Penemuan Mayat di Jalan Menuju Kebun, Kagetkan Warga Batu Palano Selayo

Mayat
Sosok mayat laki-laki yang diketahui bernama Anwar ditemukan tertelentang di jalan menuju kebun Parak Cangkeh, Batu panano. Selayo, Kabupaten solok, Sabtu (21 Agustus 2021)

ARRUSNews – Penemuan mayat laki-laki dengan kondisi telentang dan mulut mengeluarkan darah di jalan Parak Cangkeh, Jorong Batu Palano, bikin kaget warga Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Identitas mayat yang kemudian diketahui bernama Anwar (65) tersebut, awalnya ditemukan seorang petani Parjiman (42), kemudian melaporkannya kepada kepala Jorong Batu Palano,
Okta Muliadi (33), Sabtu (21Agustus 202) sekira pukul 15.30 Wib sore.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, begitu melihat sosok mayat tertelentang di jalan, saksi Parjiman langsung menghubungi kepada Jorong Batu Palano, Okta Muliadi tentang adanya seseorang tertelentang di jalan menuju ladang/kebun di Parak Cengkeh, Jorong Batu Palano Nagari Selayo.

Begitu melihat kondisi korban yang mengeluarkan darah pada bagian mulut, kedua saksi langsung menghubungi Polisi Polsek Kubung.

Mendapat informasi tersebut, petugas Polsek Kubung bersama Bidan datang ke TKP untuk melakukan pengecekan terhadap Korban yang ternyata sudah tidak bernyawa.

Terhadap kasus penemuan mayat Anwar ini, Kapolres Solok AKBP Apri Wibowo, SIK,SH melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Yudha Ersanda dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan Paur Humas Polres Solok menyebutkan, pihak Unit Identifikasi Polres Solok telah melaksanakan olah Tempat kejadian Perkara ( TKP) penemuan mayat Anwar di Parak cengkeh Jorong batu palano.

” Informasi yang didapat pihak keluarga, korban Anwar memang sering ke ladang walau dalam keadaan sakit. Pihak keluarga mengaku sudah sering melarang korban untuk tidak pergi ke ladang,” terang Kapolres Solok.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban diduga meninggal dunia karena serangan jantung karena korban mempunyai riwayat penyakit Stroke.

” Ketika pulang dari ladang/ kebun, korban tergelincir karena jalan licin akibat sedang hujan,” jelas Kasat Reskrim Polres Solok.

Kasat Reskrim Iptu Rifki Yudha Ersanda memastikan tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan pada korban. Pihak keluarga juga tidak menyetujui korban dibawa ke rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan visum et repertum.

” Penolakan dari keluarga korban telah dibuatkan surat pernyataan tidak dilakukan otopsi yang di tanda tangani pihak keluarga,” sebut Iptu Rifki Yudha .

Reporter: Ismardi.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaLanggar Kode Etik, Badan Kehormatan Rekomendasikan Dodi Hendra Berhenti Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok
Artikel berikutnyaSertijab Kapolres Solok: AKBP Azhar Nugroho Digantikan AKBP Apri Wibowo