Raker DPRD: Pencegahan Covid 19 di Kota Solok Butuh Rp 7,2 Milyar

210
Suasana rapat kerja DPRD dengan Pemko Solok dihadiri Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat, Selasa (31/3).
Suasana rapat kerja DPRD dengan Pemko Solok dihadiri Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat, Selasa (31/3).

ARRUSNews – Guna mengambil langkah-langkah pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19), Pemerintah Kota (Pemko) Solok sekurangnya membutuhkan dana sebanyak Rp 7, 2 milyar.

Untuk mencari solusi atas kebutuhan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok langsung melakukan Rapat Kerja dengan Walikota Zul Elfian dan jajarannya agar dilakukan pergeseran anggaran APBD setempat, Selasa (31/3/20).

Raker yang dipimpin Ketua DPRD Yutris Can,SE di dampingi Wakil Ketua Efriyon Coneng dan Bayu Kharisma itu,  dihadiri Walikota solok Zul Elfian , Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi,S.I.K, Dandim 0309 Solok Letkol ARM Reno Triambodo, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Solok Ulfan Yustian Arif,SH, Ketua LKAAM Kota Solok H.Rusli Katib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang, Kepala Inspektorat Kenfilka, SH, Kepala BPBD ikhlss, SH, Kepala Dinas Perhubungan Drs.Asril ,Kepala Dinas Pangan Kepala BKD Novirna Hendayani, SE, Msi, Apt , Kepala Bappeda Jonnedi, SH, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Drs. Ori Afillo, dan Camat.

Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can menyampaikan, rapat kerja yang terkesan mendadak ini di latar belakangi dengan langkah – langkah yang telah dan akan di ambil Pemerintah Kota Solok terkait pencegahan masuknya Covid-19 di Kota Solok.

Menurutnya, saat ini virus corona  sudah berdampak luar biasa terhadap segala aspek kehidupan. Untuk mengatasi masalaha tersebut, harus saling bekerja sama dalam mengahadapinya. “ Pemerintah Kota Solok sudah membentuk gugus tugas, tetapi DPRD belum memahami dalam bentuk apa Surat Keputusan yang di keluarkan oleh Walikota Solok,” beber Ketua DPRD yang akrab disapa Boris itu.

Ketua DPRD Yutris Can,SE di dampingi Wakil Ketua Efriyon Coneng dan Bayu Kharisma pimpin rapat kerja yang dihadiri Walikota solok Zul Elfian , Selasa (31/3)
Ketua DPRD Yutris Can,SE di dampingi Wakil Ketua Efriyon Coneng dan Bayu Kharisma pimpin rapat kerja yang dihadiri Walikota solok Zul Elfian , Selasa (31/3)

Ia menyatakan, DPRD sangat prihatin melihat Tim yang bekerja di lapangan.  Mereka telah saling bahu membahu dalam mencegah agar virus corona tidak masuk ke wilayah Kota Solok. Sementara untuk penyemprotan dana tidak ada. Kondisi ini sangat miris sekali.  Pemerintah Daerah tidak bisa mencarikan larutan untuk penyemprotan, sementara daerah punya tenaga relawan untuk melakukan penyemprotan Disinfektan, seperti TNI, Polri, PMI, WMI dan relawan lainnya.

Yutris Can juga menyinggung soal alat pelindung diri (APD) tim medis  yang sangat minim. Ia mengatakan, masih bersyukur sampai saat ini di Kota Solok belum ada ditemukan masyarakat yang positif terkena virus Covid-19, walau di luar Kota Solok sudah ada yang dinyatakan positif.

“ Mari kita saling membuka diri agar persoalan penanganan ini cepat teratasi anggarannya.,”jelas Ketua lagi.

Pihak DPRD mengaku yakin,  tim yang di komandoi  Walikota Solok memiliki problem yang perlu didudukan bersama. Salah satunya terkait operasional,gizi dan suplemen untuk peningkatan imun Tim medis dan relawan yang bekerja dilapangan.

