Pulang Kampung, Perantau Asal Solok Masuk Karantina di Padang Besi

622
Karantina
Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin bersama Forkopimda dan kepala SKPD memberi pengarahan kepada para perantau asal Paninggahan yang di karantina di mess BKPSDM Provinsi Sumbar di Padang Besi, Jum'at (17/4) malam. (Foto: Istimewa)

ARRUSNews Urung di terima dengan protokoler kesehatan di Kabupaten Solok, sebagaimana hasil rapat tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid 19 (P2PC) setempat, seratus lebih perantau asal Paninggahan, akhirnya di inapkan di Padang Besi.

Para perantau langsung masuk Mess Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Barat (Sumbar) di Jalan Raya Padang Besi, Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Sebelumnya, ketika bus yang membawa perantau memasuki wilayah Solok, bus langsung diberhentikan oleh tim gabungan dari Dishub, Kodim 0309 Solok dan Satlantas Polres Kota Solok. Keempat unit bus langsung diarahkan ke BPSDM di Kota Padang dan dikawal oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Rombongan perantau yang tiba di Padang secara bergelombang dengan menggunakan 4 unit bus . Dua bus pertama datang lebih awal dengan mengangkut 58 orang dan dua bus berikutnya mengangkut 60 orang, tiba pada pukul 20.00 WIB, Jumat (17/4).

Begitu sampai dikomplek BKSDM Provinsi Sumbar di Padang Besi,  hujan lebat mengguyur Kota Padang. Namun Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dipimpin Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin sengaja datang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memberi pengarahan terkait tujuan dan aturan  yang wajib dipatuhi oleh para perantau selama masa pandemi Covid-19.

” Semua perantau langsung dibawa ke Padang. Kondisi kesehatan mereka akan dipantau. Jika kondisi baik dan tidak tertular virus, kereka akan  pulang segera. Tapi jika  ada gejala Covid 19,  akan diisolasi selama 14 hari,” terang Yulfadri.

Perantau
Sebagian perantau asal Paninggahan Solok mendengarkan arahan dari wakil Bupati Solok dan Forkopimda saat memasuki kaantina di Padang Besi, Jumat (17/4) malam. (Foto: Istimewa)

Disebutkan, kebanyakan perantau berdomisili di daerah pandemi, seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok. Makanya mereka harus dikarantina sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing.

Para perantau tersebut nantinya akan menjalani rapid tes dan tes swab jika memungkinkan. Setelah selesai karantina, sesuai waktu yang ditentukan, maka perantau akan difasilitasi kembali ke kampung halamannya.

Di kampung, mereka juga harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Gugus tugas Covid-19 di nagari pun akan mengawasi mereka. Ini tujuannya untuk memutus mata rantai penularan virus.

“Proses karantina ini harus dipatuhi, karena ini prosedur yang sudah disepakati. Kami dari Pemkab Solok juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Sumbar, karena sudah memfasilitasi kami dalam memberikan pelayanan pada para perantau,” terangnya.

Dinformasikan, para perantau menempati dua gedung di Balai Diklat Padang Besi. Tempat karantina perantau tersebut berada di  Gedung Merah Putih dengan kapasitas sekitar 40 kamar dan gedung Saiyo 20 kamar.

Wabup Solok Yulfadri Nurdin berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar yang telah menyiapkan segalanya untuk kepentingan warga Solok.

Bagi perantau yang sudah diperiksa dan dipastikan aman dari virus Covid-19, akan diperbolehkan pulang dan diharapkan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. Namun bagi mereka yang memiliki gejala harus menjalani karantina di Balai Diklat Padang Besi hingga kondisi mereka pulih.

Reportr: Aznul Hakim

Editor  : Melatisan

Facebook Comments

loading...