lebaran Idul Fitri, tentunya kebutuhan akan lebih meningkat. “ Kami harap pebayaran triwulan 1 ini bisa membantu mengurangi beban itu,” ujarnya.

Teknis pembayaran uang pembinaan tersebut, tetap dilakukan dengan sistem non tunai, seperti halnya pembayaran bonus beberapa waktu lalu. Koni tetap memperhatikan persyaratan yang diajukan oleh pengcab peraih medali secara selektif. “Bagi pelatih dan atlit yang melangar ketentuan yang telah ditetapkan,  kita harus konsisten untuk tidak mencairkan dulu. Ini bentuk ketegasan KONI,” ucap Rudi.

Ketegasan dan komitmen yang telah digariskan oleh oni dalam penatakelolaan olahraga di daerah itu menjadi sangat urgen, lantaran Koni sendiri tak menginginkan pelatih dan atlit yang tak bermental bagus. “Utamanya mereka harus memiliki disiplin seorang patriot olahraga sejati, tetap berlatih mandiri serta menjaga etika,”katanya.

Apa lagi disaat pandemi Covid-19  yang membuat semua aktifitas serba terbatas karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sementara di sisi lain, para atlit tetap harus menjaga kebugaran dengan melakukan latihan mandiri di rumah selama masa pandemi ini.

Ditegaskan Rudi Horizon, latihan mandiri  menjadi penting, lantaran menjaga kebugaran fisik untuk tetap prima menjadi keharusan bagi setiap atlit gara mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasinya. “Kita tetap harus menjaga kebugaran fisik dan stamina, namun tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” bebernya.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...