Launching Program SILO dan SALON, Sawahlunto Diapresiasi Kementerian PP dan Perlindungan Anak

Launching program SILO dan SALON yang digelar TP-PKK dan GOW Kota Sawahlunto ditandai dengan pemukulan gendang oleh Walikota Deri Asta bersama pejabat Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

ARRUSNews –  Didukung Pemerintah Kota Sawahlunto, pengurus TP-PKK dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita) setempat Launching (luncurkan) Sekolah Istri Teladan Sawahlunto (SILO) dan Serasehan Calon Pengantin (SALON) sebagai upaya pemberdayaan keluarga.

Launching kegiatan SILO dan SALON Kota Sawahlunto itu dilakukan Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Rohika Kurniadi Sari, Sabtu (26 Juni 2021) di Hall Ombilin.

Terhadap itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMD – PPA), Efriyanto, menyebutkan launching Sekolah Istri Teladan Sawahlunto (SILO) adalah program pendidikan dan pelatihan bagi para wanita di Sawahlunto yang telah menikah.

Dalam pendidikan dan pelatihan, kata dia, peserta akan diedukasi bagaimana mendampingi suami dengan baik, menjaga dan mengelola rumah tangga, sampai mengasuh dan merawat anak – anak.

“SILO ini nanti akan kita laksanakan di seluruh desa dan kelurahan. Sementara untuk permulaan dilaksanakan di 8 desa. Setiap desa ada 20 orang perwakilan yang mengikuti. Para perwakilan setiap desa ini kita dampingi dengan 2 orang motivator dan fasilitator,” kata Efriyanto.

selempang
Pemasangan selempang peserta oleh walikota Sawahlunto menandai dimulainya program SILO dan SALON yang dilaksanakan TP-PKK dan GOW Sawahlunto

Ditambahkan Efriyanto, persyaratan untuk  menjadi peserta SILO ini adalah wanita yang sudah menikah dan maksimal batas usia 45 tahun. Kemudian juga sudah memiliki anak yang usia anak tersebut maksimal 18 tahun.

“Yang pasti, untuk mengikuti kegiatan SALON ini harus dengan persetujuan dan izin dari suami yang bersangkutan,” kata Efriyanto.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sawahlunto, Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti menyampaikan, kegiatan ini tidak memungut biaya kepada para peserta atau gratis.

“Ini kegiatannya gratis. Malahan nanti kalau sudah tamat/wisuda, pesertanya akan kita berikan penggantian uang transportasi. Itu dianggarkan melalui Pemerintah Desa (Pemdes) masing – masing, diserahkan saat wisuda atau kegiatan pembelajaran sudah selesai,” sebut Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti.

Kegiatan SILO itu, sebut Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti, dilaksanakan dalam bentuk pertemuan sebanyak 17 kali pertemuan. Setiap pertemuan berlangsung selama 2 jam.

“Pertemuan untuk kegiatan SILO ini, dilaksanakan sekali seminggu,” ujar Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti.

Menyambut kegiatan SILO ini,  Ketua TP – PKK Kota Sawahlunto, Ny. Meyvita Deri Asta, memastikan sebagai wujud  perhatian dan dukungan Pemko bersama TP-PKK dalam mengoptimalkan peran strategis dari para ibu dalam pembangunan.

“Harus kita sadari bersama, bahwa kelanjutan pembangunan Kota Sawahlunto itu turut dipegang oleh ibu – ibu. Maka, memberdayakan ibu – ibu juga merupakan  langkah dalam menjaga kelanjutan pembangunan kota ini,” kata Ny. Meyvita Deri Asta.

Ny. Meyvita mengatakan, dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu – ibu dalam mendampingi suami dengan baik, menjaga dan mengelola rumah tangga, sampai mengasuh dan merawat anak – anak, itu akan berdampak besar terhadap lingkungan, sampai kemudian pada kota, bangsa dan negara.

Walikota Deri Asta menyebutkan, kegiatan SILO dan SALON ini mendapat dukungan penuh dari Pemko Sawahlunto, karena termasuk penjabaran dari visi dan misi Pemko Sawahlunto.

“Dalam membentuk ketahanan keluarga yang tangguh, kemudian pengasuhan yang berkualitas bagi anak, dalam melahirkan generasi emas yang cerdas, unggul dan berakhlaq mulai. Tujuan ini akan kita capai melalui langkah – langkah, salah satunya SILO dan SALON ini,” ujar Walikota Deri Asta.

Program ini, kata Walikota Deri Asta, telah disinergikan dengan Pemerintah Desa, sehingga semakin optimal daya jangkau dan manfaat yang bisa didapatkan. Tidak menutup kemungkinan juga bisa disinergikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, ataupun lembaga/instansi yang terkait.

“Intinya, dari Pemko kita pastikan dukung terus dan akan melakukan monitoring pelaksanaan dari SILO dan SALON ini,” kata Walikota Deri Asta.

Munculnya program SILO dan SALON dari Kota Sawahlunto ini menuai apresiasi dan pujian dari Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Rohika Kurniadi Sari.

foto
Foto bersama selepas launching program SILO dan SALON kota Sawahlunto

Rohika menyebutkan, masih sedikit kota/kabupaten di Indonesia yang memiliki inovasi program dalam meningkatkan kapasitas ibu – ibu.

“Apresiasi dari kami untuk Sawahlunto, ini telah menunjukkan komitmen yang nyata dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ini akan berkontribusi dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kota ini, sebab SDM pasti akan meningkat kalau kaum ibu diberdayakan dan anak – anak dilindungi,” ujar Rohika Kurniadi Sari.

Dikatakan Rohika, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI telah mencatat dan akan memonitor pelaksanaan program SILO dan SALON di Sawahlunto.

“Ini akan mendapat perhatian dari Kementerian. Kita berharap juga, dengan  program SILO dan SALON ini menjadi inspirasi dari Sawahlunto bagi kabupaten/kota lainnya,” kata Rohika.

Reporter: Aznul Hakim/relis

Facebook Comments