Melonjak Tajam, Jumlah Positif Covid 19 Sumbar Mencapai 121 Orang

632
Data
Data Pantauan Covid19 Sumbar

ARRUSNews – Mengejutkan, jumlah  pasien positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (27/4), melonjak menjadi 121 orang, menyusul terjadi penambahan sebanyak 19 orang. Seiring itu, ada  3  orang dinyatakan sembuh dan 3  orang meninggal dunia.

Kepala Biro Humas Setda. Prov Sumbar selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengungkapkan, data penambahan pasien positif berdasarkan hasil laboratorium fakultas kedokteran Unand yang secara marathon melakukan pemeriksaan sample swab yang rata-rata bisa sampai 300 sampel perhari, dipimpin oleh Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.

Dari Data Pantauan Covid 19 Sumbar, penambahan terbanyak masih berasal dari Kota Padang, yaitu 14  orang dari berbagai lokasi dan riwayat penularan.

Oleh karena itu, semua warga Kota Padang harus lebih peduli dan patuh lagi kepada protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah. Kemudian, dari Kabupaten Dharmasraya juga terkonfirmasi sebanyak 4 orang positif terinfeksi dan dari Kabupaten Tanah Datar yang juga positif terinfeksi covid-19 sebanyak 1  orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal merilis,  rincian penambahan pasien positif Covid-19 sebagai berikut.

Kota Padang

  1. Wanita 19 tahun, alamat Ampang kota Padang, pelajar, terpapar covid-19 dari orang yang sebelumnya telah terinfeksi. Sekarang dirawat di RS Semen Padang Hospital (SPH).
  2. Wanita 22 tahun, alamat di Ampang kota Padang, pelajar. Terinfeksi karena kontak dengan warga yang telah terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH.
  3. Wanita, anak-anak 11 tahun, pelajar, alamat di Lubuak Bagaluang Kota Padang. Terinfeksi karena kontak dengan orang yang telah dinyatakan positif sebelumnya. Dirawat di RS SPH.
  4. Wanita 45 tahun, alamat di Parak Karakah kota Padang, PNS. Terinfeksi karena kontak dengan rekan kerja di Pagambiran. Dirawat di RS SPH.
  5. Wanita 57 tahun, alamat di Ampang kota Padang. Wiraswasta. Terinfeksi dari orang yang sebelumnya juga telah dinyatakan terinfeksi. Dirawat di RS SPH.
  6. Wanita 60 tahun, alamat di Ampang kota Padang. Ibu rumah tangga yang terinfeksi karena kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH.
  7. Wanita 53 tahun, alamat di Banuaran kota Padang. ASN terinfeksi dengan orang yang positif covid-19. Dirawat di RS SPH.
  8. Pria 32 tahun, alamat di Lubuak Lintah, operator di salah satu SD Lubuak Lintah. Terinfeksi karena kontak dengan pasien yang telah positif sebelumnya. Dirawat di RS SPH.
  9. Wanita 60 tahun, alamat di Mato Aia, ibu rumah tangga. Kontak dengan yang telah terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH.
  10. Pria 41 tahun, tukang pijit, alamat di Koto Lalang kota Padang. Terinfeksi karena kontak (memijit) dengan pasien yang positif. Isolasi mandiri di rumah.
  11. Pria 59 tahun, Ulak Karang kota Padang, Pasien RS Hermina, meninggal dunia. Karena penyelenggaraan jenazahnya seperti biasa, maka proses tracking dilokasi tersebut telah dilakukan dan seluruh masyarakat yang pernah melayat, memandikan dan menguburkan jenazahnya, diharapkan mengkarantinakan diri selama 14 hari di rumah masing-masing. Kalau ada gejala kurang sehat, segera melaporkan diri ke petugas dan fasilitas kesehatan terdekat.
  12. Wanita 65 tahun, alamat Kuranji kota Padang, seorang Guru, do duga terinfeksi di Jakarta. Almarhumah pulang dari Jakarta sejak 23 April 2020 dan wafat tanggal 26 April 2020 di RS Universitas Andalas.
  13. Pria 49 tahun, alamat Flamboyan kota Padang, sopir Grab, terpapar karena kontak diatas mobil menbawa penumpang yang positif covid-19. Isolasi mandiri di rumah.
  14. Wanita 53 tahun, alamat di Taruko, pensiunan tenaga kesehatan. Terinfeksi dari anaknya yang pulang dari Bandung, namun anaknya tidak menunjukkan gejala, karena OTG. Dirawat di RSUD Rasyidin

