Sekda Erizon: Belum Ada Warga Pesisir Selatan Suspect Virus Corona

157
Sekda Pessel Erizon, saat memberikan arahan kepada sejumlah OPD terkait langkah dan upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan.
Sekda Pessel Erizon, saat memberikan arahan kepada sejumlah OPD terkait langkah dan upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan.

ARRUSNews – Pemerintah Pesisir Selatan memastikan bulum ada warga setempat suspect  virus corona. Penegasan itu disampaikan bupati Pesisir Selatan diwakili Sekda Erizon di Painan, Senin (23/3).

Namun demikian, kata Erizon, Pemerintah Pessel terus melakukan langkah nyata dan cepat guna melakukan pencegahan dan antisipasi penyebaran wabah covid-19 itu.

“Belum ada laporan warga yang terjangkit ataupun suspect virus corona. Tetapi kita tetap gencar melakukan sosialisasi dan upaya penyemprotan disinfektan bersama gugus tugas percepatan penanganan Covid-19,” ujar Sekda Erizon.

Dikatakan, berdasarkan hasil rapat gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19, hingga kini Kabupaten Pesisir Selatan masih dalam kondisi aman.

Bahkan, terkait salah satu pasien yang dirujuk dari Puskesmas Kambang, ke RSUD M.Zein Painan pada Sabtu (22/3) lalu, hasil didiagnosa dokter menjelaskan infeksi paru-paru bukan terjangkit virus corona.

“Masyarakat kita himbau jangan terpengaruh dengan berbagai informasi yang beredar di media sosial. Kita harap semua tetap waspada dan selalu jaga kebersihan dan kesehatan,” ucapnya lagi.

Disisi lain, hingga kini tercatat enam warga Pessel yang masuk daftar orang dalam pantauan (ODP) Covid-19 yang tersebar pada empat kecamatan.

“Satu diantaranya adalah pasien dengan pengawasan (PDP). Petugas kesehatan terus memantau perkembangan mereka,” tuturnya.

Selain itu, Erizon menghimbau agar masyarakat yang baru kembali dari daerah atau negara yang terjangkit Covid 19, diharapkan melapor ke puskesmas setempat.

“Kita minta camat agar berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat guna mendorong masyarakat ODP dengan sukarela melapor untuk melakukan isolasi secara mandiri,” ingatnya.

Terkait pengalihan proses belajar mengajar dirumah, Sekda Pessel meminta petugas Satpol PP terus melakukan patroli dan menindak tegas para siswa yang masih berkeliaran di tempat-tempat umum.

“Kita juga memutuskan untuk menutup sementara semua objek wisata yang ada di Pesisir Selatan. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan, Dailipal menyebutkan, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di daerah setempat, pihaknya bakal mendirikan posko di perbatasan pintu masuk daerah setempat.

Posko bakal dibangun sebanyak tiga unit. Posko pertama di Siguntur, yang merupakan perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kota Padang. Posko kedua di Tapan, perbatasan dengan Jambi, sementara Posko ketiga berada di Silaut, perbatasan dengan Bengkulu.

Menurutnya, di posko tersebut bakal disiagakan sejumlah personel instansi terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, BPBD, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Polisi, TNI dan pihak terkait lainnya.

“Petugas posko ditugaskan untuk mengecek kesehatan orang-orang yang masuk ke Pesisir Selatan dengan mengecek suhu tubuh dan serangkaian pemeriksaan lainnya. Tujuannya untuk memastikan tidak ada pengunjung atau warga lokal yang terpapar virus corona,” ujarnya.

Reporter: Okis Rockin

Editor   : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...