Langkah Gusmal Maju di Pilgub Sumbar di Dukung Tokoh Adat

57
LKAAM
H. Gusmal Dt. Rajo Lelo saat menghadiri silaturahmi ketua LKAAM Sumbar di Sijunjung

ARRUSNews –  Bupati Solok dua periode, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo semakin mantap  maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatra Barat (Sumbar) 2020, menyusul arus dukungan yang semakin besar dari sejumlah ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).

Dukungan tersebut muncul ketika Bupati Solok yang juga ketua LKAAM itu menghadiri  silaturahmi LKAAM Sumbar bersama ketua LKAAM Solok Raya (kota/kabupaten Solok dan Solok Selatan) dan Sijunjung Raya (Sijunjung, Sawahlunto serta Dharmasyara) di Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto Tujuh, Sijunjung, Sabtu (18 Juli 2020).

Pada kesempatan, Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Rajo Pangulu mengatakan, dalam demokrasi, LKAAM bersifat independen. Namun lembaga ini menganut paham politik kebangsaan dan kedaerahan.

” Dalam politik praktis kita tidak usah ikut. Tapi Menentukan strategi, menentukan kebijakan kita harus ikut. Dengan begitu, tokoh adat mesti terlibat dalam menentukan kebijakan di daerah,” kata Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Rajo Pangulu.

Sayuti sampai pada kesimpulan itu, menyusul makin santernya nama ketua LKAAM Kabupaten Solok H. Gusmal Dt. Rajo Lelo diapungkan banyak kalangan dalam bursa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) 2020.

Bahkan sosok bupati Solok dua periode yang sarat pengalaman kepemerintahan itu, juga diperhitungkan sejumlah partai politik yang akan menjadi kendaraan menuju Pilkada serentak. Gejala itu menginspirasi sejumlah Ketua LKAAM untuk mendukung proses pencalonan Gusmal Dt. Rajo Lelo.

Sekurangnya, ada enam Ketua LKAAM Kabupaten dan Kota yang hadir pada kesempatan. Selain M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu  ketua LKAAM propinsi Sumbar, juga hadir Ketua LKAAM Kota Solok H. M. Rusli. KH. Sulaiman, Ketua LKAAM  yang juga Bupati  Solok yang dihadirkan sebagai nara sumber,   Bundo kanduang sijunjung Yasnidar Wahab,  Ketua LKAAM Sijunjung Epi Darisman Dt. Paduko Alam, Ketua LKAAM Sawahlunto Ir. Dahler Djamaris Dt Panghulu Sati, Ketua LKAAM Dharmasraya Abdul Haris Tuanku Sati, serta Ketua LKAAM Solsel.

Dikatakan Sayuti, tokoh yang memahami adat mesti ikut meramaikan bursa Pilgub Sumbar 2020. Salah satunya Bupati Solok Gusmal. Sebab, selain birokrat senior, Gusmal juga tokoh adat yang dua periode pula memimpin LKAAM di Kabupaten Solok.

“Kita usulkan Gusmal Dt Rajo Lelo jadi calon Gubernur Sumbar. Kalau ada yang di kita, kenapa harus orang lain yang dicalonkan. LKAAM Solok Raya dan LKAAM Sijunjung Raya sepakat mendukung Gusmal,” katanya.

Menurut Sayuti, banyak fenomena yang terjadi hari ini di Sumbar, terutama menyangkut adat dan budaya Minangkabau. Seperti batambah suku, batambah datuak, masalah tanah ulayat hingga persoalan tungku tigo sajarangan. Atas dasar itu pula, Sumbar butuh pemimpin yang paham dan mengerti adat.

“Tungku tigo sajarangan itu pemerintah, niniak mamak, alim ulama. Niniak mamak pilinnya adat, ulama pilinnya syarak dan pemerintah pilinnya undang-undang. Syarak mangato, adat memakai dan undang-undang manjalankan,” katanya.

LKAAM
Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo memberikan pandangan saat menggelar silaturahmi dengan Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Rajo Pangulu bersama ketua LKAAM 6 kabupaten dan kota di Sijunjung, Sabtu (18/7/2020).

Searah, Ketua LKAAM Kota Solok H M Rusli Khatib Sulaiman mengatakan, Gusmal termasuk niniak mamak yang matang dalam pergerakan politik dan birokrasi. Dia sudah merasakan pahit dan jatuh bangunnya di dunia politik.

“Gusmal itu seperti ombak, kadang naik, kadang turun. Beliau sudah merasakan penderitaan dan kembali dipercaya rakyat. Dia sosok peduli pada lembaga adat, apalagi pada masyarakat,” kata mantan Ketua MUI Kota Solok itu.

Terhadap persoalan itu, Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo mengatakan, tigo tungku sajarangan merupakan bentuk kepemimpinan di Minangkabau. Tujuan akhirnya sama, yakni untuk memberikan ketenangan dan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Ketiganya memiliki peran penting dan berbeda dalam mengatur hingga membangun kehidupan masyarakat di Minangkabau,” katanya.

Sebagai seorang datuak, Gusmal mengaku risau dengan fenomena yang ramai terjadi di Sumbar akhir-akhir ini. Seperti LGBT misalnya, kawin sesuku, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan banyak lagi perbuatan menyimpang yang mencoreng nama baik niniak-mamak dan kaum di Minangkabau.

“Kejadian itu tidak perlu ditutupi. Paling penting hari ini adalah mencarikan solusi agar persoalan itu bisa segera dituntaskan,” katanya.

Gusmal mengaku tersanjung didorong maju oleh sejumlah Ketua LKAAM di Solok Raya hingga Dharmasraya. Baginya, dukungan tersebut adalah harapan yang mesti harus diupayakan. Saat ini, Gusmal mengaku masih melakukan penjajakan dukungan ke sejumlah partai politik.

“Inshaallah, kalau Tuhan mengizinkan, saya akan maju di Pilgub Sumbar 2020,” tegasnya.

Reporter : Aznul Hakim

Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...