Psikopat, Apaan Sih?

psikopat
Mengenal istilah Psikopat. (Foto: istimewa/alodokter)

ARRUSNews – Kita selalu mendengar istilah Psikopat, tetapi sering bertanya-tanya tentang makna istilah kedokteran tersebut.

Psikopat, apaan sih? Bagaimana pengertiannya?

Dikutip dari alodokter.com, psikopat menggambarkan seseorang yang tidak memiliki emosi, perasaan, dan hati nurani. Meski sering digunakan, psikopat bukanlah istilah medis yang tepat untuk kondisi ini, melainkan gangguan kepribadian antisosial.

Seorang psikopat dapat bersikap gegabah, merusak, dan kasar terhadap orang lain tanpa merasa bersalah. Kendati demikian, seorang psikopat juga bisa penuh perhitungan dalam bertindak dan tak jarang terlihat karismatik juga menawan.

Alodokter.com menuliskan, psikopat tidaklah sama dengan sosiopat, meski kedua kondisi ini termasuk ke dalam kelompok gangguan kepribadian antisosial.

Orang yang psikopat tidak dapat merasakan emosi. Empati yang ditunjukkan oleh seorang psikopat hanyalah pura-pura, yaitu dengan mempelajarinya dari respons orang lain.

Sedangkan, orang yang sosiopat masih dapat merasakan empati terhadap orang lain, tetapi mengabaikan norma-norma sosial dan cenderung lebih impulsif serta semena-mena. Dibandingkan dengan psikopat, seorang sosiopat lebih mudah gelisah.

Penyebab Psikopat

Belum diketahui secara pasti penyebab seseorang bisa menjadi psikopat. Namun, kondisi ini diduga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan, seperti:

  • Memiliki gangguan kepribadian saat kanak-kanak
  • Mengalami kekerasan, pelecehan, atau penelantaran saat kanak-kanak
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan kepribadian antisosial atau gangguan perilaku dan mental lainnya
  • Memiliki kecanduan alkohol
  • Berjenis kelamin laki-laki

Menurut penelitian, adanya kelainan pada struktur otak yang mengatur emosi juga dapat menyebabkan seseorang menjadi psikopat. Kelainan ini dapat terjadi akibat kecacatan atau cedera selama masa perkembangan otak.

Kelainan tersebut bahkan juga dapat menyebabkan perubahan fungsi dasar tubuh. Sebagai contoh, ketika melihat darah atau kekerasan, orang umumnya akan mengalami jantung berdebar, napas menjadi lebih cepat, dan telapak tangan berkeringat. Namun, seorang psikopat justru akan merasa lebih tenang ketika melihat hal-hal tersebut.       

Gejala Psikopat

Gejala psikopat merujuk pada gejala gangguan kepribadian antisosial. Seseorang umumnya dapat dikatakan sebagai psikopat jika memiliki gejala berikut ini:

  • Sangat mudah marah
  • Memiliki sikap arogan atau terlalu percaya diri
  • Memiliki sikap agresif dan suka melakukan tindak kekerasan
  • Memiliki perilaku yang bertentangan dengan norma sosial
  • Mengabaikan atau melanggar hak orang lain
  • Tidak mampu membedakan antara benar dan salah
  • Tidak menunjukkan rasa penyesalan dan empati
  • Sering berbohong
  • Tidak segan memanipulasi atau menyakiti orang lain untuk mendapatkan keinginannya
  • Berulang kali melakukan tindak kriminal
  • Tidak peduli terhadap tanggung jawab

Selain itu, seseorang psikopat biasanya juga sudah menunjukkan gejala gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun, seperti:

  • Memiliki sikap kasar terhadap orang lain dan hewan
  • Suka merusak barang
  • Sering melakukan kecurangan
  • Suka mencuri
  • Melakukan pelanggaran hukum yang serius

Perlu diingat, seseorang bisa saja memiliki beberapa perilaku di atas meski bukan seorang psikopat. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater).

Meski gangguan kepribadian antisosial umumnya terjadi seumur hidup, pada beberapa kasus, gejala-gejala tertentu dapat mereda seiring waktu. Namun, tidak diketahui ini terjadi karena pertambahan usia atau peningkatan kesadaran diri terhadap konsekuensi melanggar peraturan.

Gejala psikopat biasanya mencapai tingkat parah saat penderita berusia belasan hingga awal 20-an dan di kasus tertentu dapat mereda saat penderita mencapai usia 40-an.

Kapan harus ke dokter

Seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial, seperti psikopat, umumnya tidak merasa bahwa dirinya memiliki gangguan perilaku. Akibatnya, jarang dari mereka yang melakukan pemeriksaan ke dokter terkait kondisi ini.

Kendati demikian, terkadang beberapa orang dengan gangguan kepribadian antisosial merasa perlu memeriksakan diri ke dokter karena gejala tertentu yang dialaminya, seperti mudah marah (anger issue) atau kecanduan obat-obatan.