Karena berada dilapangan,  ulas Boris, tim ini butuh gizi dan istirahat dan semuanya tidak terlepas dari dukungan  APBD. Pihaknya ingin,  tim yang tergabung dalam satgas penanganan virus corona di Backup. “ Persoalannya nanti kita bersepakat antara DPRD dan Pemerintah Daerah untuk melakukan penggeseran dana yang belum mendesak. Kami mewakili Banggar mendukung penggeseran anggaran, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan hukum yang ada sesuai peruntukannya guna mencegah masuknya virus covid-19,” beber Yutris Can.

Selain itu, Ketua DPRD Kota Solok mengangkat selentingan isu yang beredar dari ASN tentang himbauan Walikota Solok untuk memotong Tunda (Tunjangan Daerah)  ASN agar disumbangkan membantu masyarakat yang menjadi dampak dari covid-19. Yutris Can berharap Walikota  tidak memberlakukan pemotongan Tunda tersebut,  karena ASN ikut terdampak virus corona.

Walikota Solok Zul Elfian bersama jajaran menghadiri rapat kerja dengan DPRD setempat, Selasa (31/3)
Walikota Solok Zul Elfian bersama jajaran menghadiri rapat kerja dengan DPRD setempat, Selasa (31/3)

366 OPD, 49 PDP 

Terhadap itu, Walikota Solok Zul Elfian  sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pimpinan DPRD yang telah memfasilitasi pertemuan bersama Forkopimda. Pertemuan serupa diakui  belum pernah dilakukan guna membahas penanganan virus covid-19.

“ Kondisi terkini di Kota Solok jumlah kasus covid-19 yang positif alhamdulillah tidak ada. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 366 orang dan pasien dalam pemantauan (PDP) sebanyak 49 orang,” terangnya.

Dijelaskan Zul Elfian, telah ada beberapa langkah yang dilakukan,  yaitu membuat edaran tentang bahaya virus corona agar masyarakat selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Kemudian membentuk Tim Gugus Tugas yang telah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas publik yang ramai di kunjungi oleh masyarakat, diantaranya  seperti tempat ibadah, perkantoran, taman, terminal, pasar, jalan umum dan tempat wisata.

Menurut Walikota, semua kita tidak tahu keberadaan virus ini dimana mengendap,  yang jelas virus ini bisa muncul ditempat – tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Untuk pencegahan dengan menggunakan disinfektan, memang persediaannya terbatas. Kadang-kadang hanya diperoleh melalui OPD dengan caranya sendiri.

“ Selain itu, kita sudah mengambil langkah meliburkan anak sekolah sampai tanggal 2 April 2020. Dalam rencana kami, akan memperpanjang masa libur anak sekolah sampai tanggal 21 April 2020,” paparnya..

Diakui Walikota Solok, sejuah ini petugas yang bekerja dilapangan memang mengalami beberapa kendala, seperti terbatasnya alat pelindung diri (APD). Pihaknya menunggu anggaran gugus tugas di OPD masing –masing, seperti Dinas Perhubungan membutuhkan anggaran sebesar Rp.65.500.000, Satpol PP dan Damkar sebesar Rp.373.200.000, Bagian Perekonomian sebesar Rp.67.500.000, Dinas Perindag Koperasi dan UKM sebesar Rp.12.750.000, Dinas Kesehatan sebesar Rp.3.052.161.807, Camat Kota Solok sebesar Rp.1.500.000.000, BPBD Kota Solok sebesar Rp.1.600.000.000 dan Dinas Sosial sebesar Rp.575.000.000 . “Jadi total anggaran mencapai Rp.7,2 Milyar lebih,” papar Zul Elfian.

Ia sekaligus menyarankan, agar  dibentuk Posko di setiap Kelurahan yang dikelola RT dan RW serta LPMK setempat,  dengan melibatkan masyarakat untuk memantau 24 jam orang yang datang diwilayah tersebut. “ Sekaligus tim Posko  melakukan pendataan terhadap orang yang masuk,”jelas Zul Elfian.

Reporter: Rudi Cader

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...