Radio Solok Nan Indah Mengudara Lagi

269
Radio
Bupati Solok H. Gusmal bersama ketua Dekranasda Ny. Desnadefi Gusmal ikuti dialog interaktif di radio Solok nanIndah dipandu penyiar senioar Garnadi

ARRUSNews – Mengudara kembali di Frekwensi 98,6 FM, Radio Solok Nan Indah yang awalnya bernama Pelangi Arosuka, menjadi media cukup efektif menyampaikan informasi bagi pemerintah daerah Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Gejala efektivitas itu terlihat dari animo Bupati Solok H. Gusmal yang sudah dua kali datang ke lokasi studio yang berada di Kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Batubatupang Kotobaru, Kecamatan Kubung.

Bersama ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Desnadefi Gusmal, Selasa (14/4), bupati Gusmal melakukan siaran live dan dialog interaktif dengan kru dan pendengar radio yang umumnya masyarakat di daerah penghasil beras itu.

Terlebih dalam masa-masa penncegahan pandemik corona virus disease (Covid 19) saat ini, eksistensi radio Solok Nan Indah yang ditukangi wartawan televisi sekaligus pakar radio, Garnadi, SH, menjadikan Radio Solok Nan Indah cukup esensial untuk melakukan propagada dalam bentuk himbauan dan sosialisasi.

Membaca sejarahnya, Radio Solok Nan Indah sejatinya sudah lama mengudara. Pada rentang tahun 1995-2000 silam, radio yang menggunakan kantor megah di pusat kegiatan olahraga di Kabupaten Solok itu bernama Solinda FM.

Tatkala masa berganti, para pengelola radio milik pemerintah Kabupaten Solok ini juga bertukar, termasuk namanya bergeser menjadi Pelangi Arosuka. Selesai itu, vakum. Aktivitas radio mati tagak.

” Sekarang kita aktifkan lagi. Manfaat radio ini sangat besar sebagai penyambung lidah pemerintah daerah. Dengan memakai nama Solok nan Indah, diharapkan masa depan media elektronik yang dikelola Dinas Kominfo Kab. Solok ini benar-benar indah pada waktunya,” sambut Bupati Solok.

Himbauan

Antusiasme bupati Solok Gusmal bersama istrinya yang juga ketua Dekranasda daerah itu mengkristal ketika radio Solok Nan Indah mengudara tepat pada waktunya.

Sebagai kepala daerah, Gusmal yang dituntut bekerja ekstra dalam untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang mencemaskan itu, menggunakan radio sebagai salah satu media yang mudah dicerna masyarakat sampai ke pelosok.

Gusmal dengan ekspresi wajah datar, menyampaikan sejumlah himbauan, instruksi dan informasi tekait pencegahan penyebaran covid 19.

Melalui dialog interaktif yang dipandu penyiar senior Garnadi, bupati Solok memaparkan kondisi umum tentang Covid-19 di Kabupaten Solok.

Ia juga menginformasikan soal banyaknya perantau yang mudik ke Kabupaten Solok sebagai imbas dari meruyaknya1 Covid-19. Melalui radio itu, bupati Solok menyampaikan langkah-langkah yang sudah dan akan di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Solok dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Disampaikan bupati Gusmal, setiap perantau yang pulang kampung, harus dipaksa melakukan isolasi atau karantina secara mandiri di rumah masing-masing. Pihak pemerintah nagari bersama tim gugus tugas setempat yang terdiri dari gabungan institusi dan lembaga, harus proaktif dan gencar melakukan pendataan, melakukan tracking terhadap warga yang tercatat sebagai ODP (orang dalam pemantauan).

Banyak langkah yang telah diambil pemerintah Kabupaten Solok terkait dengan Pencegahan dan penanggulangan Covid-19, termasuk masalah stay at home (berdiam di rumah), pemindahan belajar ke rumah serta mengganti shalat Jum’at dan Shalat berjamaah dengan melakukan ibadah di rumah.

Berbanding lurus dengan himbauan bupati, ketua Dekranasda Kabupaten Solok Desnadefi mengingatkan masyarakat supaya tidak lengah menjaga kesehatan dan meperkuat daya tahan tubuh.  ” Tetap dirumah saja, keluar rumah bila keperluan mendesak dan wajib memakai masker,” beber Desnadefi.

Ia juga mrnganjurkan agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sering cuci tangan mengunakan sabun dengan air mengalir. Hindari menyentuhkan tangan ke wajah,  terutama pada bagian mata, hidung dan mulut. ” Setelah beraktivitas di luar rumah, segera mandi, bersihkan diri sebelum berkumpul dengan keluiarga,” ingatnya.

Ketua Dekranasda yang sekaligus ketua PMI dan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok itu mengingatkan masyarakat supaya selalu menjaga jarak, hindari keramaindan berkumpul-kumpul.  ” Apabila merasa ada gejala sakit,  segera berobat dengan petugas kesehatan terdekat,” ingatnya.

Siang jatuh mengikuti waktu, langit cerah. Wawancara penyiar radio Solok nan Indah selesai pula dengan dialog interaktif bersama bupati Solok dan ketua Dekranasda.

Nun jauh di pelosok, pendengar setia radio Solok Nan Indah dalam segmen siaran pemerintah,  tentu saja diharapkan semakin paham dengan situasi terkini, pada masa-masa perlawanan terhadap pandemik corona.

Laporan: Melatisan 

 

Facebook Comments

loading...