Perkuat Pengawasan Tingkat Jorong dan Nagari, Gugus Tugas P2PC Kabupaten Solok di Evaluasi

340
Rapat
Rapat evaluasi tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid 19 Kabupaten Solok

ARRUSNews – Penyebaran pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) sudah sangat menghawatirkan. Kondisi ini menjadi bahasan utama dalam rapat evaluasi gugus tugas percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 (P2PC) kabupaten Solok, Rabu (15/4) di ruang Solok nan Indah Arosuka.

Dipimpin Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, rapat itu juga dihadiri oleh Dandim 0309 Letkol Arm. Reno Triambodo, Kapolres Arosuka AKBP Azhar Nugroho, Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, Sekda Kab. Solok Aswirman, para asisten, Kepala Dinas dan camat se Kab. Solok.

Yulfadri Nurdin dalam kapasitasnya sebagai ketua Posko Utama Gugus Tugas P2PC kab. Solok membentangkan upaya penanganan covid-19 saat ini yang paling efektif adalah melalui upaya pencegahan.

Hal itu diasumsikan, karena secara ilmu dan teknologi, Indonesia masih kalah dengan negara maju  yang lebih dulu terpapar Corona.  “Di Negara  maju saja, mereka sudah kewalahan dalam menangani Covid-19 ini. Indonesia yang teknologinya masih kalah dari Negara tersebut, tentu lebih mengedepankan upaya pencegahan dengan melakukan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat,” kata Yulfadri Nurdin.

Ia menyebutkan, meski saat ini belum ada warga kabupaten Solok yang positif Covid-19,  namun bukan tidak mungkin beberapa hari kedepan, Kabupaten Solok juga akan masuk zona merah.

Kondisi itu  dipicu oleh posisi kabupaten Solok yang merupakan daerah penyangga dari Kota Padang yang sudah masuk zona merah. Belum lagi arus perantau yang pulang kampung ke kabupaten Solok dari berbagai daerah yang hingga saat ini sudah mencapai 5.422  orang.

“Kita belum siap jika ada warga yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Solok, jika persiapan dan perencanaan yang kita lakukan tidak matang. Kita akan optimalkan dan efektifkan SDM kita untuk pelaksanaan pencegahan covid-19,” kata Wabup.

Untuk mengefektifkan upaya pencegahan tersebut, kata Wabup, Bupati Solok telah menerbitkan kembali instruksi terkait pembentukan pos pemantauan pendatang yang difokuskan di jorong, nagari dan kecamatan.

Di samping melakukan pendataan dan pengawasan terhadap para pendatang/perantau yang datang dari berbagai daerah, pos ini memastikan bahwa para perantau yang datang tersebut mengikuti protocol penanganan covid19 dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari atau dikarantina di fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

“Pos ini juga diminta untuk melaporkan hasil pengawasannya secara berjenjang dari jorong hingga ke gugus tugas P2PC-19 Kabupaten Solok,” bebernya.

Evaluasi
Rapat evaluasi tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid 19 Kabupaten Solok

Sementara itu, Dandim 0309 Solok Letkol ARM. Reno Triambodo dalam kapasitasnya sebagai wakil ketua Gugus Tugas penanganan covid-19 Kabupaten Solok  menyebutkan Banyak tantangan yang akan dihadapi kedepan yang membutuhkan sinergi dan kebersamaan dalam penanganan.

Kondisi itu diperparah akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan.

Ia menilai, masih banyak warga yang tidak mengindahkan himbauan dan seruan yang disampaikan oleh pemerintah daerah dan MUI kabupaten Solok.   “Untuk sekarang tidak ada main-main lagi. Kita tinggal menunggu bom waktu. Makanya saat ini kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi persoalan terburuk yang terjadi,” tegas Dandim.

Dandim menyebutkan, Jika nantinya kabupaten Solok juga harus melaksanakan Pembatasana Sosial Berskala besar (PSBB), Gugus Tugas P2PC harus memikirkan bagimana keberlangsungan hidup masyarakat, terutama pemenuhan pangan keluarga. “Kita semua juga harus konsisten dengan komitmen yang telah kita sepakati bersama. Ini menuntut keseriusan semua pihak dalam menghadapi persoalan ini,” ucap Letkol Arm. Reno Triambodo.

Searah dengan itu, Kapolres Solok Kota AKBP Ferri Suwandi S.Ik mengatakan, dibutuhkan tim yang kuat dalam memutus rantai cocid-19 ini, termasuk tim medis dan tim penanganan jenazah jika nantinya ada warga yang meninggal dengan indikasi covid-19. Perlu adanya catatan identitas dan riwayat perjalanan sebagai data penelusuran kontak orang terkait demi memutus rantai penularan “Kita juga akan perketat pemantauan terhadap ODP yang ada di wilayah Solok. Lakukan himbauan bagi masyarakat agar tidak panik jika ada masyarakat kita yang berkemungkinan memiliki gejala covid-19,” kata Ferry.

Ia menegaskan, untuk pelaksanaan PSBB, akan lakukan kajian kebutuhan untuk melaksanakannya.  Sebab, dengan pelaksanaan PSBB tersebut nantinya Gugus tugas akan bekerja lebih keras lagi untuk melakukan razia bagi masyarakat yang masih beraktivitas. Razia tersebut tak cukup hanya dilakukan oleh TNI/Polri saja, tetapi semua pemangku kepentingan mulai dari Jorong.

PSBB butuh penegasan kebijakan karena berbatasan langsung dengan kota Padang. Namun ia meminta jangan ada blokir jalan, karena akan mengganggu arus transportasi logistik masyarakat. “Kalau dilakukan PSBB artinya kita harus dilakukan razia tiap hari. Tak bisa hanya dilakukan oleh TNI/Polri saja. Tapi semua elemen harus turun. Ini butuh komitmen bersama,” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Arosuka AKBP. Azhar Nugroho menghimbau seluruh jajaran masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan terkait covid-19 ini, terutama jika nanti ada masyarakat daerah ini yang meninggal dunia dengan gejala yang mengarah ke covid-19.

“Kita akan berikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada yang menolak pemakaman jenazah di wilayah kita jika sudah memenuhi protokol penanganan yang ada,” beber AKBP Azhar.

Selaku aparat, pihaknya akan selalu mengawal dan menyediakan tempat penguburan covid-19 jika nanti memang ada dan dibutuhkan. “Kami juga akan memastikan tidak adanya penutupan akses jalan agar pendistribusian pangan dan bantuan tetap berjalan lancar, kecuali jika nanti PSBB diberlakukan maka akses masuk ke daerah akan diperketat,” bebernya.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...