Di Solsel, Harga Cabai Rawit dan Pinang Anjlok

166
Cabe rawit (Foto: Istimewa)
Cabe rawit (Foto: Istimewa)

ARRUSNews – Harga beberapa hasil pertanian dan perkebunan mengalami penurunan di Solok Selatan (Solsel). Terutama harga komoditi cabai rawit, biji Pinang dan Karet yang berasal dari perkebunan masyarakat, anjlok.

Kenyataan  itu dibenarkan Kepala Dinas Perdindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Solsel, Budiman.

“Memang benar, hal itu dipengaruhi wabah Covid-19. Biasanya, komoditi jenis pinang dan karet tersebut di jual ke luar daerah, tapi saat ini tidak bisa lagi di ekspor,” ujarnya Sabtu (4/4/2020).

Kendati demikian, imbuhnya ada juga beberapa jenis barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan signifikan seperti bawang merah dan bawang putih. Bawang merah, hingga mencapai harga Rp 30 ribu per-kilogram dari harga Rp 22 ribu per-kilogram. Begitu juga bawang putih mencapai Rp 42 ribu perkilogram.

Pihaknya mengaku berencana akan melakukan bazar murah disejumlah titik di Solsel pada Ramadhan 1441 hijriah, untuk antisipasi gejolak harga kebutuhan pokok.

Seorang Pedagang di Solsel, Medi (38) menyebutkan untuk harga jual Cabai Rawit di Solsel sangat rendah yaitu dengan harga Rp8 ribu per-kilogram, biasanya mencapai Rp35 ribu per-kilogram.

Ia mengatakan, sedangkan, untuk harga biji pinang kering hanya berkisar Rp 4 – Rp 5 ribu per-kilogram biasanya dihargai Rp 10- Rp 12 ribu. Untuk karet saat ini hanya Rp 3-Rp 4 ribu per-kilogram biasanya dengan harga Rp 6- Rp 7 ribu per-kilogram.

“Harga anjlok sejak sepekan ini. Pinang dan karet tidak bisa lagi di ekspor, sehingga banyak petani yang mengeluh,” ulasnya.

Reporter: Jefli Bridge

Facebook Comments

loading...