PBM Dialihkan ke Rumah, Satpol PP Pesisir Selatan Razia Siswa Keluyuran

102
Sejumlah personil Pol PP Kabupaten Pesisir Selatan saat melakukan sosialisasi kepada pelajar disejumlah titik lokasi.
Sejumlah personil Pol PP Kabupaten Pesisir Selatan saat melakukan sosialisasi kepada pelajar disejumlah titik lokasi.

Merujuk instruksi bupati nomor: 420/518/DPK-Set.01/2020 tentang antisipasi virus Corona dengan menghentikan Proses Belajar Mengajar (PBM) siswa di sekolah selama dua pekan ke depan, Jajaran Satpol PP Pesisir Selatan  bakal rutin melakukan razia di seluruh kecamatan agar para siswa tidak keluyuran di tempat-tempat keramaian atau fasilitas umum lainnya.

“Kami fokus melakukan pemantauan dan penertiban sesuai instruksi bupati Pesisir Selatan, melakukan pengawasan terhadap pelajar yang bepergian ke tempat keramaian,  termasuk pada siswa tingkat SLTA sederajat,” ujar Kasat Pol PP dan Damkar Pessel, Dailipal di Painan, Sabtu (21/3).

Dikatakan, instruksi Bupati Pesisir Seletan efektif diberlakukan sejak tanggal 20 Maret hingga 2 April 2020 mendatang. Karena itu pihaknya bakal rutin melakukan razia dengan menurunkan 3 regu personil sebanyak 45 orang dan membagi menjadi tiga wilayah sasaran.

Dijelaskan, masing-masing regu berjumlah 15 orang. Untuk wilayah utara meliputi Kecamatan Tarusan, Bayang, Bayu, IV Jurai, dan Batangkapas. Untuk wilayah tengah, Kecamatan Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, dan Linggosaribaganti. Sedangkan wilayah selatan adalah Kecamatan Air Pura, Pancung Soal, Basa Ampek Balai Tapan, Rahul Tapan, Lunang, dan Silaut.

Terkait itu,  Kabid Trantibum Satpol PP dan Damkar,  Asril mengatakan, razia yang digelar saat itu lebih bersifat persuasif dan sosialisasi terkait surat edaran yang dikeluarkan Bupati Pessel Hendrajoni.

Ia mengaku, belum tentu semua pihak bakal memahami surat edaran tersebut dengan baik, karena itu perlu sosialisasi secara masif.

“Makanya tadi kami melakukan patroli, menyisir sejumlah tempat untuk mencari anak-anak yang masih sekolah dan melakukan himbauan agar menghindari keramaian dan tempat-tempat umum lainnya,” ucapnya.

Diakui, memang masih ada pelajar yang kedapatan di sejumlah tempat keramaian tanpa didampingi orangtua, namun langsung diminta untuk pulang ke rumah.

Menurutnya, masih ada sejumlah sekolah yang belum melaksanakan instruksi bupati dan ada pula yg baru menerapkannya sekarang.

” Terhadap pelajar yang terjaring telah kami berikan arahan dan pembinaan. Sementara dilapangan, kami juga berkoordinasi dengan Babinsa, Babinkamtibmas, pihak sekolah dan pemerintah kecamatan setempat. Mudah-mudahan besok sudah tidak adalagi yang keluyuran,” ujarnya.

Reporter : Okis Rockin

Editor     : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...