Penanaman Program PSR Kelapa Sawit Pola Kemitraan Dihadiri Wagub Jambi

penanaman
Penanaman Perdana Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) Pola Kemitraan Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani serahkan sertifikat Petani PIR Trans Bahar di Desa Panca Bakti, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi

ARRUSNews –  Penanaman perdana Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) Pola Kemitraan antara PT Perkebunan Nusantara VI dengan Koperasi  Produsen Bakti Nusantara Lima Enam  dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Abdullah Sani, M.Pd.I, Senin (1/9/2021).

Mengiringi penanaman perdana di Desa Panca Bakti, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi itu, Wakil Gubernur Jambi sekaligus  menyerahkan sertifikat Petani PIR Trans Bahar dihadapan Wakil Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Direksi PTPN 6 Nusantara Jambi, Kepala OPD terkait lingkup pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.

Terkait program itu,  Wakil Gubernur  H.Abdullah Sani mengatakan, penanaman Sawit menjadi penting karena komoditi ini merupakan budidaya perkebunan unggulan di Provinsi Jambi. Hal itu ditunjukkan dengan diusahakannya tanaman kelapa sawit di 8 Kabupaten yang ada di Provinsi ini.

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Abdullah Sani, mengandalkan komoditi Sawit untuk mensejahterakan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.  Sampai saat ini,  lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi seluas ± 1.041.434 Ha, tersebar pada 8  kabupaten, yang terdiri dari : Perkebunan Rakyat, Perkebunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Perkebunan Besar Swasta.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi Provinsi Jambi saat ini adalah Perkebunan Kelapa Sawit yang sudah memasuki usia peremajaan, terutama perkebunan plasma PIR- TRANS / PIRBUN yang tersebar di wilayah Provinsi Jambi yang jumlah totalnya seluas ± 112.000 hektar.

“ Setiap tahun permasalah ini akan terus mendatangi petani kelapa sawit. Karena dengan bergulirnya waktu, tentu kelapa sawit sisanya akan pula memasuki usia tua,” ujar Wagub.

Gubernur
Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani serahkan bantuan pengembangan pembibitan dan produksi ternak untuk Kabupaten Muaro Jambi

Disampaikan Wagub, pada tahun 2021 ini, dalam rundown target penanaman kelapa sawit pekebun yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Provinsi Jambi adalah meremajakan kelapa sawit seluas ± 18.000 Ha. Khusus di Kabupaten Muaro Jambi ini, ditargetkan tidak kurang dari 4.000 Ha harus diremajakan.

“Sesuai dengan Peraturan Direktur Utama BPDPKS Nomor:KEP-167/DPKS/2020 tanggal 28 Mei 2020,  tersedia dana hibah Rp. 30 Juta/Ha yang dapat dimanfaatkan petani kelapa sawit untuk meremajakan kebun kelapa sawit miliknya,”Sebut Abdullah Sani.

Diterangkan, semenjak dicanangkannya peremajaan sawit rakyat di Provinsi Jambi, telah disalurkan dana peremajaan  senilai Rp.411 miliar dengan luas 15.713 Hektar. Dana ini masuk ke rekening masing-masing petani dan dikelola serta dilaksanakan langsung oleh kelembagaan petani yang bersangkutan.

“ Di Kabupaten Muaro Jambi, telah disalurkan dana peremajaan kelapa sawit senilai Rp.60 miliar dengan luas 2.256 hektar, yang telah dimanfaatkan oleh 9 kelembagaan petani dan dipergunakan untuk meremajakan kebun kelapa sawit miliknya sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan,”lanjutnya.

Wagub Jambi menjelaskan, target peremajaan sawit di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2021 seluas 4.000 dokumen, yang masuk dalam sistem  seluas 1.414 hektar.

“Dalam model pemanfaatan dana tersebut, Pemerintah telah menetapkan bahwa dana tersebut dapat dikelola secara mandiri oleh kelembagaan petani ataupun dikelola bersama perusahaan perkebunan dalam konsep kemitraan petani. Pola peremajaan kelapa sawit dengan kemitraan  pelaku usaha inilah yang sekarang ini sedang kita laksanakan melalui Kemitraan Koperasi Produsen Bakti Nusantara Lima Enam dengan PT Perkebunan Nusantara VI, dimana kemitraan ini akan melaksanakan peremajaan pada anggota kelembagaan koperasi di areal seluas 55,4762 Ha  dengan nilai Rp.1,6 miliar,” pukasnya.

Abdullah Sani lantas mengharapkan, melalui penanaman kemitraan diharapkan pelaksanaan peremajaan kelapa sawit  akan lebih baik, sehingga akan mampu meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit.

“Selain itu, melalui penanaman Sawit kemitraan ini akan mampu mengembangkan proses refleksi diri, meningkatkan proses penguatan kemampuan, dan proses pengembangan modal sosial, sehingga mitra tersebut menjadi masyarakat yang komunikatif,”bebernya.

Reporter: Diskominfoprov

 

Facebook Comments

Artikel sebelumyaTim Opsnal Polsek Siak Hulu Tangkap Kelompok Pengguna Narkoba, 4 Orang Melarikan Diri
Artikel berikutnyaBPNB Sumbar Gelar Kegiatan Menelusuri Jejak Budaya di Jalur Rempah Sawahlunto Bersama Generasi Muda