Rakor Dengan Wali Nagari, Ini Serangkaian Kebijakan Pemkab Solok Menangkal Covid 19

500
Rapat
Bupati Solok H. Gusmal bersama pimpin rapat Wakil Bupati Yulfadri Nurdin dan Asisten Pemerintahan Edisar pimpin rapat dengan Camat dan Walinagari terkait pelaksanaan PSBB di daerah itu, Sabtu (18/4).

ARRUSNews – Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya mempercepat memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19)  di wilayah itu.

Serangkaian kebijaka  telah dan akan dilakukan guna menangkal perkembangan pandemi corona yang begitu cepat.

” Kita telah siap melaksanakan Pembatasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus 19,” tegas Bupati Solok H. Gusmal.

Hal itu diucapkan Gusmal dalam rapat koordinasi dengan para wali nagari dan Camat se Kabupaten Solok, yang juga dihadiri Wakil Bupati Yulfadri Nurdin, Sekda Aswirman, Asisten Bidang Pemerintahan  Edisar, Asisten Ekbangkesra  Medison, Asisten Administrasi dan Umum Sony Sondra serta sejumlah kepala SKPD, Sabtu (18/4) di Arosuka.

Disampaikan Gusmal, masa inkubasi PSBB berlaku pada tanggal 22 April 2020. Kabupaten Solok terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang dan maksud PSBB dan melakuakn sosialisasi dengan tidak bertatap muka.

Karena alasan itu, diingatkan kepada  pemerintah nagari serta pengurus pasar,  bahwa sebelum hari pasar dilakakukan penyemprotan diarea pasar dan dianjurkan kepada semua pedagang dan pembeli untuk mengunakan masker.” Pengurus pasar harus menyediakan tempat cuci tangan, dan tidak boleh berlama-lama melakuakn transaksi,” kata Bupati Solok.

Gusmal juga mengingatkan, pada bulan puasa Ramadan yang akan tiba, ibadah shalat tarwih di masjid, di Musala, surau dan sarana ibdah lainya ditiadakan, tetapi diganti dengan sholat tarwih dirumah.” Kita juga memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Nagari dengan melakukan chek poin pada setiap titik yang akan memasuki wilayah masing-masing,” jelasnya.

Sementara, petugas Posko Pantau perbatasan tetap dilaksanakan dengan mengurangi jumlah personil menjadi 15 orang setiap posko. Petugas ini dilengkapi dengan standar APD pemeriksaan. ” Kita juga mengigatkan kepada perantau yang akan pulang agar tidak pulang dulu ke kampung. Jika terpaksa pulang, disarankan untuk pemeriksaan kesehatan dan melakuikan karantina mandiri,” kata Gusmal.

Rapat
Para Camat dan Wali Nagari dalam rakor dengan bupati Solok

Dihadapan para Wali Nagari dan Camat, Bupati Solok Juga menjelaskan bentuk PSBB yang dilaksanakan, berupa meliburkan sekolah dan tempat ibadah serta pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan  pusat keramaian atau fasilitasi umum seperti jam operasional pasar,  mengunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan serta menyemprotkan disinfekta sebelum hari pasar.

Terhadap langkah tersebut, Pemkab Solok sebelumnya telah membentuk komando siaga darurat penanganan Covid 19 di kabuapten solok, merumahkan murid dengan maksud memindahkan kegiatan belajar mengajar dirumah dan selalu diawasi oleh guru dengan memberikan tugas sesuai dengan program pembelajarannya.” Pemkab Solok juga melakukan pengaturan pelaksanaan ibadah dan kegiataan keagamaan. Kemudian mengintruksikan wali nagari untuk membentuk satuan tugas efektif percepatan penanganan Covid 19,” paparnya.

Disisi lain, Bupati Solok juga melakuakan pengaturan sistem kerja ASN dan aparatur pemerintahan nagari, melakukan revisi pencairan APBD biaya tidak terduga (BTT) untuk tanggap darurat Covid 19 tahap pertama, melakukan pembatasan jam operasional warung, rumah makan, warnet dan tempat berkumpul. ” Kita juga membentuk tim kerja karantina Covid 19, serta membentuk tim kerja pemakaman Covid 19,” urainya.

Terkait langkah antisipasi terhadap warga terdampak Covid 19 secara ekonomi, menurut Bupati Solok memastikan Dinas Sosial sudah melakukan verifikasi dan valitidasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menerima bantuan.  ” Bagi warga yang tidak masuk dalam data DTKS, tetapi masuk terdampak sosial ekonomi, masih tetap dilakukan pendataan. Karena terpisah dari DTKS, pembiayaan dibebankan dari APBD nagari (pos belanja tidak terduga ) dan sumber lainya,” sebut Bupati Solok.

Ia menyebutkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari  (DPMN) sedang mempersiapkan mekanisme anggaran biaya tidak terduga bagi nagari. ” Kita juga tengah melakukan revisi APBD biaya tidak terduga untuk tanggap darurat Covid 19 tahap ke dua,” jelasnya.

Pemkab Solok juga akab menyediakan logistik untuk kebutuhan penanganan Covid 19 di Posko, Rumah Sakit, Puskesmas dan lainya.

Selesai pendataan, dalam waktu cepat pemberian bantuan pangan bagi masyarkat yang terdampak sosial ekonomi akibat Pendemi Covid 19 segera didistribusikan.

” Kita juga meminta Camat untuk memonitoring kedatangan perantau , ODP, PDP termasuk pelaksanaan pendistribusian bantuan di lapangan serta responsif terhadap permasalahan di kecamatan,” tegas Bupati Solok

Reporter: Aznul Hakim 

Editor     : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...