Sambut Kebijakan Karantina Wilayah, Pemkab Solok Siapkan Dana Hingga Rp 10 Milyar

272
Bupati Solok H. Gusmal memaparkan kondisi dan kesiapan pemkab Solok ketika diberlakukan karantina wilayah terbatas dalam menyikapi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok
Bupati Solok H. Gusmal memaparkan kondisi dan kesiapan pemkab Solok ketika diberlakukan karantina wilayah terbatas dalam menyikapi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok

ARRUSNews – Rencana Pemprov Sumbar melakukan karantina wilayah secara terbatas guna percepatan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di daerah masing-masing, mendapat sambutan positif dari pemerintah Kabupaten Solok. Karantina wilayah dimaksud, hanya terkait pembatasan orang, sedang barang dan jasa tetap boleh masuk ke Sumatera Barat.

Bupati Solok Gusmal melalui ponsel pintarnya, Minggu (29/3), mengaku, pihaknya baru selesai rapat bersama Forkopimda dalam menyikapi kebijakan Karantina Wilayah terbatas, yang akan diumumkan Pemprov Sumbar dalam waktu dekat

Rapat yang dihadiri  seluruh Forkopimda, Wakil Bupati, Bulog, MUI dan semua stakeholder serta kepala SKPD tersebut,  diputuskan  kebijakan Karantina terbatas. Semua orang yang datang dari luar akan dilarang masuk ke wilayah kabupaten Solok. Kebijakan itu, ulas Gusmal,  berlaku ketika Pemprov Sumbar telah mengumumkan pelaksanaan kebijakan  secara resmi kepada Kabupaten/Kota di Sumbar.

“Ketika kebijakan itu berlaku, penanganan setiap orang yang masih datang (masuk) ke wilayah Kabupaten Solok akan kita perlakukan sesuai prosedur baku penangganan Covid- 19 ini,” kata Bupati.

Guna  menghadapi kemungkinan karantina wilayah secara terbatas itu, Pemkab harus menyiapkan pembiayaan untuk menanggung  warga terdampak yang diperkirakan berjumlah sebanyak 25.000 jiwa lebih yang akan dibantu selama 1 ( satu ) bulan kehidupan.

“Kita juga menyiapkan  berbagai kemungkinan untuk mengayomi dan membantu masyarakat  yang terdampak virus corona,  apakah dalam status  ODP,  PDP, atau masyarakat miskin,  atau anak sekolah kita yang berada di luar, akan kita jamin selama satu bulan,” terangnya.

Untuk menanggulangi itu, Pemkab Solok bersama Bulog dan Baznas serta Pemprov Sumbar akan menanggung biayanya. Lantaran kebijakan itu,  Pemkab Solok akan menyiapkan dana berkisar Rp 7 M sampai  Rp. 10 M yang bersumber dari APBD Kabupaten Solok.

“Anggaran belanja tak terduga pada APBD kab. Solok tahun 2020 ini  sebesar Rp.2,5 Milyar. Dana tersebut sudah kita alokasikan untuk penanganan darurat Covid-19 sebesar Rp. 1,5 Milyar. Untuk penambahannya, APBD kabupaten Solok akan segera kita revisi  guna menindaklanjuti dan penanganan kondisi darurat  ke depan,” terang Bupati.

Menyikapi kebijakan itu, Forkopimda juga akan melakukan razia ke gudang-gudang penyimpanan barang kebutuhan 9 bahan pokok masyarakat yang ada di Kabupaten Solok. Hal itu dilakukan untuk mengetahui ketersediaan cadangan pangan dan bahan pokok masyarakat.

“Namun Bulog tadi menjamin ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat tadi, untuk bulan puasa dan beberapa bulan ke depan,”ucap Bupati.

Di sisi lain, untuk ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan petugas lainnya yang bertugas menangani pasien yang terpapar Corona, disamping menambah pengadaan dengan pembiayaan melalui APBD, Pemkab Solok juga  akan menggalang partisipasi masyarakat baik perantau maupun warga di kampung.

“Kita juga akan meminta Civil Sosial Responsibility (CSR) dari BUMN,BUMD yang ada di daerah ini, untuk membantu dan memberi dukungan pengadaan APD ini nantinya,” papar Gusmal.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...