Masyarakat Sumani Terima Bantuan Sosial Terdampak Covid 19, Bupati Solok Minta Penjagaan Nagari Agar Efektif

345
Bantuan
Bupati solok H. Gusmal secara simbolis serahkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak Covid 19 melalui wali nagari Sumani, Kamis (7/5)

ARRUSNews – Sekitar 70 persen dari 1500 KK atau sebanyak 909 KK masyarakat nagari Sumani, menerima bantuan Sosial berupa beras kualitas premium dari Pemeritnah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat terdampak Covid 19 oleh Bupati Solok H. Gusmal, Kamis (7/5),

Ikut mendampingi Bupati, ketua PMI Kab. Solok yang juga istri bupati setempat, Desnadefi Gusmal, anggota DPRD Septrismen dan Dian Anggreini, serta Asisten II Medison, Kepala Dinas Sosial Yandra, kepala Barenlitbang Erizal, serta Camat dan Muspika Singkarak.

Mengiringi bantuan tersebut, Bupati Solok mengungkapkan keyakinanannya terhadap warga yang akan komplain dan kurang senang ketika bantuan Beras dibagikan. Karena itu, Bupati Gusmal mengingatkan pemerintah nagari Sumani agar mencatat saja kalau nanti ada yang datang menanyakan bantuan ini.

” Kita sudah bentuk tim yang akan menerima pengaduan atau usulan dari masyarakat nagari. Usulan ini juga akan dilaporkan kepada Pemprov dan pemerintah pusat,” sebut Gusmal.

Data
Untuk keterbukaan informasi serta akuntabilitas data dan bantuan, Bupati Solok H. Gusmal bersama Kepala Dinas Sosial Yandra mengamati data penerima Bansos yang ditempelkan kantor wali nagari Sumani dan ditanda tangani oleh Wali nagari setempat, Kamis (7/5)

Namun demikian, ia menyebutkan bantuan beras yang diberikan kepada 909 KK dari 1500 KK warga Sumani, berarti  sudah 70 persen masyarakat Sumani mendapat bantuan.

” Ini bantuan pertama bulan April yang diberikan pada bulan Mei. Bantuan tahap kedua nanti akan kita bagikan sebelum hari lebaran Idul Fitri,” jelasnya.

Dikatakan, beras yang dibagikan agar dipergunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Gusmal juga menyampaikan,  ada ocehan dari masyarakat,  bawah ini adalah beras Dolog dan kualitasnya kurang baik.

” Saya jamin beras ini kualitasnya baik karena saya sudah mengecek ke gudang dolog. Kalau beras Dolog biasa, kita tidak terima. Ini beras yang harganya sudah Rp 11.000 per kilo. pak Wali Nagari Tolong sampaikan kepada masyarakat,  bahwa ini beras yang berkualitas termasuk beras premium juga,” ungkap Bupati.

Beras
Petugas siap mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat sumani

Dikatakan, Pemkab Solok menyalurkan bantuan beras kurang lebih 57.000  KK. Kalau dikalkulasikan, sudah 70 persen kepala keluarga (KK) di kabupaten solok yang akan dibantu.

”  Yang akan kita bantu itu orang yang betul-betul terdampak, yaitu pekerjaannya ojek, ustad dan buruh harian,” jelas Gusmal.

Disisi lain, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, bupati Solok meminta kepada Wali Nagari, BPN, ketua KAN dan satuan tugas efektif nagari menjaga orang yang masuk kedalam nagari. Kalau tidak jelas orangnya,  tolong diproses orangnya dalam rangka mengamankan nagari Sumani dari penyebaran Covid 19.

Disamping itu, pihaknya juga memikirkan bagaimana warga terdampak diperhatikan oleh pemerintah daerah. Pemkab Solok, kata Gusmal, berhadapan dengan jumlah warga yang akan dibantu, karena itu data harus valid

Setentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua yang sudah diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2020, Gusmal mengingatkan banyak kegiatan yang dibatasi, terutama aktifitas pendidikan, semua sekolah ditiadakan namun siswanya tetap belajar dirumah.

” Namun demikian, hari ini kita sedikit gembira, karena pendidikan kita berada pada tingkat kelima di Propinsi Sumatera Barat,” terangnya.

Bupati Solok juga mengingatkan soal sholat Jumat, sholat berjamaah di masjid -masjid dan sholat tarawih, semua masih ditiadakan. Meskipun di daerah-daerah terisolir bisa dilakukan kajian-kajian baru. Pemkab Solok akan menentukan kebijakan tertentu pada daerah-daerah terisolir tersebut.

” Kita akan melakukan musyawarah dengan Forkopimda dan para mubalig dan MUI,” jelasnya.

Terhadap aktivitas pasar harus tetap diatur. Pesan dari pemerintah pusat,  pasar tidak boleh ditutup, tetapi di atur. Ada aturan pakainya,  kita arahkan kepada los -los pasar saja dan diatur jarak orang yang berdagang.

” Kemudian orang yang masuk pasar harus mengunakan masker, apakah pembelinya dan sebaliknya harus pakai masker,” jelas Bupati Solok.

Gusmal menyampaikan, berdialog harus barjarak. Semua aturan itu harus dilaksanakan oleh pemerintah Nagari dan pengurus pasar. Pasar harus disemprot 1 H menjelang beraktifitas. Kemudian memasang tempat tempat pencuci tangan setiap sudut. seterusnya yang dijual hanya kebutuhan pokok saja. Di luar itu tidak boleh. ” Ini yang dikatakan prinsip pelaksanaan PSBB,” ungkapnya.

Menyambut itu, wali nagari Sumani Masri Bakar menyampaikan upaya pemerintah nagari untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19. Pihaknya juga telah melaksanakan instruksi dan himbauan Bupati dalam penanganan Covid.

Pihaknya  juga memberikan himbauan kepada perantau agar menunda pulang kampung dulu. Namun dari data yamg diterima,  sudah 136 orang perantau yang pulang Kampung.

” Kepada mereka yang pulang kampung, kami minta untuk mengisolasi diri dirumah masing-masing,” jelas Masri Bakar.

Reporter : Aznul Hakim

Editor      : Melatisan

 

 

 

 

Facebook Comments

loading...