Kabupaten Dharmasraya

  1. Pria 56 tahun, Kecamatan Tiumang, petani. Terpapar karena ikut acara di Makassar 22 Maret 2020 yang lalu. Isolasi mandiri di rumah.
  2. Pria 51 tahun, alamat di Pulau Punjuang, pedagang. Kasus terpapar di Makasar dan pulang tanggal 22 Maret 2020. Isolasi di rumah.
  3. Pria 62 tahun, alamat di Pulau Punjuang, pedagang. Terinfeksi di Makasar. Pulang tanggal 22 Maret 2020. Isolasi mandiri di rumah.
  4. Pria 55 tahun, alamat di Pulau Punjuang, pedagang. Pulang dari Makasar 22 Maret 2020. Isolasi di rumah.

Kabupaten Tanah Datar

Wanita 29 tahun, asal Panyalaian, ibu rumah tangga. Diduga ditularkan dari suaminya yang baru pulang dadi Jakarta seminggu yang lalu. Dirawat di RSUP M Jamil Padang.

Di sisi lain, sambung Jasman, ada pasien yang meninggal sebanyak 2 orang dan terkonfrimasi bahwa salah satu pasien RSUP M Jamil Padang yang beberapa hari lalu dilaporkan terinfeksi sepulang dari Pasar Lubuak Buayo Padang, turut meninggal dunia pada 27 April 2020 dan dimakamkan dengan protokol covid-19. Almarhum berasal dari Duku, pria 66 tahun pensiunan PNS.

“ Artinya, terhitung sejak kemarin, terdapat 3  orang warga Sumatera Barat meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19,” jelasnya

Sedangkan warga yang sembuh tercatat 3  orang, yaitu:

  1. Pria 31 tahun, alamat Pariaman Utara, pekerjaan brankerman IGD yang pernah kontak dengan pasien sebelumnya terkonfirmasi positif.
  2. Wanita 42 tahun, alamat Tarusan Pessel, tenaga kesehatan. Dirawat di RSUD M Zein Painan. Sekarang telah pulang ke rumahnya.
  3. Seorang wanita 42 tahun, alamat Tarusan, tenaga kesehatan juga. Pasien RSUD M Zein Painan. Telah pulang ke rumahnya.

Lebih lanjut, total pasien yang telah sembuh dari Covid-19 sampai hari ini ialah sebanyak 23 orang.

Rincian pasien positif Covid-19 di Sumbar secara keseluruhan yaitu 39 orang masih dirawat, 29 orang isolasi mandiri di rumah, 16 orang di berbagai pusat karantina, 14 orang meninggal dunia dan 23 orang sembuh.

Sementara, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ialah 338 orang dengan 48 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan seraya menunggu hasil laboratorium, sebanyak 285 orang dinyatakan negatif terinfeksi Covid-19, dan 11 orang tengah melakukan isolasi diri di rumah.

Total Orang Dalam Pemantauan (ODP) ialah sebanyak 7.654 orang dengan 498 orang masih berada dalam proses pemantauan dan 7.156 orang telah selesai pemantauan.

Disamping itu,  Kepala Biro Humas Setda. Prov Sumbar selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menginformasikan terjadi penurunan signifikan jumlah pendatang yang masuk ke Sumbar.

Berdasarkan laporan tim pemantau perbatasan, jelas Jasman, pada hari Senin, 27 April 2020, pendatang yang masuk ke Sumbar melalui 10 (sepuluh) pintu masuk telah mengalami penurunan yang sangat signifikan. Penurunan ini karena adanya larangan mudik dari pemerintah kepada masyarakat.

“ Boleh dikata, yang masuk ke sumbar hanya mobil yang membawa kebutuhan pokok, obat-obatan dan kebutuhan primer masyarakat lainnya. Kendaraan mobil umum tidak diperkenankan lagi masuk ke sumbar. Mari kita semua berdoa, semoga wabah pandemik covid-19 segera berakhir. Aamiin”, tutupnya.

Reporter: Rudi Cader

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...