Masih Ada Penyandang Disabilitas Belum Terima Bantuan Terdampak Pandemi Covid-19

131
bantuan
Bantuan sebanyak 30 paket sembako secara simbolis diserahkan Nasrul Abit kepada Ketua PPDI Kota Padang Icun Suheldi di kediamannya, Jumat (15/5)

ARRUSNews – Menanggulangi dampak Virus Corona atau Covid-19, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit serahkan bantuan sembako kepada Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang, Jumat (15/5).

Bantuan sebanyak 30 paket sembako tersebut, langsung diserahkan  Nasrul Abit kepada Ketua PPDI Kota Padang Icun Suheldi di kediamannya  Perumahan Bumi Lareh Permai kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto tangah, Padang.

Mengiringi bantuan, Wagub Sumbar mengatakan,  dalam membantu sesama jangan berpedoman kepada data yang ada, karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh bantuan.

” Ternyata ada sebagian anggota PPDI belum menerima bantuan dari pemerintah. Apalagi bantuan ini sangat berarti bagi kaum disabilitas, di tengah pandemi Covid-19 yang semakin menganggu perekonomian masyarakat,” ucap Nasrul Abit melalui rilis Biro Humas Pemprov Sumbar, Jumat (15/5).

Dikatakan,  nasib kaum disabilitas di tengah pandemi Covid-19 ini sangat memprihatinkan. Tak banyak yang bisa dilakukan, kecuali hanya mempertanyakan hak sesuai undang-undang maupun Surat Edaran Menteri Sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) belum semua anggota disabel yang mendapat bantuan ini.

“Kita  prihatin masih ada masyarakat kita yang terdampak penanganan wabah covid 19, belum mendapat bantuan sosial terutama kawan-kawab disabel.

Wagub Sumbar berharap Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Sosial selalu ada perhatian dari semua pihak bisa disampaikan kepada kaum disabilitas

“Data disabelitas, tuna netra, tuna rungu dan lain-lain, ini tentu sudah ada di Provinsi agar  dilakukan verifikasi kembali dengan dinas sosial Kabupaten/Kota. Sehingga semuanya nanti dapat terayomi terbantu dalam berbagai terutama program PKH dan mereka membutuh sekali”, ujarnya.

Terkait itu, Ketua PPDI Kota Padang Icun Suhaldi menyampaikan, hampir semua anggota disabel merupakan keluarga miskin atau tidak mampu. Jumlah ada ribuan namun belum terdata secara baik.

“Lihatlah anak-anak disabel yang sedang dalam pendidikan, mereka rata-rata dari keluarga miskin tak mampu dan masih ada yang belum terdata PKH semua. Dan saat ini mereka belum menerima bantuan langsung tunai (BLT) itu,” ujar Icun.

Icun Suhaldi juga sampaikan, anggota disabel secara langsung banyak karena kami banyak bergerak pada usaha jasa informal, seperti pijat, pertukangan, tenaga seni dan bangunan.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini kami berharap mendapatkan bantuan sembako dan lainnya. Sehingga bisa bermanfaat bagi anggota kami,” paparnya.

Reporter: Rudi Cader

Editor     : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...