Oleh karena itu, jika Anda atau orang yang Anda kenal menunjukkan gejala psikopat seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika telah berusia 18 tahun ke atas, lakukan pemeriksaan ke psikiater atau psikolog. Pananganan medis yang tepat dapat menghindarkan psikopat dan orang-orang di sekitarnya dari bahaya.   

Diagnosis Psikopat

Diagnosis psikopat baru dapat dilakukan saat orang yang dicurigai memiliki kondisi ini telah berusia 18 tahun. Diagnosis juga baru bisa diberikan dengan catatan pasien memiliki riwayat gangguan perilaku sebelum berusia 15 tahun.

Pada proses diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai keluhan dan gejala yang dialami. Pasien dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin akan kesulitan menjelaskan kondisinya. Oleh karena itu, dokter juga akan meminta bantuan kepada keluarga atau kerabat pasien untuk memberikan informasi tambahan yang diperlukan.

Selain gejala yang dialami, diagnosis psikopat juga akan ditentukan berdasarkan hal-hal berikut ini:

  • Hasil pemeriksaan psikologi terkait pemikiran, perasaan, pola perilaku, serta hubungan pasien dengan orang lain
  • Riwayat kesehatan pasien dan keluarga, untuk memastikan apakah pasien pernah mengalami gangguan mental lainnya

Pasien baru dapat didiagnosis sebagai psikopat jika memiliki tiga atau lebih gejala gangguan kepribadian antisosial yang terjadi sejak usia 15 tahun dan bukan disebabkan oleh kondisi lain, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.

Pengobatan Psikopat

Pengobatan psikopat tergantung pada tingkat keparahan kondisi, situasi, dan kesediaan pasien menjalani pengobatan. Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan, yaitu:

Psikoterapi

Psikoterapi dapat digunakan untuk mengelola rasa marah dan tindak kekerasan, menangani kecanduan alkohol atau zat terlarang, dan menangani gangguan mental lainnya.

Terapi ini dilakukan dengan membimbing pasien agar mengerti tentang kondisi yang dialami dan pengaruhnya terhadap kehidupan serta hubungannya dengan orang lain. Psikolog atau pskiater akan membuat rencana bimbingan yang sesuai dengan gejala yang pasien alami dan tingkat keparahannya.

Beberapa jenis psikoterapi yang dapat dilakukan adalah:

  • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy), untuk membantu pasien mengendalikan kondisi dengan mengubah cara pikir dan perilaku yang negatif menjadi positif
  • Terapi berbasis mentalitas (mentalization-based therapy), untuk membantu pasien memahami bagaimana kondisi mental memengaruhi perilaku
  • Terapi psikodinamika, untuk meningkatkan kesadaran pasien terhadap pikiran dan perilaku negatif dan impulsif

Psikoterapi tidak selalu efektif untuk menangani psikopat, terutama jika gejala yang dialami cukup parah dan pasien tidak merasa memiliki kondisi tersebut sehingga tidak bersedia untuk menjalani pengobatan.

Konseling kelompok

Konseling kelompok merupakan tipe terapi sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan emosional dan psikologis pasien, serta meningkatkan kemampuan pasien untuk tidak mudah menyinggung perasaan orang lain saat berinteraksi.

Konseling dapat dilakukan dalam kelompok besar maupun kecil dengan memecahkan suatu masalah secara bersama-sama guna menciptakan lingkungan yang saling membantu.

Konseling kelompok umumnya disarankan untuk dilakukan selama 18 bulan, karena pasien perlu waktu yang cukup untuk membuat perubahan dalam diri dan melatih kemampuannya.

Obat-obatan

Gangguan kepribadian antisosial sebenarnya tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Namun, dokter dapat meresepkan obat tertentu untuk meredakan gangguan mental lainnya yang mungkin muncul bersamaan dengan kondisi ini, seperti depresi, gangguan kecemasan, atau sifat agresif (mudah marah).

Dokter juga biasanya akan menggabungkan pemberian obat-obatan dengan psikoterapi untuk menangani psikopat.

Perlu diketahui, gangguan kepribadian antisosial, termasuk psikopat, sangat sulit untuk disembuhkan. Akan tetapi, pengobatan dan pemantauan jangka panjang dapat meredakan gejala.

Komplikasi Psikopat      

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat dialami seorang psikopat:

  • Melakukan pelecehan atau penelantaran pada anak atau pasangan
  • Kecanduan alkohol atau zat terlarang
  • Melakukan tindak kriminal yang menyebabkannya masuk penjara
  • Memiliki kecenderungan untuk membunuh atau justru bunuh diri
  • Menderita gangguan mental lainnya, seperti depresi atau gangguan kecemasan
  • Memiliki status sosial dan ekonomi rendah
  • Kematian dini, umumnya akibat tindak kekerasan

Pencegahan Psikopat 

Belum ada cara pasti untuk mencegah seseorang menjadi psikopat, terutama pada orang yang memamng memiliki faktor risiko. Upaya terbaik yang bisa dilakukan adalah mendeteksi kondisi ini sedini mungkin dan memberikan penanganan secepatnya sebelum terjadi tindakan yang membahayakan orang lain.

Sumber: alodokter.com

 

Facebook Comments