Pulang Kampung Berombongan, Perantau Paninggahan Bakal Dikawal Gugus Tugas Covid 19 Solok

1564
Rapat
Wakil Bupati Yulfadri Nurdin dalam kapasitasnya sebagai ketua Posko Utama Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid 19 kab. Solok lakukan rapat mendadak terkait kepulangan para perantau Paninggahan,Kamis (16/4).

ARRUSNews – Perantau asal nagari Paninggahan, kabupaten Solok, dipastikan pulang kampung secara berombongan melalui jalur darat. Dengan menggunakan 4 unit umum, kepulangan perantau dari Tangerang, Provinsi Banten itu praktis menumbuhkan kekhawatiran  terhadap penyebaran virus corona.

Atas alasan itu,  Tim Posko Utama Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid 19 (P2PC) Kabupaten Solok melakukan  rapat mendadak di ruang Asisten Koordinator (Askor) Bidang Pemerintahan Kab. Solok, Kamis (16/4).

Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Solok yang sekaligus ketua Posko Utama Gugus Tugas P2PC dihadiri Sekda Aswirman, Asisten Pemerintahan Edisar dan Asisisten Ekbangkesra Medison serta sejumlah Kepala SKPD, membahas proses pengawalan sebanyak 99 perantau Paninggahan yang berdomisili di daerah yang dikhawatirkan sebagai pandemi corona.

Saat rapat tim Posko Utama Gugus Tugas P2PC belangsung,  rombongan perantausudah bergerak dari pelabuhan Bakauheni. Diperkirakan para perantau tersebut tiba di Solok sekitar Jumat sore (17/4).

” Kepulangan perantau Paninggahan ini harus mendapat pengawalan khusus, agar tidak menimbulkan dampak kesehatan terhadap masyarakat di nagari Paninggahan dan daerah ini,” sebut Wakil Bupati Yulfadri Nurdin.

Bukan berarti pengawalan kepulangan para perantau sebagai bentuk kekhawatiran yang berlebihan. Tetapi Wabup Yulfadri menyebutkan, kondisinya kesehatan perantau ini  tidak diketahui. ” Mudah-mudahan mereka sehat semua. Namun demikian, harus ada kewaspadaan,” papar Yulfadri Nurdin.

Tim
Wakil Bupati Yulfadri Nurdin dalam kapasitasnya sebagai ketua Posko Utama Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid 19 kab. Solok lakukan rapat mendadak terkait kepulangan para perantau Paninggahan,Kamis (16/4).

Rapat yang dikembangkan dalam bentuk sharing informasi, termasuk meminta pendapat  pihak kecamatan Junjung Sirih, disepakati rombongan perantau yang pulang melalui jalan darat akan dikawal dengan forider mulai dari Batas kecamatan Sei Lasi hingga  Paninggahan.

Disebutkan Yulfadri Nurdin, begitu sampai di nagari Muaro Pingai, perantau diterima di depan masjid AlKautsar. Disana Gugus Tugas P2PC bersama pemerintah kecamatan dan nagari menyiapkan 5 tenda penerimaan oleh petugas

”  Petugas akan memeriksa satu persatu. Petugas menggunakan peralatan sesuai SOP dan disiapkan 2 ambulan kalau kemungkinan ada yang akan dirawat,” jelas Wabup Solok.

Selesai pemeriksaan kesehatan, semua perantau akan diberikan arahan untuk dilakukan isolasi atau karantina selama 14 hari yang tempatnya disiapkan oleh Camat dan WN.

Petugas juga akan melakukan penyemprotan disinfektan kepada 4 unit bus yang membawa perantau pulang kampung, termasuk menyemprot Masjid serta lokasi penerimaan perantau.

Selanjutnya, pengawalan terhadap perantau dengan menggunakan protokoler kesehatan, termasuk tim karantina Kabuaten akan memfasilitasi penyiapan Karantina.

” Malam ini (Kamis) pemerintah kecamatan Junjung Sirih segera melanjutkan rapat dengan Forkopimcam dan  Wali Nagari serta lembaga terkait,” ujarnya

Atas protokoker pengawasan terhadap perantau itu, petugas yang terdiri dari unsur Dinkes, BPBD, TNI/POLRI,  Dishub dan Satpol PP, akan turun ke lokasi pos pemeriksaan Perantau saat perantau tiba di lokasi pengawasan.

” Perlakuan yang sama juga berlaku bagi perantau yang pulang bersama dengan bis dan berasal dari daerah pandemi zona merah,” sebut Yulfadri Nurdin.

Disisi lain, Asisten Ekbangkesra Medison juga mrngingatkan pihak nagari Paninggahan dan kecamatan

Junjung Sirih agar melakukan pendataan tentang nama, rumah dan keluarga perantau. ” Kita juga persiapkan skenario karantina perantau di SD 06 Paninggahan. Apapun kebutuhan karantina alan dipenuhi, termasuk membuat dapur umum,” jelas Medison.

Sementara itu, jumlah perantau Kabupaten Solok yang berasal dari 74 nagari, sampai Kamis (16/4) sore, sudah mencapai 6.003 orang. Jumlah perantau ini meningkat 179 orang dari data sebelumnya sebanyak5.824 orang. ” Dalam situasi pandemi corona ini, kita harap perantau yang pulang kampung mau melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kita meminta dunsanak kita itu mematuhi protokoler kesehatan yang disampaikan pemerintah,” sebut Kabag Humas Syofiar Syam.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...