Satu Warga Positif Covid 19, Ini Penjelasan Wali Kota Solok

169
positif
Walikota Solok Zul Elfian memberi keterangan Pers di loby lantai II kantor Balai Kota Solok bersama Dandim 0309/Solok Letkol ARM Reno Triambodo, Kajari Kota Solok Donny Haryono Setiyawan, SH,MH serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Ambun Kadri, M.KM, Selasa (19/5/20).

ARRUSNews Sempat bertahan dengan status zona hijau bersama Kota Sawahlunto dan Kabupaten sijunjung, pertahanan  Kota Solok akhirnya bobol sebagai daerah non positif  virus corona (Covid-19).

Salah seorang warga Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, laki-laki (25 tahun) dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Warga tersebut, diketahui bekerja sebagai distributor (tukang kampas) dengan rute Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.

“ Kepastian warga positif Covid berdasarkan  hasil Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Padang keluar, Senin (18/5/20) malam, “ ungkap  Walikota Solok Zul Elfian dalam keterangan Persnya di loby lantai II kantor Balai Kota Solok bersama Dandim 0309/Solok Letkol ARM Reno Triambodo, Kajari Kota Solok Donny Haryono Setiyawan, SH,MH serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Ambun Kadri, M.KM, Selasa (19/5/20).

Disampaikan Zul Elfian, untuk menindak lanjuti hasil tes tersebut, tim  Gugus Tugas Covid 19 dari Dinas Kesehatan Kota Solok langsung menghubungi  pasien bersangkutan yang sedang berada di Dharmasraya untuk segera kembali ke Solok guna menjalani Isolasi di tempat yang telah disiapkan.

Pada  saat pasien sampai di Kota Solok,  langsung dilakukan isolasi di Posko Covid-19 Banda Pandung. Isolasi juga dilakukan pada Istri, Kakak dan Ipar yang bersangkutan. Petugas dinas kesehatan juga akan melaksanakan tracing dan tracking terkait kasus tersebut diatas.

Terkait riwayat pasien positif  Covid-19  pertama itu, Walikota Zul Elfian memaparkan, pada tanggal 14 Tim Gugus Tugas melalukan tes Swab secara acak sesuai dengan permintaan dari Gubernur Sumatera Barat dengan pengambilan  sampel sebanyak 50 orang dari berbagai kalangan.

Pada saat pelaksanaan tes swab tersebut, pasien positif pertama tersebut mendatangi posko PSC dengan niat memeriksakan diri karena khawatir terjangkit Covid-19.

Motivasinya melakukan pemeriksaan karena  pekerjaan yang bersangkutan sebagai distributor keliling (tukang kampas), yang mengharuskan dirinya selalu berkeliling mengantarkan dagangan ke berbagai agen/toko di beberapa wilayah Kab dan Kota lain di Sumatera Barat.

“ Karena pekerjaan pasien ini berisiko tinggi tertular Covid-19, maka petugas menyarankan untuk dilaksanakan tes Swab dan dirinya setuju,” sebut Walikota yang juga ketua Tim Gugug Tugas Kota Solok.

Hasil SWAB kemudian dikirim ke Provinsi untuk diperiksa di Laboratorium Unand. Pada Senin, tanggal 18 Mei 2020 sekira Pukul 19.00 Wib, hasil pemeriksaan Swab  keluar dan yang bersangkutan dinyatakan Positif Covid-19.

Selain itu,ulas Wako Solok,  pihaknya juga masih menunggu hasil swab yang akan dilakukan pada OTG (orang Tanpa Gejala) sebanyak 51 orang, yang memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi positif di nagari Koto Baru, kecamatan Kubung,  Kabupaten solok, yang meninggal beberapa hari yang lalu.

Atas peristiwa kesehatan ini, Zul Elfian menghimbau  masyarakat Kota Solok untuk selalu memberikan dukungan moril terhadap pasien ataupun keluarga dari ODP, OTG, PDP dan Positif Covid-19.

“ Mereka adalah saudara-saudara kita. Mari bersama sama kita dukung  agar beliau bisa sembuh dari virus ini” pinta Wako Solok.

Wako juga berharap agar warga untuk tidak panik tetapi harus semakin meningkatkan kewaspadaan dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“ Wajib Menggunakan Masker apabila harus keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun atau cairan desinfektan, memperhatikan physical distancing dan menahan diri untuk keluar rumah jikalau tidak ada keperluan yang mendesak” terang Zul Elfian.

Dengan adanya satu warga positif Covid 19,  Zul Elfian menyebutkan  Kota Solok  tidak lagi berada pada Zona hijau. Kejadian ini merupakan Warning bagi  semua untuk tetap mengikuti instruksi serta anjuran Pemerintah. Tanpa dukungan dan Kerja sama semua pihak, segala usaha yang dilakukan untuk mencegah dan menangani penyebaran virus Covid-19, akan sia sia.

Reporter: Rudi Cader

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...