Pusat Kota Solok “Hampa”, Seluruh Akses ke Pasar Raya Disumbat

689
sepi
Kawasan jantung kota Solok di depan pasar raya Solok terlihat sepi karena penutupan pasar guna sterilisasi dan pemutusan penyebaran Covid-19 di kota itu

ARRUSNews – Pusat Kota Solok dalam sekejap terasa”hampa”. Seluruh akses menuju pasar raya disumbat Satgas Penegak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyusul ditutupnya  Pasar Raya Solok selama dua hari ke depan.

Langkah itu ditempuh guna  memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid 19 di kota berjuluk serambi Madinah tersebut. Hari pertama penutupan pasar, Sabtu (2/5) sejumlah akses yang menjadi pintu masuk ke Pasar Raya Kota Solok ditutup dan dijaga aparat keamanan.

Sementara di gerbang utama menuju jalan lingkar Koto Panjang yang biasa menjadi lokasi pedagang penjual kebutuhan pokok seperti Ikan, ayam dan sayur,  terlihat ditutup pagar seng dari arah Air Mati maupun dari depan RTH taman Syeikh Kukut.

PSBB
Dua unit mobil damkar terlihat melintang untuk menutup akses menuju pasar raya solok selama proses sterilisasi dua hari ke depan

Nyaris semua toko dan lapak yang ada di kawasan pasar, di jantung Kota Solok tersebut tutup. Jalan yang biasanya macet juga terlihat sepi. Pemerintah setempat memang ingin memastikan proses sterilisasi di pusat perbelanjaan tersebut berjalan lancar.

Wakil Wali Kota Solok sekaligus Ketua Satgas Penegak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Reinier, meninjau langsung sterilisasi Pasar Raya Kota Solok yang akan disemprot dengan disinfektan, Sabtu (2/5). Turut mendampingi, Anggota DPRD Kota Solok Leo Murphy dan Irwan Sariijn.

Sepi
Kawasan Simpang Surya jalan Air Mati Kota Solok juga terlihat sepi

Reinier menyebutkan, sterilisasi Pasar Raya Kota Solok adalah sebuah upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat, karena memang pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat saat ini semakin meningkat.

Penutupan pasar selama dua hari, Sabtu (2/5) dan Minggu (3/5) ini juga telah melalui berbagai pertimbangan, mengingat Pasar Raya Kota Solok semakin hari semakin ramai, dinilai akan sangat berisiko terjadinya penyebaran wabah Covid-19.

Dari hasil analisa Pemerintah Kota Solok, Pasar Raya Kota Solok saat ini menjadi tumpuan dari pasar-pasar satelit yang ada di sekitar Kota Solok yang telah tutup.

“Oleh karena itulah, kami mengambil keputusan berani untuk benar-benar melindungi masyarakat. Kita tidak ingin dipandang tidak mau tau dengan situasi ini,” sebut Reinier.

kosong
Jalan utama di depan pasar raya solok terlihat sepi

Kepadatan pengunjung Pasar Raya Solok kian meningkat seiring dengan masuknya Bulan Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh para pedagang. Pemko kata Reinier tak ingin lalai dalam menyikapi perseolan itu, sehingga dianggap melakukan pembiaran terhadap kondisi yang kian menghawatirkan tersebut.

Pihak Pemko juga telah memberikan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat untuk mematuhi kebijakan tersebut. “Alhamdulillah saat ini kita melihat para pedagang dapat memaklumi maksud pemerintah dengan menutup toko-tokonya. Mudah-mudahan dalam waktu dua hari ini, kita akan dapat selesai menyemprot disinfektan secara merata di seluruh Pasar Raya Kota Solok,” sebut Wawako.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Solok Leo Murphy mengatakan, pihak DPRD sangat mendukung program pemerintah dalam rangka mensterilkan Pasar Raya Kota Solok selama 2 hari ini dengan penyemprotan disinfektan.

menurutnya, ini merupakan suatu upaya untuk menyelamatkan masyarakat Kota Solok dari wabah Covid-19. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan menahan diri, mudah-mudahan Bulan Ramadhan ini wabah Covid-19 cepat berlalu,” ujar politisi muda PDI Perjuangan ini.

Pasa
Wakil wali Kota Solok meninjau langsung kondisi di dalam pasar raya, untuk memastikan semua toko tutup selama proses sterilisasi selama dua hari.

Sebelumnya juga Wali Kota Solok Zul Elfian didampingi Asisten Bidang Pemerintahan Drs. Nova Elfino dan Asisten Ekonomi Pembangunan Jefrizal, S.Pt, MT serta Kepala OPD terkait telah meninjau Pasar Rakyat Solok.

Peninjauan kedua pimpinan daerah ini dilanjutkan ke Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf Terminal Bareh Solok, selain memantau pemindahan pedagang , sekaligus memberikan arahan kepada seluruh Kepala OPD guna percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Solok.

Reporter: Rudi Cader

Editor   : Melatisan 

 

Facebook Comments

loading...