Sempat Ditolak, Rusunawa Painan Akhirnya Disetujui Sebagai Isolasi ODP Corona

148
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memimpin pertemuan dengan warga terkait rencana pemakaian rusunawa sebagai tempat isolasi OPD Corona di daerah itu
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memimpin pertemuan dengan warga terkait rencana pemakaian rusunawa sebagai tempat isolasi OPD Corona di daerah itu

ARRUSNews Kendati sebelumnya Rusunawa di Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan sempat mendapat penolakan warga dijadikan sebagai tempat isolasi, namun dengan melalui dialog timbal balik antara pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan perwakilan masyarakat, akhirnya membuahkan hasil positif.

Masyarakat menyetujui dipakainya Rusunawa Kampung Muara sebagai tempat isolasi, dengan beberapa catatan.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Pessel, Rinaldi menyampaikan, dari hasil pertemuan, warga meminta rusunawa sebagai lokasi isolasi harus di pagar dengan seng, sehingga tidak ada aktivitas keluar masuk dengan muda. Warga juga meminta masker dan dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Kesepakatan dicapai setelah Pemkab Pessel dengan warga sekitar Rusunawa melakukan pertemuan,” sebut Rinaldi, Minggu, (29/3) di Painan.

Sebelumnya, sejumlah warga khawatir bakal terinfeksi pandemi virus corona. Pasalnya, lokasi Rusunawa berada di area padat penduduk. Bahkan, terdapat satu unit Taman Kanak-Kanak.

Bahkan  sebelum rencana dijadikan ruang isolasi, menurut warga, tidak ada pemberitahuan dan sosilisasi dari pemerintah daerah. Sementara, virus corona sudah menjadi pandemik.

Proses Isolasi

Terkait teknis proses isolasi, Kabag Humas Pessel Rinaldi menyampaikan,  efektif akan dimulai  pada Senin 30 Maret 2020. Total warga berstatus ODP yang diisolasi di Rusunawa tercatat sebanyak 61 orang, namun bukan yang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP).

“Semuanya merupakan ASN yang pernah kontak langsung dengan seorang pasien positif virus corona. Namun, pemerintah tetap memberikan pilihan bagi mereka berstatus ODP. Apakah nanti mengikuti isolasi di Rusunawa atau memilih isolasi mandiri di rumah. Tapi, tergantung dari kondisi mereka melalui pemeriksaan medis nantinya,” tuturnya.

Diketahui, Rusunawa memiliki kapasitas 42 ruangan, dengan 84 kamar. Secara teknis, lokasi isolasi bakal mendapat pengawalan secara ketat dari Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian setempat.

Dengan demikian, arus keluar masuk menjadi lebih terjaga. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan tenaga medis khusus yang bakal ditugaskan melakukan perawatan terhadap ODP. Sedangkan untuk limbah medis dan sisa makanan ODP, Dinas Lingkungan Hidup mengatakan telah menyiapkan insenerator. Kendati demikian, masih perlu izin dari pihak kontraktor.

“Nanti limbahnya diolah langsung melalui insenerator. Tadi saat rapat internal bersama Gugus Tugas Percepatan sudah disampaikan langsung pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumsu Trisno,” katanya.

Reporter : Okis Rockin

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...