Libatkan 16 Penjahit, BLK Lubuk Sikaping Produksi Ribuan Masker

245
Proses pembuatan masker yang dikerjakan para alumni BLK Lubuk Sikaping
Proses pembuatan masker yang dikerjakan para alumni BLK Lubuk Sikaping

Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman membuat terobosan baru. Ditengah sulitnya mendapatkan Alat Pelindung Diri (ADP) seperti masker guna menangkal wabah Corona Virus Disease (Covid 19), Unit Pelaksana Teknis (UPT)  BLK tersebut mengumpulkan 16 orang alumninya untuk memproduksi ribuan masker dengan cara menjahit.

Kepala dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab. Pasaman, M.N Susilo mengatakan, mamsker tersebut akan dibagikan ke masyarakat. Pihaknya mengumpulkan para penjahit lulusan dan alumni BLK yang pernah dilatih diminta untuk memproduksi masker.

“Mereka ada sebanyak 16 orang untuk dikosentrasi menjahit ribuan masker,” kata M.N Susilo di ruang workshop garmen UPT BLK Lubuk Sikaping, Kamis (26/3/20).

Dijelaskan, kegiatan menjahit ribuan masker ini merupakan kegiatan kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui UPTP BLK Padang sebagai perwakilan Kemnaker RI di Sumbar, Riau dan Kepri.

BLK Lubuk Sikaping melakukan itu (memproduksi masker) sesuai arahan Menteri Tenaga Kerja secara langsung, sebagai upaya ikut serta mencegah penyebaran pandemi Virus Corona (Covid-19), BLK melalui alumninya yang sudah bisa menjahit membuat masker dari kain khusus.

Dijelaskan M.N Susilo, melalui Surat Edaran, Menteri Ida Fauziyah meminta mengoptimalkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sentra pencegahan Covid-19. BLK diarahkan untuk menggelar pelatihan dan produksi alat pencegahan penyebaran Covid-19 seperti masker.

Menurutnya, tidak seluruh BLK yang mendapat tugas ini. Di Indonesia, mulai dari UPTP milik Kemnaker RI dan UPT Milik Pemda,  hanya 77 BLK, termasuk salah satunya UPT BLK Lubuk Sikaping.

“Kita bersyukur, UPT BLK Lubuksikaping melalui kerjasama baiknya, ikut serta andil langsung membuat Masker ini,” ujar M.N Susilo.

Susilo berharap, dengan kegiatan ini diharapkan masker bisa dipergunakan warga disaat langkanya masker dan tingginya harga Masker di Pasaran.

“Jika sudah selesai di jahit, nanti kita akan sampaikan kepada Bupati Pasaman untuk diserahkan ke Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Gugus Tugas Covid 19, BPBD, PKK, DWP agar dibagikan ke warga,” jelas Susilo.

Sementara itu, Haryadi, Kepala UPT BLK Lubuksikaping menjelaskan, saat ini ada 77 BLK yang memiliki program kejuruan menjahit di Indonesia yang merupakan program APBN di Kemnaker RI.

Dengan rincian 14 BLK berstatus milik pemerintah pusat (UPTP) dan 63 BLK milik pemerintah daerah (UPTD). Balai latihan kerja UPTP dan UPTD yang memiliki kejuruan menjahit tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pembuatan masker. Sehingga bermanfaat dalam menghadapi wabah Covid 19 ini.

Lebih jauh Haryadi menjelaskan, BLK Lubuksikaping saat ini ikut serta melakukan pencegahan Covid melalui langkah-langkah konkrit seperti dengan pembuatan Masker tersebut.

 

Menurut Haryadi, hal ini mengikuti langkah langkah yang telah dilakukan oleh UPTP BLK Padang. BLK Padang telah melakukan uji coba pelatihan memproduksi 2200 masker. Dengan metode pelatihan serupa, BLK Lubuk Sikaping fokus kepada penjahitan masker melalui pemberdayaan alumninya.

Dalam prakteknya, kata Haryadi, tiap rombongan alumni ini terdiri dari 16 orang dan akan memproduksi minimal 25 masker sehari perorang.

“ Dengan kalkulasi 10 hari, diharapkan Alumni BLK Lubuk Sikaping menghasilkan 3.200 masker,” jelas Haryadi.

Untuk jangka panjang, Haryadi berharap tujuannya  tidak hanya membantu pencegahan penyebaran Covid-19, namun juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk membantu pengembangan akses produksi, sehingga muaranya meningkatkan kesejahteraan.

“Dalam proses pembuatan Masker di UPT BLK Lubuksikaping, ruangan worshop menjahit dilengkapi dengan pencuci tangan, hand sanitizer dan masker penutup mulut dan hidung bagi para penjahit ,” papar Haryadi.

Reporter: M. Afrizal

Facebook Comments

loading...